BLITAR– Kabar baik datang bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2021 yang sempat tertunda, akhirnya mulai dicairkan secara bertahap oleh Kementerian Sosial RI. Pencairan ini disambut antusias masyarakat, khususnya pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terbitan 2021 yang sebelumnya sering mengeluh karena bantuan tak kunjung masuk.
Pencairan bantuan BPNT dan PIP ini sudah berlangsung sejak awal Juli 2025 dan menjangkau sejumlah wilayah, di antaranya Kota Tasikmalaya, Sukabumi, Bekasi, dan Bogor.
Banyak KPM yang telah mengonfirmasi pencairan tersebut melalui berbagai kanal, baik melalui grup penerima bantuan sosial maupun media sosial. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan sejumlah KPM yang mempertanyakan apakah KKS 2021 masih layak digunakan untuk menerima bantuan.
Baca Juga: Mencari Sekda Definitif Kabupaten Blitar, Kepala Bappeda Ini Mengaku Siap Jika Dipercaya
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan para KPM, bantuan BPNT yang cair berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per KPM, sementara PIP untuk jenjang SMP dicairkan dengan nominal mulai Rp250.000 hingga Rp375.000. Penerima bisa mengecek saldo melalui aplikasi perbankan seperti Livin' by Mandiri, BRI Mobile, atau ATM bank penyalur.
Dominasi KKS 2021: BNI dan Mandiri Paling Banyak Salurkan
Penyaluran bantuan BPNT dan PIP kali ini mayoritas dilakukan melalui Bank Himbara, terutama BNI dan Mandiri. KKS 2021 yang sempat diragukan statusnya, justru mendominasi proses pencairan. Di Tasikmalaya, misalnya, bantuan BPNT untuk KPM pemilik KKS BNI 2021 mulai cair sejak tanggal 2 Juli lalu sekitar pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, wilayah Sukabumi dan Bekasi juga melaporkan pencairan bantuan BPNT melalui rekening KKS 2021, setelah sebelumnya hasil pengecekan saldo selalu nihil. Salah satu KPM di Bekasi menyebutkan bahwa dirinya sempat hampir menyerah karena sudah lebih dari setahun tak mendapatkan bantuan, namun akhirnya saldo masuk sebesar Rp600.000 pada awal Juli.
Sistem penyaluran kali ini dilakukan secara bertahap, namun masif. Bahkan, tidak sedikit yang mengaku menerima lebih dari satu jenis bantuan sekaligus, seperti BPNT dan PKH komponen anak usia dini atau pelajar SD. Hal ini terjadi karena validasi data yang akhirnya terverifikasi di sistem Kemensos dan masuk dalam kategori eligible penerima.
Baca Juga: Seruan Lintas Iman di Momen Kemerdekaan: Merdeka dalam Salam dari Semua Keyakinan
PIP Cair Sebelum Tahun Ajaran Baru
Tak hanya BPNT, program PIP juga turut cair di momen yang sangat tepat. Dana bantuan pendidikan ini masuk sebelum dimulainya tahun ajaran baru pada 14 Juli 2025. Para orang tua pun merasa terbantu, mengingat kebutuhan biaya sekolah meningkat tajam di awal semester.
Sejumlah siswa kelas 8 dan 9 di Jakarta Pusat dan Kota Bogor telah melaporkan pencairan PIP dengan nominal variatif. Salah satu penerima dari Bogor menyebutkan bahwa PIP SMP yang diterima melalui BRI ditarik senilai Rp350.000 dengan sisa saldo Rp25.000. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi bantuan dilakukan langsung ke rekening siswa, tanpa potongan dari pihak sekolah.
Bukti transaksi juga beredar luas sebagai validasi bahwa bantuan PIP benar-benar cair. Penerima diminta untuk selalu menjaga kerahasiaan PIN dan kartu, serta tidak mudah percaya pada pihak yang mengklaim bisa mempercepat pencairan bantuan.
Masih Zonk? Ini Solusi bagi Penerima BPNT dan PIP yang Belum Cair
Bagi KPM yang merasa belum mendapatkan pencairan BPNT atau PIP, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan status desil Anda sesuai dengan syarat penerima bantuan. Untuk BPNT, hanya desil 1 sampai 5 yang berhak menerima. Sementara untuk PKH, hanya desil 1 sampai 4.
Kedua, cek status data Anda melalui pendamping sosial atau operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIK-NG) di desa atau kelurahan. Mereka bisa membantu memverifikasi apakah nama Anda masih aktif dan masuk dalam daftar penerima bantuan tahun berjalan.
Ketiga, periksa apakah rekening Anda aktif dan tidak bermasalah. Beberapa bantuan gagal masuk karena nomor rekening tidak valid, kartu KKS rusak, atau adanya pemblokiran dari pihak bank.
Penyaluran Masif Lewat Himbara, Proyeksi Bisa Tuntas Pekan Ini
Kementerian Sosial bersama bank Himbara seperti BNI, BRI, dan Mandiri terus menggenjot penyaluran bantuan sosial agar tersalurkan 100% pada pekan ini. Penerima diimbau untuk melakukan pengecekan secara berkala melalui ATM atau aplikasi perbankan, karena saldo bisa masuk sewaktu-waktu.
Dengan adanya top-up masif ini, diharapkan tidak ada lagi KPM yang merasa terpinggirkan atau kehilangan haknya. Terutama untuk KKS 2021 yang sempat mengalami keterlambatan pencairan.
Tips:
Untuk mengecek bantuan BPNT dan PIP:
-
Buka aplikasi Livin' Mandiri, BRI Mobile, atau ATM.
-
Masukkan PIN dan cek saldo terakhir.
-
Bila masih kosong, konsultasikan dengan pendamping sosial