Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Polres Blitar Akan Evaluasi Penanganan Trauma Healing untuk Keluarga Uswatun Khasanah

Didin Cahya Firmansyah • Rabu, 29 Januari 2025 | 20:30 WIB

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

BLITAR- Pasca tragedi menimpa Uswatun Khasanah, 29, warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Polres Blitar tengah fokus penanganan trauma healing pada keluarga yang ditinggalkan, termasuk kedua anaknya yang masih kecil.

Untuk tahap awal, proses trauma healing yang dilakukan Polres Blitar berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (27/1) hingga Kamis (29/1).

Tim Polres Blitar akan mengevaluasi hasil penanganan trauma healing pada tahap awal ini, untuk menentukan penanganan pada tahapan selanjutnya.

Kasi Humas Polres Blitar, Iptu Putut Siswahyudi menjelaskan, usai penanganan trauma healing selama tiga hari, pihaknya akan melaksanakan evaluasi lanjutan.

Tujuannya tak lain, apakah pendampingan tim dari Polres Blitar masih dibutuhkan atau sudah selesai.

Sebab, tim trauma healing Polres Blitar akan mendampingi keluarga besar korban, selama masih dibutuhkan.

“Rencana besok (hari ini, Red) adalah hari ketiga penanganan trauma healing tahap pertama. Setelah itu, akan kami evaluasi hasilnya,” ungkapnya.

Dalam evaluasi itu ada koordinasi dengan tim psikologi Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Blitar.

Hasil pendampingan sementara, anak-anak Uswatun Khasanah terpantau aktif berinteraksi dengan tim trauma healing.

Dalam tahap awal ini pendampingan tim trauma healing berlangsung selama 2-3 jam setiap hari, sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Tim akan terus memantau perkembangan psikologi keluarga korban agar tidak jatuh usai mendapatkan ujian berat tersebut.  

Tentu harapannya, pasca tragedi yang terkuak dari penemuan tubuh Uswatun Khasanah yang tidak utuh di dalam koper merah di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, pada Kamis (23/1) lalu, keluarga besar yang ditinggalkan bisa bangkit lagi.

Seperti diketahui, dalam perkembangannya, Rohmad Tri Hartanto, 32, alias Antok, pria sebagai pelaku pembunuhan dan mutilasi berhasil ditangkap pihak kepolisian. Selain itu, kepala dan kaki korban yang dibuang terpisah juga berhasil ditemukan di Trenggalek dan Ponorogo. (ynu)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trauma healing #uswatun khasanah #polres blitar #Mutilasi Ngawi