Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita si "Glewo", Sapi Berbobot 984 Kg dari Blitar Dipinang Presiden Prabowo untuk Hari Raya Kurban

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 21 Mei 2025 | 17:55 WIB

 

RAKSASA: Sapi bernama Glewo dari Blitar yang dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kebutuhan Hari Raya Kurban 2025.
RAKSASA: Sapi bernama Glewo dari Blitar yang dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kebutuhan Hari Raya Kurban 2025.

BLITAR - Suara pelan dan langkah berat sapi berbobot hampir 1 ton itu mengisi kandang di sudut salah satu rumah warga di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Sapi itu milik Endro Wibowo, 35, warga Kelurahan Sentul, Kota Blitar. Sapi jenis simental ini terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto tahun ini.

Di belakang rumah sederhana di Kelurahan Sutojayan inilah sapi yang diminati oleh Presiden Prabowo berada. Hewan ini telah disiapkan sebulan sebelum Hari Raya Idul Adha untuk bantuan kurban Kota Blitar.

Namun, peternak yang beruntung bukan berasal dari Bumi Bung Karno, melainkan warga Kelurahan Sutojayan, Kabupaten Blitar, bernama Noto.

Ternyata, sapi milik laki-laki 58 tahun ini diminati oleh Endro Wibowo, seorang peternak dan makelar dari Kelurahan Jatimalang, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Dialah penghubung Noto dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar yang mencari sapi dari presiden ini.

“Enggak nyangka sama sekali. Awalnya cuma ditanya dari dinas, punya sapi besar apa enggak? Saya jawab punya, terus dicek, eh ternyata dipilih untuk kurban Presiden Prabowo dari Kota Blitar,” ujar Bowo, sapaan akrabnya, Rabu (21/5/2025). 

Awalnya, ungkap dia, DKPP Kota Blitar mendatangi peternakannya pada April lalu. Lalu, sepuluh hari kemudian, pihak dinas memberikan informasi jika sapinya terpilih menjadi salah satu sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, sapi Glewo ditempatkan di peternakannya yang berada di Sutojayan agar kondisi kesehatannya stabil.

Sapi berbobot 984 kilogram (Kg) itu memang istimewa. Dari badannya yang bertubuh besar dan berpostur tegap, Bowo menamainya Glewo. Selain itu, ternak ini juga dikenal jinak dan tenang. Bahkan lebih jinak dari sapi kecil karena sudah biasa dirawat baik.

“Namanya Glewo, itu saya kasih sendiri. Enggak ada arti khusus. Yang penting cocok, dan ya itu, gede dan jinak,” katanya sambil tertawa kecil.

Sapi jenis simental itu telah dirawat selama dua tahun terakhir oleh Noto. Usianya kini 4 tahun. Dalam dua tahun perawatan, Endro mengaku tidak ada yang spesial dalam hal pakan. Hanya intensitas dan kualitas yang ditingkatkan.

Baca Juga: Begini Rasanya Dampak Efisiensi Anggaran, DPRD Akui Ruang Gerak Dewan Jadi Terbatas

Comborannya per porsi 7 kg diberikan sehari dua kali sehingga 14 kg konsentrat setiap hari. Belum termasuk rumput gajah dan jerami sebagai pakan tambahan. Campuran pakan Glewo antara lain konsentrat GF premium, bekatul, gamblong, dan jagung.

Untuk menjaga daya tahan tubuh,  ternak ini tentu juga rutin diberi mineral dan jamu.

Bowo adalah peternak dan makelar sapi. Dia mengaku menekuni dunia ternak sejak lama dan ini adalah kali kedua sapinya terpilih untuk kurban presiden. Harga jual Glewo disepakati Rp 84 juta dari penawaran awal Rp 85 juta.

“Glewo akan disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Blitar pada Hari Raya Idul Adha mendatang. Ya, mudah-mudahan tiap tahun bisa nyuplai lagi. Ini jadi semangat buat saya dan peternak lain. Ternyata bisa, asal dirawat dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Dia mengaku, peternak sering mencari sapi untuk diperjualbelikan hingga mengikuti kontes. Bahkan sudah dua kali ini sapi yang dibelinya dari Noto diminati oleh Prabowo. Sebab, sebelumnya, Bowo pernah menjual sapi simental kepada peternak Purwodadi, Jawa Tengah, yang juga untuk kurban presiden.

Sementara itu, Kabid Peternakan DKPP Kota Blitar Jeti Novita mengatakan bahwa bersama dinas peternakan provinsi sudah melakukan survei langsung. Ada tiga peternak yang disurvei. Ternyata pilihan jatuh pada sapi milik Bowo yang memiliki berat badan lebih dari 800 kg sesuai kriteria berat badan.

Kamis ini, dia akan berangkat ke Surabaya untuk penandatanganan kerja sama atau MOU.

“Nanti sapi ini akan kami serahkan di Masjid Agung, tapi penyembelihan sesuai standar. Sehingga akan dilakukan penyembelihan di RPH Kota Blitar. Karena dari pusat sudah ada arahan tentang standar pemotongan hewan,” pungkasnya. (*/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#sutojayan #peternak #Kabupaten Blitar #Glewo #Simental #Idul Adha #hari raya #presiden #sapi #Prabowo Subianto #kurban #Kota Blitar #DKPP Kota Blitar #bobot