BLITAR – Flushing alias penggelontoran sedimen di Waduk Wlingi dan Lodoyo bakal kembali dilakukan Perum Jasa Tirta (PJT) I. Tak pelak, masyarakat di sekitar wilayah Sungai Brantas, terutama di Blitar dan Kediri diminta waspada, khususnya pada 27 Mei hingga 3 April.
Flushing atau peristiwa yang sering disebut Pladu ini berpotensi menyebabkan perubahan signifikan pada kondisi aliran sungai. Sehingga berbahaya bagi masyarakat yang beraktivitas di area Sungai.
Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I, Agung Nugroho Dwi Prasetyo mengatakan, salah satu dampak flushing adalah penurunan elevasi muka air di hulu waduk dan peningkatan debit serta kekeruhan air di hilir.
“Demi keselamatan bersama agar masyarakat umum untuk tidak mendekati lokasi kegiatan flushing,” imbaunya, kemarin (22/4).
Sebagai langkah pengamanan, kata dia, jalan akses lintas Bendungan Wlingi dan Bendung Lodoyo akan ditutup sementara. Koordinasi lintas sektor pun telah dilakukan oleh PJT I, termasuk mengirim surat pemberitahuan kepada instansi terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, dinas-dinas teknis, aparat keamanan, camat, hingga kepala desa di wilayah terdampak.
“Kami berharap dinas atau instansi dan pemerintah desa terkait bisa turut serta melakukan sosialisasi kegiatan tersebut kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang aliran Sungai Brantas selama kegiatan flushing berlangsung,” harap Agung.
Agung menjelaskan, flushing ini bukan kegiatan baru. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
“Ini kegiatan rutin tahunan yang menjadi salah satu upaya efektif dalam rangka menjamin keberlangsungan fungsi Waduk Wlingi dan Lodoyo, keberlanjutan pembangkitan listrik di PLTA Wlingi, PLTA Lodoyo dan PLTM Lodagung, serta kelancaran pasokan air daerah irigasi Lodagung,” jelasnya.
Dia menambahkan, flushing juga diharapkan mampu meningkatkan daya tampung bendungan sekaligus mengisi kembali dasar sungai di kawasan Brantas Tengah dan Hilir yang kini mengalami degradasi.
Sebelum pelaksanaan, PJT I telah menggelar koordinasi bersama perwakilan himpunan petani pemakai air (HIPPA), serta rapat koordinasi lanjutan dengan dinas dan stakeholder terkait.
Baca Juga: Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Tambakrejo Blitar Bakal Dikelola Pemkab, Ini Progresnya
Selama flushing berlangsung, PLTA Wlingi, PLTA Lodoyo, dan PLTM Lodagung akan berhenti beroperasi sementara. Begitu juga alokasi air untuk daerah irigasi Lodagung yang akan dihentikan sementara selama proses berlangsung. (hai/din)
Editor : M. Subchan Abdullah