Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kabar Duka, Pekerja Migran Asal Nglegok Blitar Wafat di Hongkong, Disnaker Ungkap Penyebabnya

Yanu Aribowo • Jumat, 30 Mei 2025 | 04:15 WIB
BERDUKA: Perwakilan Disnaker Kabupaten Blitar dan perangkat Desa Penataran saat mengunjungi rumah keluarga Sriani di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, pada Rabu (28/5/2025).
BERDUKA: Perwakilan Disnaker Kabupaten Blitar dan perangkat Desa Penataran saat mengunjungi rumah keluarga Sriani di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, pada Rabu (28/5/2025).

BLITAR – Kabar duka datang dari seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Dusun Sumberkecek, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok. Sriani, perempuan 54 tahun, dikabarkan meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Hong Kong pada Minggu (25/5/2025) pagi.

Kini, jenazah Sriani dalam proses pemulangan ke kampung halamannya.

Saat ini, pihak keluarga tengah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar dan Pemerintah Desa (Pemdes) Penataran dalam proses pemulangan jenazah ibu satu anak ini dari Hong Kong.

Kemarin, perwakilan disnaker bersama perangkat desa sudah berkoordinasi menindaklanjuti kabar duka dan proses pemulangan jenazah. “Saya pertama kali dapat kabar duka pada Minggu siang,” jelas Galih Dian Purnama, anak semata wayang Sriani, Kamis (29/5/2025). 

Pada Minggu sekitar pukul 11.30 WIB, pria yang biasa disapa Deni ini mendapatkan kabar dari agensi jika sang ibu meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 07.00 waktu setempat.

Informasi awal yang diterima keluarga, yang bersangkutan mengeluhkan sakit batuk pada Sabtu (24/5) malam dan keesokan harinya dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Baru sebentar mendapatkan penanganan medis, Sriani dinyatakan mengembuskan napas terakhir.

“Tentu kami kaget, awalnya sempat tidak percaya saat dapat kabar dari agensi,” jelasnya.

Menurut keterangan keluarga, Sriani sudah lebih dari dua dekade bekerja di luar negeri. Sekitar 2001, dia sudah merantau ke Taiwan. Kemudian sejak 2016 berlanjut mengais rezeki di Hong Kong.

Sejak saat itu, dia sudah berkali-kali menjalani perpanjangan kontrak kerja. Termasuk sekitar dua pekan menjelang meninggal, Sriani baru saja memperpanjang kontrak dengan penempatan di majikan baru.

“Jika tidak salah, ibu baru pindah majikan pada 11 Mei lalu,” jelas pria 33 tahun ini.

Kontak terakhir Sriani dengan keluarga di Desa Penataran sekitar sepekan sebelum meninggal melalui pesan WhatsApp. Pasalnya masih masa adaptasi di rumah majikan baru sehingga jarang telepon. (ynu/c1)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#pekerja migran indonesia #kabar duka #Kabupaten Blitar #PMI #Pemdes #majikan #nglegok #Disnaker #meninggal dunia