BLITAR - Tagar #KaburAjaDulu menjadi viral di media sosial,kekecewaan anak muda terhadap kondisi di Indonesia. Mereka merasa bahwa ada kesenjangan sosial dalam pendidikan, lapangan kerja, jaminan kesehatan, dan kebebasan berekspresi. Tagar ini mendorong anak muda untuk mencari peluang di luar negeri, seperti bekerja, mencari beasiswa, membuka usaha, atau bahkan tinggal di sana.
Fenomena ini juga menyoroti isu brain drain, di mana banyak warga negara Indonesia memilih untuk pindah ke luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan. Data dari Kementerian Hukum dan HAM mencatat bahwa 3.912 WNI berpindah kewarganegaraan ke Singapura antara 2019 dan 2022, dengan alasan utama adalah untuk meningkatkan kesejahteraan.
Menaker Yassierli menyatakan bahwa ramainya tagar #KaburAjaDulu menjadi tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan lapangan kerja di Indonesia, karena mendorong WNI untuk bekerja di luar negeri.
"Ini tantangan buat kita kalau memang itu adalah terkait dengan aspirasi mereka. Ayo pemerintah create better jobs, itu yang kemudian menjadi catatan kami dan concern kami," kata Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2).
Yassierli menekankan bahwa bekerja di luar negeri tidak menjadi masalah selama WNI tersebut pada akhirnya akan kembali dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.
"Jadi kalau memang ingin untuk meningkatkan skill dan ada peluang kerja di luar negeri, kemudian kembali ke Indonesia bisa membangun negeri ya tidak masalah," ucapnya.
Beda halnya dengan Yassierli, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel tidak terlalu ambil pusing soal seruan tagar #KaburAjaDulu.
"Hastag-hastag gitu nggak apa-apa lah, masa hastag kita peduliin," kata Noel saat ditemui di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Kalibata, Jakarta, Senin (17/2).
Noel lantas menjawab dengan santai, dirinya mempersilakan seluruh warga negara untuk mencari peruntungan di luar negeri.
"Mau kabur, kabur aja lah, kalau perlu jangan balik lagi," kata Noel seraya tertawa.
Sebagai respons terhadap fenomena ini, pemerintah ditantang untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menarik kembali WNI yang telah berkarier di luar negeri, serta menekan keinginan generasi muda untuk mencari peluang di negara lain. Dengan demikian, Indonesia dapat memanfaatkan potensi sumber daya manusia yang dimilikinya untuk pembangunan bangsa. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah