Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Chaos Kebakaran DPRD Kediri, Demonstran Nyaris Jarah Museum

Axsha Zazhika • Senin, 1 September 2025 | 22:30 WIB
Chaos Kebakaran DPRD Kediri, Demonstran Nyaris Jarah Museum
Chaos Kebakaran DPRD Kediri, Demonstran Nyaris Jarah Museum

BLITAR – Aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Kediri pada Senin (28/8/2025) sore berubah menjadi chaos setelah api melalap sebagian gedung dewan. Kericuhan semakin memuncak ketika sejumlah demonstran mencoba masuk ke area museum yang berada tak jauh dari lokasi, sehingga nyaris terjadi penjarahan.

Insiden ini membuat publik tercengang. Di tengah semangat memperjuangkan aspirasi rakyat, justru aksi berubah menjadi anarkis yang merusak fasilitas umum dan mengancam warisan sejarah. Beberapa saksi mata menyebutkan para demonstran melempar batu, memecahkan kaca, hingga mendorong pagar museum.

Situasi baru terkendali setelah aparat kepolisian dan TNI turun tangan menghalau massa. Petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk menjinakkan api di Gedung DPRD. Hingga malam, kepulan asap masih terlihat, sementara area museum dijaga ketat agar tidak dirusak massa.

Baca Juga: Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Terhadap Perempuan Warga Kanigoro Blitar di Kamar Kos, Wakapolres: Lanjut Limpahkan Berkas

Museum yang berada di sekitar lokasi aksi sempat menjadi sasaran kemarahan. Warga sekitar panik ketika melihat sejumlah demonstran mencoba mendobrak pintu. Beruntung, aparat bergerak cepat sehingga museum yang menyimpan banyak benda bersejarah, termasuk koleksi perjuangan Bung Karno, berhasil diselamatkan.

“Kalau museum sampai dijarah, bukan hanya bangunan yang rusak, tapi juga memori sejarah bangsa akan hilang. Apalagi di dalamnya ada peninggalan perjuangan kemerdekaan,” ujar salah satu sejarawan lokal Kediri.

Peristiwa ini kemudian memantik diskusi publik soal kesetiaan Bung Karno pada bangsa Indonesia. Meski hidup di tengah tekanan, beliau tetap menjaga warisan sejarah dan identitas bangsa. Konteks ini kontras dengan tindakan sebagian demonstran yang justru merusak simbol perjuangan rakyat.

“Kesetiaan Bung Karno pada negeri ini seharusnya jadi inspirasi. Demonstrasi boleh, tapi jangan sampai mengkhianati sejarah dan merusak simbol bangsa,” ungkap seorang aktivis muda yang hadir di lokasi.

Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, namun sejumlah gedung DPRD mengalami kerusakan berat. Sementara itu, polisi masih melakukan pendataan dan mendalami kemungkinan adanya provokator yang memicu kerusuhan.

Masyarakat Kediri berharap insiden ini menjadi pelajaran agar aspirasi tetap disampaikan secara damai. “Bangsa ini butuh semangat persatuan, bukan amarah yang merusak. Kalau Bung Karno saja bisa setia membela negeri di masa sulit, seharusnya kita juga bisa menjaga warisan perjuangan itu,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Editor : Anggi Septian A.P.
#sejarah #warisan budaya #kebakaran kediri #Museum Bagawanta Bhari