RADAR BLITAR – Ada banyak cara untuk membangun diplomasi dan menjalin hubungan strategis, dan salah satu yang paling sederhana tapi mengena adalah lewat secangkir kopi. Hal inilah yang terjadi pada Kamis (5/6/2025) siang, ketika Ardian Purwoseputro, pengusaha kopi dan putra daerah Blitar, diundang secara khusus oleh Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher, untuk berbincang santai di kediaman resmi Konjen.
Ardian tak sendirian, ia ditemani beberapa koleganya. yakni, Aries Bayu Himawan, Meieendarti, Tani Harsono, dan Laras Candra Laksi
Pertemuan itu bukan pertemuan biasa. Tak ada meja panjang atau ruang konferensi yang kaku. Yang ada justru suasana akrab penuh kehangatan di rumah dinas Konjen, ditemani kopi asli Indonesia. Ardian menyebut, undangan itu sendiri sudah menjadi bentuk penghormatan dan sinyal kedekatan yang luar biasa.
“Pertemuan ini tidak dibuat-buat. Tidak ditambah, tidak dikurangi. Suasana kekeluargaannya terasa sekali. Ini bukan pertemuan formal, tapi pembicaraan ringan yang strategis,” tutur Ardian saat diwawancarai usai pertemuan.
Ia mengatakan bahwa kehangatan dan kesantunan dari sang Konjen terasa tulus. Bahkan di sela padatnya jadwal diplomatik, Christopher menyempatkan waktu untuk mengobrol santai sembari menikmati kopi.
Topik yang dibahas pun meliputi banyak hal, mulai dari potensi Blitar, semangat anak muda, perubahan tatanan global, hingga peluang investasi ke depan.
“Ngobrolnya memang ringan, tapi arahnya strategis. Kami bicara tentang bagaimana membangun Blitar secara utuh, bagaimana potensi yang dimiliki bisa diangkat ke panggung dunia,” ungkap Ardian.
Yang menarik, sebelum pertemuan ini, Christopher ternyata sudah empat kali berkunjung ke Blitar. Selain ziarah ke makam Bung Karno, ia dan istrinya bahkan pernah menjelajahi alam Blitar dengan sepeda motor. Hal itu, kata Ardian, menunjukkan ketertarikan yang tulus dari perwakilan Amerika terhadap kota kecil yang sarat sejarah dan keindahan alam ini.
“Dia sangat mengagumi Bung Karno dan semangat perjuangan dari Blitar. Bahkan ingin sekali kembali untuk menikmati pantai dan suasana alam Blitar yang menurutnya luar biasa indah,” kata Ardian.
Dalam pertemuan tersebut, Ardian tak hanya memperkenalkan kopi sebagai komoditas, tetapi juga menyampaikan pentingnya menjaga idealisme dan kreativitas anak muda di tengah tantangan global. Di masa ketika investasi internasional tengah melambat karena dinamika politik dan ekonomi dunia, Ardian justru menekankan pentingnya membangun semangat dari bawah.
“Amerika hari ini punya tantangan. Dunia juga sedang bergerak menuju tatanan baru yang lebih stabil. Nah, dalam masa transisi seperti ini, anak muda di daerah seperti Blitar tetap harus menjaga gairah berpikir, tetap idealis, dan kreatif. Itu yang saya sampaikan dan itu yang beliau (Konjen) sangat apresiasi,” ujarnya.
Ardian juga mengungkap bahwa dalam diskusi tersebut sempat dibahas soal peluang kerja sama bisnis B2B (business to business), serta pentingnya konektivitas antara pelaku usaha lokal dan pasar global. Ia menyebut, pertemuan ini adalah awal yang baik untuk menjalin relasi yang bisa berdampak langsung pada kemajuan daerah.
“Blitar punya banyak modal. Sejak zaman kerajaan sampai era kemerdekaan, darah Blitar mengalir di banyak tokoh penting bangsa. Potensi alamnya juga luar biasa. Ini semua bisa menjadi pijakan untuk membangun ke depan,” tambah Ardian.
Ia menegaskan bahwa sebagai warga negara yang berpegang pada konstitusi dan dasar negara, setiap warga punya hak yang sama untuk turut serta membangun negeri, termasuk membuka peluang kerja sama luar negeri sepanjang sesuai aturan dan demi kesejahteraan masyarakat.
“Siapapun yang ingin membantu membangun Blitar, dari dalam atau luar negeri, dari berbagai bidang, asal sesuai regulasi dan membawa kebaikan, kita harus sambut,” ujarnya.
Pertemuan selama satu jam itu mungkin tampak sederhana. Tapi dari percakapan ringan yang dibungkus kopi hangat, lahirlah optimisme baru: bahwa dari Blitar, gagasan besar bisa tumbuh, dan bahwa secangkir kopi bisa jadi awal dari perubahan global.(ang)
Editor : Anggi Septian A.P.