Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kenalan dengan Salah Satu Atlet Voli Perempuan asal Blitar Berhasil Masuk Timnas, Ini Prestasinya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 28 Juni 2025 | 16:00 WIB

 

KUAT: Dinda Syifa Ammelia ketika tampil di ajang Nation Cup VIetnam 2025.
KUAT: Dinda Syifa Ammelia ketika tampil di ajang Nation Cup VIetnam 2025.

BLITAR - Bumi Penataran tidak pernah kehabisan talenta muda berprestasi hingga nasional. Salah satunya dara muda asal Lodoyo ini.

Bahkan, dia baru saja membela Tim Nasional (Timnas) Voli Indonesia dalam ajang Nation Cup di Vietnam pertengahan Juni ini.

Dia bernama Dinda Syifa Ammelia, perjalanannya menuju voli profesional bukanlah perjalanan yang mulus.

Namun ternyata kariernya di dunia voli ini sudah direncanakan sejak dini. Bahkan, warga Kelurahan Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, itu justru sempat tak menyukai olahraga yang kini membesarkan namanya.

“Awalnya aku jujur nggak suka voli. Tapi sejak kelas 2 SD, ibu mulai kenalin aku ke dunia voli. Sempat nggak mau, tapi akhirnya saya luluh waktu kelas 4 SD. Alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan,” ujar Dinda.

Keputusan ibu Dinda untuk mengenalkannya pada voli bukan tanpa alasan. Rupanya, sang ibu juga pernah menjadi pemain voli di masa mudanya. Memang ada faktor “pemaksaan” di awal, namun kini dia bersyukur dan menikmati hasilnya.

Gadis berusia 22 tahun ini menceritakan bahwa menekuni voli dimulai dari Blitar. Dia bergabung dengan klub Patria di Blitar sebelum akhirnya pindah ke klub V3 Pakunden akibat dinamika internal.

Kemampuannya menarik perhatian, hingga akhirnya saat duduk di kelas 3 SMP, Dinda pindah ke Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta, tempat banyak atlet nasional Indonesia ditempa.

“Maka dari itu, waktu kecil masa mainku tidak sebanyak anak lain. Tapi semua itu terbayar dengan prestasi. Hingga akhirnya bisa masuk di klub profesional,” ungkapnya.

Kini, Dinda memperkuat klub voli profesional Bandung, BJB Tandamata, salah satu tim kuat di Proliga. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya dari lawan di lapangan, melainkan dari dalam tim sendiri.

“Bersaing sehat dengan teman satu tim itu yang bikin harus terus semangat. Adu skill, adu mental, dan harus tahan tekanan,” kata Dinda.

Sebelumnya, Dinda sempat membela Jakarta Elektrik PLN pada 2023. Lalu, membela Jakarta TNI AU pada 2024.

Namun yang paling membanggakan tentu saat dia dipanggil memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia, pada ajang AVC Women’s volleyball Nation Cup.

Posisinya sebagai middle blocker membuat lawan-lawan harus hati-hati dengan kemampuan Dinda. Meski Indonesia tidak keluar sebagai juara, setidaknya itu menjadi pengalaman yang penting bagi perempuan ini.

"Alhamdulillah ini rezekiku, dari doa orang tua, saudara, dan teman-teman semua. Aku pernah mengalami cedera dan operasi dua kali. Sempat down banget. Tapi akhirnya bisa bangkit dan dipercaya masuk timnas," tuturnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan tentu saat berlaga di ajang Nation Cup. Menurut Dinda, turnamen itu menyimpan banyak cerita. Karena tekanannya besar dan banyak netizen yang kurang mendukung, Garuda Pertiwi tetap semangat berjuang, meski hasilnya tidak sesuai harapan.

Kini, mimpi terbesar Dinda sudah terwujud: membela Merah Putih. Namun, asa untuk menembus kompetisi luar negeri masih terus dia jaga. “Siapa tahu kalau rezekinya, aku bisa bergabung di klub luar negeri. Doakan saja,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#timnas #sutojayan #nasional #voli #Dinda Syifa Ammelia #blitar #indonesia #prestasi #atlet #perempuan #Nation Cup #Bumi Penataran #kabupaten #tim