Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Evakuasi Koleksi Museum Bagawan Tabari Saat Kebakaran DPRD Kediri

Axsha Zazhika • Senin, 1 September 2025 | 22:00 WIB
Evakuasi Koleksi Museum Bagawan Tabari Saat Kebakaran DPRD Kediri
Evakuasi Koleksi Museum Bagawan Tabari Saat Kebakaran DPRD Kediri

BLITAR – Insiden evakuasi kebakaran DPRD Kediri tidak hanya menyita perhatian publik karena gedung dewan dilalap api. Museum Bagawan Tabari yang berdiri tepat di belakang gedung DPRD juga menjadi sorotan utama. Para arkeolog berjibaku menyelamatkan koleksi bersejarah di tengah kobaran api dan kepungan massa.

Sejak malam kejadian, situasi berlangsung menegangkan. Api membakar gedung DPRD Kota Kediri sekitar pukul 20.00 WIB. Asap pekat menjulang tinggi dan merambat ke arah museum. Tim arkeolog bersama sejumlah relawan bergegas masuk untuk mengamankan benda-benda koleksi sebelum terlambat.

Mereka tidak sempat berpikir panjang. Dengan kaki yang terluka akibat pecahan kaca dan asap yang membuat sesak, arkeolog tetap fokus pada satu hal: menyelamatkan warisan sejarah agar tidak musnah. “Kita enggak sempat pakai alas kaki. Yang penting benda bersejarah bisa dievakuasi,” kata salah satu saksi yang terlibat dalam proses evakuasi.

Koleksi Bersejarah Jadi Taruhan

Museum Bagawan Tabari selama ini dikenal menyimpan berbagai artefak klasik. Mulai dari arca, fragmen batu, kain etnografis, hingga miniatur lumbung dengan ornamen khas. Semua koleksi itu adalah bukti panjang peradaban Kediri sejak masa klasik hingga era kolonial.

Namun, pada malam kejadian, banyak benda berharga terancam hilang. Beberapa koleksi raib, termasuk fragmen kepala arca Ganesa abad awal yang memiliki nilai sejarah tinggi. “Kami masih melakukan pendataan. Ada yang berhasil diamankan, tapi beberapa hilang dari tempatnya,” ujar seorang arkeolog yang ikut dalam evakuasi.

Evakuasi Dramatis di Tengah Chaos

Proses evakuasi koleksi museum berlangsung dramatis. Di luar, demonstran berusaha mendekati museum. Beberapa orang bahkan mencoba masuk dengan alasan ingin mencari “watu” atau batu. Para arkeolog berkali-kali menghalau mereka agar tidak merusak barang bersejarah.

“Mas, niki museum. Isinya barang peninggalan leluhur. Monggo jangan dirusak,” begitu pinta mereka. Sayangnya, sebagian massa tetap merespons dengan umpatan kasar. Situasi kian berbahaya karena api makin membesar dan kendaraan di sekitar lokasi ikut terbakar.

Di tengah kepungan asap, tim evakuasi memilih menyelamatkan benda yang memungkinkan untuk dibawa. Koleksi besar dan berat, seperti miniatur lumbung, terpaksa ditinggalkan karena kondisi tidak memungkinkan.

Beberapa Koleksi Berhasil Diamankan

Meski dalam keterbatasan, sejumlah artefak berhasil dievakuasi. Barang-barang tersebut langsung dibawa ke lokasi yang dirahasiakan demi keamanan. “Kami simpan di tempat yang aman, sambil menunggu situasi kondusif. Yang penting koleksi tidak jatuh ke tangan yang salah,” kata seorang petugas museum.

Upaya penyelamatan ini mendapat apresiasi luas. Banyak pihak menilai keberanian para arkeolog dan relawan patut diapresiasi. Mereka mempertaruhkan keselamatan demi menjaga warisan sejarah yang tidak ternilai.

Harapan Setelah Insiden

Kini, pasca-evakuasi, tim masih melakukan pembersihan dan pendataan ulang. Mereka berharap publik bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga warisan sejarah. “Marah boleh, demo boleh, tapi jangan melampiaskan pada peninggalan leluhur. Itu identitas kita,” tegas seorang arkeolog.

Insiden ini juga menjadi catatan serius bagi pemerintah. Keamanan museum dan situs sejarah harus ditingkatkan agar tidak rentan terhadap dampak kerusuhan. Warisan budaya bukan sekadar benda mati, tetapi jejak identitas bangsa yang wajib dilestarikan.

Malam evakuasi di Museum Bagawan Tabari akan dikenang sebagai momen keberanian. Di tengah kobaran api dan situasi chaos, sekelompok orang memilih menjaga sejarah. Mereka membuktikan bahwa meski fisik bisa lelah, tekad untuk melestarikan warisan budaya tetap menyala.

Editor : Anggi Septian A.P.
#arkeolog #sejarah #evakuasi #kebakaran kediri #Museum Bagawanta Bhari