Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Inilah Sosok Reza Pahlevi, Runner-up Indonesia Open 2025 Ternyata Warga asli Kanigoro Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 14 Juni 2025 | 17:00 WIB
Reza Pahlevi, Runner-up Indonesia Open 2025.
Reza Pahlevi, Runner-up Indonesia Open 2025.

BLITAR - Wajah Mohammad Reza Pahlevi Isfahani kini bisa tenang usai laga final Indonesia Open 2025. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, pebulu tangkis asal Kanigoro, Kabupaten Blitar, ini tak kehilangan senyum.

Menjadi runner-up di turnamen sekelas Indonesia Open bukan capaian sembarangan. Namun, Reza yang kini makin dikenal di kancah internasional tetap rendah hati. Bagi dia, perjalananmasih panjang dan belum usai. Justru baru dimulai.

“Persiapan sebenarnya seperti biasa. Tapi memang sebelum Indonesia Open kemarin ada tiga turnamen beruntun. Di Thailand dan Singapura, saya sempat cedera pinggang. Itu cukup mengganggu pergerakan,” ujar Reza, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Sabtu (14/6/2025).

Indonesia Open 2025 lalu memang menjadi penutup dari rangkaian tur tiga negara. Artinya, Reza dan pasangannya harus bertanding nyaris tanpa jeda. Tak ada waktu untuk pemulihan penuh, apalagi latihan intens. Tapi di lapangan, tak ada pilihan selain tampil habis-habisan.

“Sebagai atlet profesional, menjaga konsistensi itu yang paling susah. Kita juga harus mengurus banyak hal sendiri. Tapi ya, kita sangat menikmati proses ini,” terang atlet ramah ini.

Kini, usai Indonesia Open, Reza langsung bersiap menatap tiga turnamen besar yang digelar beruntun pada Juli mendatang. Yakni, Japan Open (Super 750), China Open (Super 1000), dan Macau Open (Super 300). Tiga panggung internasional ini sangat bergengsi dan bisa menjadi batu loncatan besar, khususnya bagi kariernya di tepok bulu dunia.

“Saya berharap bisa mendapatkan hasil terbaik saat melakoni tiga turnamen besar tersebut,” harapnya.

Namun, bukan hanya itu. Ada satu target yang kini terus dikejarnya. Mimpi yang lebih besar. “Yang terdekat, saya ingin tampil di kejuaraan dunia yang digelar pada Agustus. Semoga bisa dapat medali di sana,” ungkap Reza penuh semangat.

Di balik semua pencapaiannya, Reza tetap anak Kanigoro yang sederhana. Dia tahu jalan panjang belum tentu mulus. Cedera, tekanan mental, dan beban turnamen bisa datang kapan saja.

Tapi, semangatnya tak pernah kendor. Karena di tangan yang menggenggam raket itu, ada harapan, ada mimpi, dan ada kebanggaan Blitar yang dibawanya terbang ke pentas dunia. (jar/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#japan open #Mohammad Reza Pahlevi Isfahani #warga #Indonesian Open #blitar #2025 #internasional #runner up #atlet #kanigoro #Sosok #Macau Open #china open