Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Semangat Gadis Blitar Atlet Dancesport Bawa Nama Harum Daerah di Bidang Seni Tari hingga Level Internasional

M. Subchan Abdullah • Selasa, 12 Agustus 2025 | 19:55 WIB
PANTANG MENYERAH: Aqila Nadjwa Widyasti menunjukkan medali dari ajang Porprov Jatim 2025.
PANTANG MENYERAH: Aqila Nadjwa Widyasti menunjukkan medali dari ajang Porprov Jatim 2025.

 

 

BLITAR - Jiwa seni tari sudah mengalir dalam darah Aqila Nadjwa Widyasti sejak kecil. Bakat itu terus diasahnya hingga berhasil menorehkan sejumlah prestasi, salah satunya di ajang Porprov Jawa Timur (Jatim) 2025 beberapa waktu lalu.

Pelajar kelas X SMA ini terus mengasah bakatnya demi meraih Impian, menari di level internasional.

Sejak kecil, gadis yang akrab disapa Aqila - ini memang gemar menari. Khususnya tari tradisional. Untuk mengasah bakat potensialnya, orang tua lalu mendaftarkannya di salah sanggar tari di Bumi Bung Karno.

Di bawah bimbingan guru tari, Aqila dikenalkan lebih dalam mengenai seni tari tradisional.

Di sanggar itu dia ditempa keras agar bisa menjadi penari hebat dan meraih prestasi. Berbagai perlombaan tari pun diikuti demi menguji mental dan kemampuannya.

Berjalannya waktu, pada 2019 Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Blitar mengadakan seleksi atlet untuk ajang bergengsi regional Porprov 2019. Di situ, sejumlah guru di sekolah mendorong Aqila untuk ikut seleksi penjaringan atlet dancesport.

“Dari situlah awal perjalanan saya sebagai atlet dancesport. Hingga akhirnya saya diterima di IODI dan berlatih keras di situ,” kenangnya, Selasa (12/8/2025).

Di IODI, Aqila diajarkan dasar-dasar tarian hip hop dan ballroom oleh Mrs Defiz dan Mrs Eva. Tak cukup disitu, dia berupaya untuk meningkatkan ilmu dan kemampuannya dengan bergabung di Club TDC Surabaya.

“Di sana, di bawah naungan guru besar saya, Mrs Lany, Mr Albert, MrJery & Coach saya dilatih keras untuk menjadi penari hebat. Mereka ini pelatih hebat saya yang telah mengukir banyak prestasi. Saya diajarkan teknik-teknik ballroom yang lebih baik,” tutur gadis 16 tahun ini.

Aqila pun semakin jatuh hati pada cabor olahraga tersebut. Dia telah menemukan passion dan minat pada dancesport.

“Apalagi saya sudah ada basic sebagai penari. Dan, menari sudah menjadi bagian dari hidup, saya yakin setiap latihan maupun pertandingan akan saya jalani dengan penuh semangat dan sepenuh hati,” ungkap warga Kecamatan Sananwetan ini.

Hingga suatu waktu, Aqila berhasil menjadi bagian dari tim Puslatda dancesport Jawa Timur saat masih berusia 14 tahun. Baginya, itu adalah pencapaian yang luar biasa. Terlebih ketika berkesempatan untuk berkompetisi di ajang level Internasional.

“Momen itu adalah momen berkesan. Untuk pertama kalinya saya berkompetisi di luar negeri pada usia tersebut. Ini jadi pengalaman berharga dan membanggakan dalam perjalanan saya,” ungkapnya, terharu.

Momen lain yang cukup berkesan adalah ketika mengalami cedera pada kaki kanan. Pasalnya, cedera itu hadir diwaktu yang kurang tepat karena menjelang pertandingan kejurkot dan porprov. Kondisi itu membuatnya susah untuk berdiri.

“Jika berdiri saja rasanya sakit, apalagi untuk berlatih. namun, saya memiliki tekad kuat untuk tetap tampil dan meraih medali. Saya selalu berkata pada diri sendiri, "seburuk apa pun keadaan saya, orang lain hanya boleh melihat hasil terbaik dari saya,” ujarnya.

Kondisi cedera kala itu tak membuatnya patah semangat. Itu menjadi tantangan tersendiri untuk terus maju dan bukan alasan untuk menyerah. Semangat itu terus dia jaga hingga kini.

Perjuangan kerasnya selama ini tak lepas dari dukungan dari berbagai pihak. Terutama keluarga, guru dan para pelatih.

“Mereka adalah orang-orang penting dan hebat dalam perjalanan atlet saya. Berkat bimbingan, dukungan penuh dan doa restunya, saya bisa belajar menjadi atlet yang berkarakter  dan harus siap di setiap kondisi,” tuturnya.

Aqila berharap, ke depan tidak sekadar berpretasi di bidang olahraga atau nonakademik, namun juga di bidang akademik.

Cita-cita terbesarnya adalah bisa masuk ke salah satu universitas terbaik di Indonesia, sesuai dengan fakultas impiannya.

Melalui tekadnya tersebut, dia ingin membuktikan bahwa atlet bukan hanya bisa bersinar di lapangan, tapj juga mampu di dunia akademik dan lainnya. 

“Karena bagi saya, batas itu cuma ada di pikiran kita. Selama mau berusaha, kita pasti bisa bersinar hebat dimana saja,” tuturnya lantas tersenyum.

Pesan kepada anak muda untuk jangan pantang menyerah. Jadikan setiap cobaan menjadi tantangan yang harus dihadapi demi menggapai tujuan ataupun cita-cita.

“Menjadi atlet muda memang bukan hal yang mudah, tetapi menyerah hanya akan menjauhkan kita dari masa depan yang kita impikan,” pungkasnya. (*/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#tari tradisional #daerah #IODI #Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia #Kejurkot #Nama Harum #seni tari #Kota Blitar #bawa #Porprov Jatim