Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waduh, 3.000 Pekerja di Blitar Raya Terancam Tak Dapat BSU, BPJS Ketenagakerjaan Beberkan Penyebabnya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 26 Juni 2025 | 14:15 WIB
CARI KERJA: Masyarakat mendatangi bursa kerja yang dibuka Pemkab Blitar beberapa waktu lalu.
CARI KERJA: Masyarakat mendatangi bursa kerja yang dibuka Pemkab Blitar beberapa waktu lalu.

BLITAR – Bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah mulai dicairkan kepada para pekerja di berbagai wilayah, termasuk di Blitar. Meski pencairan telah berjalan, sebagian pekerja masih harus bersabar. Sebab, ada 3.000 pekerja yang belum memperbarui rekening.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Eris Aprianto menegaskan, dana BSU bukan berasal dari anggaran BPJS, melainkan sepenuhnya bersumber dari uang negara yang disalurkan melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

BSU yang diberikan kepada pekerja ini sebesar Rp 600 ribu merupakan stimulus pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi nasional di tengah situasi global yang belum stabil.

“Jadi, BPJS Ketenagakerjaan hanya membantu menyiapkan data peserta aktif yang memenuhi syarat. Kami tidak terlibat dalam proses penentuan penerima bantuan, apalagi pencairannya. Itu sepenuhnya kewenangan Kemnaker dan Kementerian Keuangan,” tegasnya, Kamis (26/6/2025). 

Eris menyebut, data calon penerima BSU diambil dari peserta aktif segmen penerima upah (PU) yang terdaftar hingga 30 April 2025. Saat ini, proses verifikasi data masih dilakukan oleh pemerintah pusat.

Nantinya, pencairan akan dilakukan sekaligus sebesar Rp 600 ribu, yaitu Rp 300 ribu per bulan selama dua bulan.

“Sampai hari ini ada yang sudah cair dan sebagian belum. Tapi saat rapat koordinasi terakhir melalui Zoom, pemerintah pusat menargetkan pencairan bisa dimulai pertengahan Juni,” ungkapnya.

Untuk itu, dia terus mendorong perusahaan agar segera melengkapi data nomor rekening para pekerja. Hal ini penting agar dana BSU dapat tersalurkan tepat waktu.

Dia juga mengimbau perusahaan untuk bekerja sama dengan bank agar proses pembukaan rekening bisa dilakukan secara kolektif dan efisien. BPJS Ketenagakerjaan siap memfasilitasi koordinasi antara perusahaan dan pihak perbankan.

“Kami mendorong perusahaan untuk segera mengisi kekosongan data rekening karyawan. Masih ada sekitar 3.000 pekerja di Blitar Raya yang datanya belum lengkap. Mereka bisa memperbarui melalui aplikasi JMO atau website. Terpenting kami pastikan datanya siap, rekeningnya aktif, dan prosesnya lancar. Setelah itu, tinggal menunggu keputusan dari pusat siapa saja yang lolos verifikasi,” tutur Eris.

Sementara itu, salah satu karyawan swasta di Blitar, Erina, mengaku telah menerima notifikasi dari bank himbara bahwa dana BSU senilai Rp 600 ribu sudah masuk ke rekeningnya. "Tadi siang saya dapat notifikasi dari bank. Alhamdulillah sudah cair,” ujar Erina.

Namun tidak semua pekerja mengalami hal serupa. Yefy, pekerja lainnya, justru menyebut bahwa status bantuannya masih dalam proses verifikasi di aplikasi. “Saya cek tadi masih verifikasi, belum tahu kapan cair,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#faktor #BPJS Ketenagakerjaan #BSU #blitar raya #kemnaker #terancam #kementerian keuangan #penyebab #pekerja #bantuan subsidi upah