Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Akhir Pekan Ini Tujuh Jemaah Asal Kabupaten Blitar Tiba, Tergabung dalam Kloter 75

Yanu Aribowo • Senin, 30 Juni 2025 | 22:30 WIB

 

TERPADU: Suasana PLHUT di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Blitar pada Senin (16/6).
TERPADU: Suasana PLHUT di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Blitar pada Senin (16/6).

BLITAR – Akhir pekan ini, jemaah haji asal Kabupaten Blitar dijadwalkan tiba kembali ke tanah air.

Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 75 Debarkasi Surabaya (SUB) yang mayoritas diisi oleh jemaah haji dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kloter ini ada tujuh jemaah haji asal Kabupaten Blitar.

Sesuai jadwal pemulangan dari Tanah Suci, jemaah kloter 75 dijadwalkan terbang dari Kota Madinah pada Jumat (4/7) pukul 04.20 Waktu Arab Saudi (WAS) dan tiba di Bandara Juanda pada pukul 21:35 WIB.

Selain dari NTT, jemaah haji kloter 75 berasal dari Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang, Kabupaten  Jember, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten  Kediri, Kabupaten Sumenep, Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kabupaten Sampang, termasuk tujuh orang dari Kabupaten Blitar.

“Untuk Kabupaten Blitar, proses pemulangan terjadwal kloter 75 dan kloter 85 pada awal Juli,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Hamim Thohari.

Sementara itu, pemulangan jemaah haji kloter 85 yang mayoritas berasal dari Kabupaten Probolinggo dijadwalkan terbang dari Kota Madinah pada Minggu (6/7) pukul 20.40 WAS dan tiba di Bandara Juanda pada Senin (7/7) pukul 14.15 WIB.

Selain jemaah haji dari Kabupaten Probolinggo, juga ada jemaah haji dari Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Banyuwangi, serta dua orang jemaah haji dari Kabupaten Blitar.

Seperti diketahui, proses pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Blitar dari Tanah Suci secara umum berjalan lancar dalam empat kelompok terbang (kloter) Debarkasi Surabaya (SUB) awal.

Untuk jemaah haji yang mengalami penundaan kepulangan karena mendapatkan perawatan di rumah sakit, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.

Jadwal penerbangannya digabungkan dengan kloter terdekat menuju ke tanah air.

Total jemaah haji yang sempat mengalami penundaan kepulangan ada enam orang, namun seorang wafat saat menjalani perawatan, yakni Moh Ali DM, 49, dari kloter 8 asal Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok pada Senin (16/6) pukul 02.00 WAS. (ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kloter #akhir pekan #debarkasi surabaya #Kabupaten Blitar #kemenag #haji #Tanah Suci #kelompok terbang #kementerian agama #jemaah