Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bukan Lagi Jokowi, Prabowo Gelar HUT RI Perdana di Istana Merdeka: Apa Sinyal untuk HUT ke-81 RI?

Ichaa Melinda Putri • Rabu, 30 Juli 2025 | 00:00 WIB
Bukan Lagi Jokowi, Prabowo Gelar HUT RI Perdana di Istana Merdeka: Apa Sinyal untuk HUT ke-81 RI?
Bukan Lagi Jokowi, Prabowo Gelar HUT RI Perdana di Istana Merdeka: Apa Sinyal untuk HUT ke-81 RI?

BLITAR – Untuk pertama kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto akan memimpin langsung upacara HUT ke-80 RI dari Istana Merdeka, Jakarta. Keputusan ini menandai pergeseran dari tradisi Presiden sebelumnya, Joko Widodo, yang tahun lalu memilih Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi utama peringatan detik-detik proklamasi. Pergeseran lokasi ini pun menjadi sorotan publik karena dapat mencerminkan arah kepemimpinan Prabowo dan menyiratkan pesan menjelang HUT ke-81 RI tahun depan.

Pada peringatan kemerdekaan tahun 2024 lalu, Presiden Joko Widodo membuat sejarah dengan menggelar upacara kenegaraan pertama kali di IKN, Kalimantan Timur. Upacara tersebut disebut sebagai simbol transisi kekuasaan dan pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke IKN. Namun, dalam pemerintahan Prabowo, Istana Merdeka kembali menjadi panggung utama upacara kemerdekaan, setidaknya untuk tahun ini.

Kepala Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, membenarkan bahwa Prabowo akan memimpin upacara dari Jakarta. “Informasi terakhir, pelaksanaan upacara 17 Agustus 2025 akan berlangsung di Istana Merdeka. Panitianya sudah dibentuk, dan BPIP telah melakukan seleksi Paskibraka,” ujar Hasan dikutip dari Kompas.com, Rabu (16/7/2025). Ia juga menyebut logo dan tema resmi akan segera diumumkan, seiring persiapan menuju HUT ke-81 RI.

Baca Juga: Indonesia vs Thailand: Euforia Suporter Memuncak, Gerald Vanenburg Optimistis Meski Tanpa Dua Pilar

Istana vs IKN: Dua Simbol, Dua Gaya

Perbedaan lokasi antara dua presiden mencerminkan perbedaan pendekatan. Presiden Jokowi kerap menekankan simbolisme dan momentum historis dalam berbagai keputusannya, termasuk dalam pemilihan IKN sebagai tempat peringatan HUT RI. Jokowi ingin menunjukkan bahwa IKN bukan hanya proyek, tapi realitas yang sudah mulai dijalankan.

Sebaliknya, Prabowo terlihat memilih pendekatan realistis. Menurut Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, pemindahan lokasi ke Jakarta bukanlah bentuk penolakan terhadap IKN, melainkan pertimbangan teknis semata. “IKN masih dalam proses pembangunan. Maka Presiden memutuskan untuk fokus pada persiapan dan penyelesaian IKN, bukan menjadikannya panggung simbolik tahun ini,” jelas Juri.

Namun keputusan ini tetap mengundang tafsir politik. Sebagian publik melihatnya sebagai tanda bahwa Presiden Prabowo belum sepenuhnya menempatkan IKN sebagai pusat kegiatan kenegaraan. Ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah pada HUT ke-81 RI tahun depan, Prabowo akan melanjutkan tradisi Jokowi atau justru memperkuat Jakarta sebagai pusat?

Baca Juga: Hasil Babak Pertama Indonesia Vs Thailand U23: Garuda Muda Dominasi Permainan

Gaya Kepemimpinan Baru yang Lebih “Terpusat”?

Sejak menjabat, gaya kepemimpinan Prabowo dikenal tegas, praktis, dan lebih mengedepankan efektivitas ketimbang simbolisme. Upacara di Istana Merdeka yang kental dengan nuansa formal kenegaraan dianggap lebih mencerminkan pendekatan klasik kekuasaan—yakni Jakarta sebagai pusat komando nasional.

Analis politik dari UGM, Dr. Endah Priyatini, menyebut gaya ini sebagai “presidensial klasik.” “Prabowo tidak menolak IKN, tetapi ia ingin memastikan semuanya benar-benar siap. Ini gaya manajerial. Kalau IKN belum siap, dia tidak akan memaksakan tampil di sana,” ujarnya.

Dengan gaya seperti ini, kemungkinan pelaksanaan HUT ke-81 RI di IKN akan sangat bergantung pada progres pembangunan fisik maupun kesiapan protokoler negara. Jika infrastruktur dan fasilitas di IKN belum selesai tahun depan, bisa jadi Istana Merdeka kembali menjadi lokasi utama.

Baca Juga: Indonesia U23 vs Thailand U23: Tertinggal 0-1, Gol Balasan Gagal Usai Jens Raven Hantam Tiang

IKN Tetap Gelar Upacara, Tapi Tanpa Presiden

Meski Presiden tak hadir di IKN, pemerintah memastikan tetap ada penyelenggaraan upacara di ibu kota baru tersebut. Acara akan dipimpin oleh otoritas lokal dan kemungkinan pejabat tingkat nasional lainnya. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan hadir di sana atau tetap mendampingi Presiden di Jakarta.

Skenario “dua upacara” ini menjadi gambaran transisi pemerintahan Indonesia di era baru. Jakarta masih memegang peran dominan, sementara IKN perlahan-lahan diarahkan untuk siap menampung kegiatan utama negara, termasuk HUT ke-81 RI mendatang.

Harapan Publik: Tahun Depan di Nusantara?

Keputusan Presiden Prabowo untuk menggelar HUT ke-80 RI di Jakarta memang bisa dimengerti secara teknis. Namun publik tetap menaruh harapan besar bahwa pada HUT ke-81 RI di tahun 2026, upacara bisa kembali digelar di IKN. Bukan hanya sebagai bentuk simbolik, tetapi juga pembuktian bahwa proyek ibu kota baru benar-benar progresif dan konkret.

Baca Juga: 5 Bantuan Sosial Cair Serentak 23 Juli 2025: Cek Daerah & Syarat Penerimanya, Termasuk PKH dan BPNT

"Kalau tahun depan tetap di Jakarta, publik akan bertanya-tanya: seberapa serius kita memindahkan ibu kota?" ujar aktivis pemuda Blitar, Rani Widyaningsih. Ia menilai, publik menanti tindakan nyata, bukan hanya wacana.

Tema dan Logo, Semangat Menuju Indonesia Emas

Sementara itu, persiapan teknis peringatan HUT ke-80 RI tetap berjalan. BPIP telah menyelesaikan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), dan panitia nasional mulai bergerak. Logo dan tema yang akan diluncurkan disebut-sebut akan menyoroti semangat menuju “Indonesia Emas 2045”, bertepatan dengan 80 tahun usia kemerdekaan bangsa.

Tema tahun ini juga akan menjadi jembatan menuju HUT ke-81 RI, yang ditargetkan menjadi perayaan besar dengan pusat kegiatan kenegaraan berpindah penuh ke IKN.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Upacara HUT RI ke 80