Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Motor Rongsok ke Showroom Puluhan Juta, Ini Perjuangan Nyatanya

Anggi Septiani • Sabtu, 19 Juli 2025 | 01:30 WIB

Dari Motor Rongsok ke Showroom Puluhan Juta, Ini Perjuangan Nyatanya
Dari Motor Rongsok ke Showroom Puluhan Juta, Ini Perjuangan Nyatanya

BLITAR-Nama Galuh Classic kini tidak asing bagi para penggemar motor tua di wilayah Blitar dan sekitarnya. Di balik kesuksesan showroom motor klasik bernilai ratusan juta rupiah ini, tersimpan kisah inspiratif tentang ketekunan, jatuh bangun usaha, dan pengorbanan seorang ayah muda yang membangun bisnis dari nol.

Awalnya, Galuh Classic hanyalah sebuah impian kecil dari Alex Zakaria, seorang pemuda pecinta motor tua.

Namun hidup berkata lain. Ketika istrinya pergi meninggalkan anak yang baru lahir, Alex terpaksa menjual motor hobi kesayangannya hanya untuk membeli susu dan popok. Dari titik terendah itulah cikal bakal Galuh Classic tumbuh, bermula dari rasa kepepet yang berubah jadi motivasi kuat.

Baca Juga: Manfaatkan Teknologi AI untuk Majukan UMKM Indonesia

Kini, setelah bertahun-tahun bekerja keras, Alex berhasil mengembangkan Galuh Classic menjadi showroom dengan belasan koleksi motor antik yang ditaksir bernilai total lebih dari Rp 400 juta. Namun jalannya tidak semulus yang terlihat dari luar. Alex sempat kehilangan hampir segalanya akibat penipuan dan kecerobohan sendiri.

Jual Motor Demi Susu Anak

Tahun 2018 adalah awal segalanya. Saat itu Alex baru saja ditinggalkan istrinya dan harus mengasuh bayi sendirian. Tak ada pekerjaan tetap, dan motor klasik yang biasanya jadi barang koleksi terpaksa dijual untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saat itu saya mikir, hobi bisa dicari lagi nanti. Tapi anak enggak bisa nunggu lapar,” ujar Alex. Dari penjualan satu motor, ia mulai melirik peluang kecil: memperbaiki motor-motor tua yang rusak, lalu dijual kembali lewat komunitas online. Dari situlah konsep Galuh Classic mulai terbentuk, walau belum punya tempat tetap dan masih menggunakan halaman rumah sebagai bengkel dadakan.

Jatuh Bangun: Pernah Rugi Rp200 Juta

Seiring berjalannya waktu, bisnis mulai berkembang. Namun seperti usaha lain, tantangan tak bisa dihindari. Pada 2021, Alex mengalami musibah besar.

Seorang pembeli fiktif memesan tiga motor sekaligus dengan pembayaran bertahap. Tanpa curiga, Alex mengirimkan unit, namun pembayaran tak pernah datang. Ia rugi hampir Rp200 juta dalam satu transaksi.

“Rasanya pengin nyerah. Uang itu hasil ngumpulin selama dua tahun, dari motor rusak yang saya benerin sendiri,” kenangnya. Tapi daripada tenggelam dalam amarah, Alex memilih bangkit. Ia belajar soal manajemen risiko, menata ulang keuangan, dan mulai memisahkan aset pribadi dari aset usaha.

Baca Juga: Tetap Jadi Angkutan Andalan, Selama Libur Sekolah Stasiun Blitar Berangkatkan 37.952 Penumpang

“Dari pengalaman pahit itu, saya belajar: jangan asal percaya, dan semua harus tercatat. Tapi juga jangan berhenti karena trauma,” jelasnya.

Galuh Classic Kini Jadi Rujukan Pecinta Motor Tua

Kini Galuh Classic berdiri kokoh di tepi jalan lintas Blitar-Malang. Showroom tersebut bukan hanya tempat jual beli, tapi juga menjadi bengkel restorasi dan komunitas kumpul penggemar motor antik.

Dalam sebulan, Alex bisa menjual hingga lima unit motor dengan harga mulai dari Rp 12 juta hingga Rp 90 juta, tergantung tingkat orisinalitas dan kelangkaan.

Tak hanya melayani pasar lokal, Galuh Classic juga mulai merambah ke pembeli luar kota bahkan luar provinsi. Melalui akun media sosial yang dikelolanya sendiri, Alex mempromosikan koleksi dan hasil restorasi motornya yang kerap viral di kalangan penghobi.

Baca Juga: MIN di Kabupaten Blitar Serap 1.438 Siswa Baru di Tahun Ajaran Baru 2025/2026

“Kuncinya bukan sekadar jual motor. Saya ingin bangun hubungan dan edukasi soal nilai sejarah di balik setiap motor,” jelasnya.

Filosofi Bisnis: Bekerja dari Hati

Di tengah gemerlap dunia jual beli otomotif yang kadang penuh tipu daya, Alex memegang teguh satu prinsip: kerja dari hati. Ia percaya bahwa rejeki datang bukan karena ambisi semata, tapi karena niat yang tulus.

“Banyak yang tanya, kenapa enggak naikin harga tinggi? Saya bilang, saya dagang buat makan, bukan buat pamer. Kalau rejeki, sudah ada jalannya,” katanya. Prinsip ini pula yang membuat banyak pelanggan kembali lagi, bahkan merekomendasikan Galuh Classic ke rekan-rekan mereka.

Alex juga rutin menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk membantu anak yatim dan komunitas. “Saya tahu rasanya susah. Jadi kalau bisa bantu orang lain, kenapa enggak?” tambahnya.

Mimpi Besar: Galuh Classic Jadi Pusat Edukasi Motor Klasik

Meski sudah sukses secara finansial, Alex tak ingin berhenti di sini. Ia sedang merancang konsep “Galuh Academy,” tempat pelatihan mekanik muda khusus motor klasik. Harapannya, semangat pelestarian sejarah dan budaya otomotif bisa diwariskan ke generasi baru.

“Saya ingin ada lebih banyak anak muda yang belajar bukan cuma soal mesin, tapi juga nilai-nilai kehidupan dari motor tua. Karena setiap motor itu punya cerita,” pungkas Alex.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#Pergi #Galuh #bisnis #Memulai #Zakaria #classic #alex #titik #dari #Saat #nol #Istrinya #Pemilik