Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Arca Ganesa Raib dalam Kebakaran DPRD Kediri, Koleksi Museum Hilang

Axsha Zazhika • Senin, 1 September 2025 | 21:30 WIB
Arca Ganesa Raib dalam Kebakaran DPRD Kediri, Koleksi Museum Hilang
Arca Ganesa Raib dalam Kebakaran DPRD Kediri, Koleksi Museum Hilang

BLITAR - Fragmen arca Ganesa Kebakaran DPRD Kediri resmi dinyatakan raib. Arca klasik yang disimpan di Museum Bagawan Tabari itu hilang saat insiden kebakaran yang melanda Gedung DPRD Kota Kediri.

Arkeolog menyebut kehilangan ini merupakan kerugian sejarah besar. Arca Ganesa yang berusia ratusan tahun menjadi salah satu koleksi utama museum. Hilangnya artefak tersebut membuat banyak pihak prihatin.

Kebakaran DPRD Kediri bukan hanya membakar gedung pemerintahan. Insiden itu juga mengancam keberadaan warisan budaya bangsa. Museum Bagawan Tabari yang berada tepat di belakang gedung ikut terdampak.

Baca Juga: Kota Blitar Siap Jadi Tuan Rumah Orkestra Keroncong Nusantara, Catat Tanggal Main dan Tempatnya

Koleksi Klasik Ikut Jadi Korban

Arkeolog menjelaskan, Museum Bagawan Tabari menyimpan banyak tinggalan klasik. Mulai dari fragmen arca, etnografika, hingga miniatur peninggalan. Semua koleksi ini memiliki nilai penelitian dan sejarah yang tinggi.

Namun, ketika kebakaran terjadi, museum tak bisa luput dari ancaman. Asap pekat dan situasi kacau membuat koleksi sulit dijaga sepenuhnya. Sejumlah barang akhirnya dinyatakan hilang.

“Yang paling jelas raib adalah fragmen kepala arca Ganesa. Itu koleksi penting, dan kini sudah tidak ada di tempatnya,” ujar seorang arkeolog.

Baca Juga: Buku Kendali Siswa Berlaku September, Dispendik Kota Blitar Jelaskan Fungsi dan Manfaatnya

Nilai Sejarah Arca Ganesa

Fragmen arca Ganesa yang hilang bukan sekadar batu. Artefak itu berasal dari abad awal dan memiliki kemiripan dengan temuan serupa di Temanggung. Nilainya sangat penting untuk penelitian sejarah Hindu di Jawa.

Arca Ganesa biasanya melambangkan ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan penolak bala. Hilangnya koleksi ini membuat peneliti kehilangan salah satu sumber penting untuk kajian sejarah klasik.

“Arca itu menjadi penghubung antara temuan-temuan klasik. Kehilangannya adalah kehilangan ilmu pengetahuan,” tambah arkeolog.

Baca Juga: Anak Ceria, Orang Tua Bahagia: Kerabat SAE Kota Blitar Jadi Ruang Belajar Bersama

Dugaan Dijarah Saat Chaos

Arkeolog menduga, hilangnya arca Ganesa bukan karena api, melainkan dijarah saat situasi chaos. Saat massa aksi berada di sekitar museum, ada kelompok yang mencoba masuk dengan membawa alat perusakan.

Meski petugas museum sudah berusaha menghadang, situasi yang tidak terkendali membuat sebagian koleksi terambil. Beberapa orang bahkan melontarkan ucapan kasar, seolah menganggap isi museum tidak penting.

“Mereka bilang cuma batu. Padahal itu peninggalan leluhur yang tidak ternilai. Sangat menyakitkan mendengar hal itu,” ucap saksi mata.

Baca Juga: 153 Pejabat Pemkab Blitar Kena Geser Bupati Rijanto, tapi Sisakan 8 Kursi Kepala OPD Kosong

Evakuasi Tak Sempurna

Petugas museum sebenarnya sempat menyelamatkan beberapa koleksi. Meski kaki terluka karena pecahan kaca, mereka tetap mengangkut barang-barang yang bisa dijangkau.

Namun, kondisi blokade jalan oleh kendaraan terbakar membuat evakuasi tidak maksimal. Miniatur lumbung dengan ornamen klasik bahkan terpaksa ditinggalkan karena terlalu berat untuk dipindahkan.

“Kami sudah berusaha maksimal. Tapi tidak semua bisa dibawa. Situasinya benar-benar darurat,” jelas arkeolog.

Baca Juga: Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW dan Siraman Gong Kyai Pradah, Alun-alun Lodoyo Blitar Mulai Ramai

Trauma Bagi Petugas

Kehilangan arca Ganesa membuat para petugas museum syok. Mereka menyebut peristiwa malam itu sebagai salah satu pengalaman paling kelam dalam menjaga koleksi bersejarah.

Bahkan, hingga esok paginya, mereka masih trauma ketika melakukan pembersihan dan pendataan ulang. Suasana museum yang biasanya penuh edukasi berubah menjadi tempat penuh kepedihan.

“Rasanya kosong sekali. Tidak menyangka benda bersejarah yang kami jaga bertahun-tahun bisa hilang dalam semalam,” ujar salah satu petugas.

Baca Juga: ⁠Cara Brigpol Riska menjadi Polisi Humanis: Aktif di Medsos hingga Dekat dengan Masyarakat

Warisan Budaya Harus Dilindungi

Insiden ini menjadi alarm keras bagi perlindungan warisan budaya. Arkeolog meminta pemerintah dan aparat keamanan lebih serius dalam menjaga museum maupun situs bersejarah.

Menurut mereka, museum bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan gudang memori bangsa. Setiap koleksi yang hilang sama saja dengan hilangnya bagian dari sejarah Indonesia.

“Kami berharap masyarakat sadar. Jangan sampai amarah membuat kita merusak warisan leluhur sendiri,” pungkas arkeolog.

Baca Juga: Perda RTRW Kota Blitar Anyar, Wali Kota Mas Ibin: Lebih Luwes dan Buka Banyak Peluang Baru

Harapan untuk Masa Depan

Meski kehilangan banyak koleksi, petugas museum bertekad tetap menjaga apa yang tersisa. Sejumlah koleksi yang berhasil diselamatkan kini diamankan di lokasi rahasia.

Mereka berharap tidak ada eskalasi konflik lanjutan yang bisa mengancam museum kembali. Dukungan pemerintah dan kepedulian masyarakat dianggap kunci utama untuk pemulihan.

“Yang hilang memang tidak bisa kembali. Tapi yang tersisa harus kita jaga bersama,” tutup saksi.

Editor : Anggi Septian A.P.
#sejarah #warisan budaya #kebakaran kediri #Museum Bagawanta Bhari #Arca Ganesa