BLITAR - Munculnya bendera One Piece yang dikibarkan di sejumlah tempat di Indonesia menuai sorotan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menegaskan pentingnya menghormati simbol negara, terutama bendera merah putih.
Kepala Bakesbangpol Kota Blitar, Toto Robandiyo, mengatakan bahwa telah memantau langsung di lapangan.
Tujuannya memastikan posisi bendera merah putih tetap berada di atas bendera lain, termasuk bendera yang berasal dari budaya populer seperti anime.
“Kita sudah coba pantau di lapangan bagaimana posisi bendera merah putih itu di atas bendera yang lain. Kita imbau pengibaran bendera itu tidak ada maksud lain,” kata Toto.
Dia menekankan agar tidak ada unsur penghinaan terhadap lambang negara. Baik itu dalam bentuk pengibaran bendera lain atau apa pun itu.
Dia menilai masyarakat memahami mana yang tidak boleh dan mana yang untuk hiburan atau kesenangan.
“Yang penting jangan ada maksud lain dan tetap menghargai serta menghormati bendera merah putih, sebagaimana diatur oleh undang-undang,” tegasnya.
Sejauh ini, Toto menyebutkan bahwa di kota Blitar belum ditemukan pengibaran bendera One Piece secara resmi. “Kalau di kota kayaknya tidak ada,” akunya.
Sementara itu, pencinta anime One Piece atau yang kerap disebut Nakama turut memberikan tanggapan.
Salah satunya anak muda yang enggan disebutkan namanya ini menilai berlebihan jika ada pihak yang merasa tersinggung atas berkibarnya bendera One Piece. Namun tentunya pengibaran tersebut tidak boleh dibandingkan dengan merah putih.
“Memang betul kalau di anime itu simbol perlawanan terhadap pemerintah. Namun juga tidak masalah kalau dikibarkan di bawah merah putih,” katanya.
Nakama lain menegaskan bahwa keberadaan bendera tersebut sebenarnya tidak mengandung arti apa pun. Namun, misalnya ada bendera One Piece yang dikibarkan, tentu itu sebagai bagian dari penggemar anime asal Jepang tersebut.
“Kami hanya suka anime, terus mengibarkan di bawah merah putih, itu karena kami memang suka anime-nya, tidak ada maksud apa-apa,” ujarnya. (mg2/c1/ady) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah