BLITAR-Nama Budi Ari Setiadi, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu loyalis utama Presiden Jokowi melalui organisasi relawan Projo, kini mencuat dalam narasi yang berbeda: bukan lagi tokoh pembangunan, melainkan figur kontroversial yang disebut-sebut dalam pusaran kasus besar judi online dan dugaan penyalahgunaan wewenang di lingkaran kekuasaan.
Sorotan publik terhadap Budi Ari meningkat tajam setelah sejumlah kesaksian dalam sidang kasus konsorsium judi online menyebut keterlibatannya, termasuk dugaan penerimaan dana dalam bentuk “uang kopi” yang dikirim ke rumah dinasnya. Tak hanya itu, pernyataannya yang menyeret nama besar seperti Budi Gunawan (BG) dan PDIP sebagai “tameng politik” dalam konflik hukum yang melibatkan dirinya memperkeruh situasi politik nasional.
Kini, di tengah isu reshuffle kabinet 2025, posisi Budi Ari sebagai Menteri Koperasi dan UKM dinilai tak lagi aman. Narasi “dari Projo ke Problèmo” menjadi potret kontras: seorang loyalis yang dulu dielu-elukan sebagai penjaga arah kebijakan presiden, kini terjerembab dalam krisis kepercayaan publik.
Dari Relawan Militan ke Pusat Pusaran
Budi Ari adalah figur penting di balik gerakan Projo, organisasi relawan Jokowi yang memainkan peran krusial dalam dua pemilihan presiden terakhir. Ia dikenal vokal membela kepentingan rakyat, serta menjadi salah satu motor penggerak komunikasi politik akar rumput istana.
Namun, semuanya berubah saat skandal judi online mencuat. Dalam podcast Deddy Corbuzier, sejumlah narasumber secara terbuka menyebut nama Budi Ari sebagai pihak yang terhubung dengan praktik gelap dalam penghapusan situs-situs judol. Diduga, situs-situs pesaing dihapus demi membuka jalan bagi jaringan “terlindung”, yang kemudian menyetor uang ke lingkaran elite melalui jalur tidak resmi.
Yang membuat publik terkejut bukan hanya dugaan praktiknya, tetapi simbolisme yang menyertainya: uang yang dibungkus dalam plastik kopi dan diantarkan langsung ke rumah dinas seorang menteri. Sebuah ironi mengingat posisi Budi Ari seharusnya mewakili integritas dan reformasi dalam sektor koperasi dan ekonomi rakyat.
Baca Juga: Duka Keluarga Ayah-Anak Korban KMP Tunu Pratama Asal Kabupaten Blitar Aris Sudah Dimakamkan
Menggeser Perhatian ke Politik
Saat polemik makin ramai, Budi Ari membuat manuver mengejutkan: menyebut nama BG (Budi Gunawan) dan PDIP dalam konteks seolah-olah dirinya menjadi korban tekanan politik. Langkah ini dianggap oleh sebagian pengamat sebagai strategi bertahan, mencoba menggeser narasi dari persoalan hukum ke arena konflik politik.
Namun, justru pernyataan inilah yang memantik reaksi keras. PDIP melalui saluran hukum resmi menyatakan keberatan, sementara pengacara Budi Gunawan juga membuka kemungkinan langkah hukum. Publik, terutama netizen, merespons dengan sinis, mempertanyakan motif serta kebenaran dari narasi “korban politik” yang dibangun Budi Ari.
Arah Baru Kabinet: Waktu yang Tidak Bersahabat
Berada dalam pusaran skandal di tengah isu reshuffle kabinet, jelas membuat posisi Budi Ari menjadi beban politik tersendiri. Presiden Prabowo, yang tengah membentuk fondasi kabinet kerja untuk periode awal pemerintahannya, dikabarkan mempertimbangkan opsi penyegaran di sejumlah kementerian yang terseret kontroversi publik.
Sebagian kalangan meyakini bahwa reshuffle adalah momentum bersih-bersih. Jika Presiden ingin meninggalkan warisan pemerintahan yang bersih dan tegas terhadap korupsi dan perjudian daring, maka nama-nama yang terasosiasi dengan skandal besar—termasuk Budi Ari—akan sulit dipertahankan.
Dari Harapan Menjadi Kekecewaan
Transformasi Budi Ari dari ikon relawan ke simbol krisis integritas adalah cermin bagaimana kekuasaan bisa mengubah wajah seseorang di mata publik. Saat pertama kali dipercaya menjabat menteri, banyak yang menaruh harapan pada perannya dalam membangkitkan UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Namun kini, narasi yang berkembang justru berkutat pada praktik kekuasaan yang dianggap menyimpang: pembentukan tim satelit di luar struktur Kominfo, penyalahgunaan diskresi, serta dugaan aliran dana dari konsorsium judi online.
Akankah Diakhiri di Meja Reshuffle?
Publik kini menanti bagaimana akhir dari episode panjang ini. Apakah Budi Ari akan tetap bertahan di kabinet, atau reshuffle akan menjadi panggung “penyucian” politik bagi pemerintahan baru?
Yang jelas, kisah “dari Projo ke Problèmo” ini mengajarkan satu hal: loyalitas politik tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan transparansi, integritas, dan tanggung jawab. Apalagi jika menyangkut kepercayaan publik yang hari ini makin jeli dan kritis, terutama ketika aroma uang haram dan judi online menyeruak dari balik dinding rumah dinas seorang menteri.
Editor : Anggi Septian A.P.