BLITAR – Grebeg Pancasila yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) berlangsung sukses dan tetap khidmat.
Tradisi tahunan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Bumi Bung Karno ini selalu menarik animo masyarakat Blitar Raya. Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Sabtu (31/5/2025) ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Mereka menyaksikan jalannya kirab dan pawai lentera di jantung Kota Blitar meski diguyur hujan.
Kepala Disbudpar Kota Blitar, Edy Wasono mengatakan, meski kegiatan tahun ini harus menyesuaikan anggaran karena adanya refocusing, pelaksanaan Grebeg Pancasila tetap maksimal dan tidak mengurangi nilai-nilai adat serta budaya yang menjadi ruh dari tradisi ini.
“Grebeg Pancasila tetap berlangsung khidmat. Kami maksimalkan pelaksanaannya meski dengan anggaran terbatas. Nilai-nilai adat dan budaya tetap kami jaga dan lestarikan,” tegasnya, usai upacara Harlah Pancasila di Alun-Alun Kota Blitar, kemarin (1/6).
Grebeg Pancasila yang rutin digelar setiap 1 Juni ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat Blitar terhadap nilai-nilai Pancasila yang lahir dari gagasan Bung Karno.
Selain sebagai bentuk peringatan, acara ini juga menjadi momentum memperkuat jati diri Blitar sebagai Kota Pancasila yang terus berkembang menuju masa depan sesuai visi dan misi wali kota dan wakil wali kota.
Edy menjelaskan, rangkaian kegiatan tahun ini melibatkan banyak pihak, termasuk seniman, budayawan, serta partisipasi 21 kelurahan dan 3 kecamatan di Kota Blitar. Tak hanya itu, sejumlah komunitas masyarakat juga turut ambil bagian dalam pawai dan pertunjukan budaya.
Terkait adanya perubahan nama beberapa kegiatan, Edy memastikan hal itu murni merupakan penyegaran istilah yang sudah melalui diskusi bersama para tokoh budaya dan mendapat arahan langsung dari wali kota.
“Hanya istilah yang berubah, nilai budayanya tetap. Ini bentuk adaptasi agar bisa menjangkau generasi lebih luas,” tuturnya.
Kegiatan Kirab Pancasila dan Pawai Lentera sempat diguyur hujan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta maupun warga yang menyaksikan langsung.
Rangkaian acara mulai kirab hingga renungan Pancasila (Macapatan) berjalan tertib dari awal hingga akhir.
”Kegiatan ini menjadi simbol semangat persatuan dan keberagaman di tengah masyarakat Kota Blitar,” tandasnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah