Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Fantastis, Bangun Gedung Baru Sekolah Rakyat di Kota Blitar Butuh Anggaran Sekitar Rp 200 Miliar

M. Subchan Abdullah • Sabtu, 31 Mei 2025 | 16:31 WIB
LAYAK: Keberadaan lapangan olahraga di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, sebagai calon SR masih dikaji.
LAYAK: Keberadaan lapangan olahraga di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, sebagai calon SR masih dikaji.

BLITAR – Proyek pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat (SR) di Bumi Bung Karno ditargetkan mulai digarap pada Agustus mendatang.

Gedung baru tersebut bakal mengusung konsep asrama penuh dan menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar. Biaya pembangunan tersebut sepenuhnya dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Tri Iman Prasetyo menjelaskan, pembangunan ini menjadi salah satu proyek strategis pendidikan.

Gedung SR tidak hanya dibangun untuk ruang belajar, tetapi juga dilengkapi fasilitas asrama bagi seluruh siswa.

“Konsepnya memang sekolah asrama. Nantinya, siswa wajib tinggal di asrama dan tidak diperbolehkan pulang setiap hari. Karena itu butuh persetujuan juga dari orang tua nantinya,” jelasnya, Sabtu (31/5/2025).

Saat ini, proses pembangunan masih menunggu kelengkapan dokumen persyaratan dari Kementerian PUPR. Salah satu aspek yang masih dikaji adalah lokasi pembangunan yang berdekatan dengan lapangan sepak bola milik pemkot.

Lapangan tersebut termasuk fasilitas umum dengan kategori cukup baik.

“Jadi masih perlu dikaji, apakah bisa dibangun atau tidak. Kalau bisa, otomatis lapangan itu terdampak dan harus direlokasi,” bebernya.

Sambil menunggu pembangunan gedung permanen, Pemkot Blitar menyiapkan eks bangunan SMPN 6 sebagai lokasi sementara operasional SR.

Gedung sekolah tersebut kini sedang direhabilitasi dan dibersihkan guna mendukung pembelajaran awal SR.

Tri Iman menjelaskan, untuk tahap awal, SR akan membuka empat rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari jenjang SD dan SMP.

Baca Juga: Ratusan Warga Geruduk Balai Desa Sanankulon Blitar, Tuntut Perangkat Desa Mundur karena Dugaan Asusila

Proses rekrutmen guru, petugas asrama, hingga kepala sekolah ditangani oleh dinas pendidikan. Sementara itu, dinas sosial bertugas menjaring calon siswa dari keluarga miskin kategori Desil 1.

“Kita upayakan semua sesuai jadwal agar tahun ajaran baru SR bisa terlaksana tahun ini,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Kota Blitar menjadi salah satu daerah yang masuk sasaran program SR tahun ini. Pemkot sudah menyiapkan kebutuhan berupa bangunan dan lahan untuk SR.

Melalui SR tersebut, pemkot berharap upaya pengentasan kemiskinan di Bumi Bung Karno berjalan optimal dan memutus mata rantai budaya miskin. (sub/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#PUPR #gedung #bumi bung karno #Pusat #kemensos #proyek #pembangunan #anggaran #asrama #Dinsos #Kota Blitar #Sekolah Rakyat #Pemkot Blitar #kementerian #Bappeda