BLITAR – Fenomena unik terjadi di pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga tahun 2025. Meski status di sistem belum SI, sejumlah penerima manfaat melaporkan dana bansos sudah masuk ke rekening.
Kabar ini muncul sejak 30 Agustus lalu. Sejumlah KPM menunjukkan bukti struk dari KKS Bank BSI dengan saldo tambahan Rp600 ribu. Padahal, status di aplikasi cek bansos masih tercatat belum SI.
Hal serupa juga terjadi di Bank Mandiri dan BRI. Sejumlah rekening penerima sudah terisi dana bansos Rp600 ribu. Namun, belum semua penerima merasakan pencairan.
Kondisi ini membuat banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin bansos cair jika status belum SI? Apakah ada kesalahan teknis atau memang mekanisme normal dari sistem penyaluran?
Menurut pengamat kebijakan sosial, hal tersebut bisa terjadi karena proses administrasi berjalan paralel. Artinya, data sudah siap diproses di bank meski status SI di sistem pusat belum diperbarui.
“Selama datanya sudah clear di bank, pencairan bisa lebih dulu masuk. Sedangkan status SI kadang update belakangan,” jelas seorang sumber yang memahami alur bansos.
Hal ini juga bukan pertama kali terjadi. Pada tahap-tahap sebelumnya, sejumlah KPM juga mengalami fenomena serupa. Pencairan dana lebih dulu masuk, sementara status di aplikasi baru berubah beberapa hari kemudian.
Fenomena ini tidak perlu membuat masyarakat panik. Justru menjadi tanda positif bahwa proses penyaluran berjalan dan dana benar-benar cair.
Yang perlu dicatat, tidak semua penerima mengalami hal sama. Sebagian KPM harus menunggu status SI diperbarui terlebih dahulu sebelum dana cair ke rekening.
Pencairan bansos memang dilakukan bertahap. Hal ini bertujuan agar sistem perbankan tidak overload dan meminimalisir kesalahan transfer.
Fakta di lapangan menunjukkan, Bank BSI menjadi penyalur tercepat pada akhir Agustus. Disusul Bank Mandiri dan BRI sehari setelahnya.
Penerima manfaat di Blitar mengaku kaget saat mengecek saldo. Padahal, informasi resmi dari aplikasi cek bansos masih belum menunjukkan pencairan.
“Saya cek saldo di ATM BSI, ternyata sudah masuk Rp600 ribu. Tapi di aplikasi masih kosong. Alhamdulillah,” ujar Siti, warga Sananwetan.
Kondisi ini menegaskan bahwa pencairan bansos tidak selalu seragam di seluruh wilayah. Ada yang lebih dulu mendapat, ada yang baru menyusul beberapa hari berikutnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap rutin mengecek saldo. Jangan hanya terpaku pada status SI di aplikasi. Bisa jadi dana sudah cair, hanya status belum update.
Selain itu, penting juga untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan negatif. Apalagi menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kemensos sudah menegaskan, semua penerima yang berhak tetap akan mendapatkan haknya. Dana bansos tidak akan hilang meski pencairan bertahap.
Kondisi ini juga dipengaruhi oleh periode pencairan bansos. Untuk tahap ketiga, periode yang dicairkan mencakup bulan Juli, Agustus, dan September.
Karena itu, nominal yang cair sebesar Rp600 ribu. Jumlah tersebut sangat berarti bagi penerima, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Meski begitu, program bansos PKH tahap 3 belum terlihat cair. Hingga kini, laporan yang masuk masih seputar BPNT.
Banyak penerima berharap PKH segera menyusul. Sebab, jika cair bersamaan dengan BPNT, manfaatnya tentu lebih besar.
Di media sosial, fenomena bansos cair meski belum SI ramai dibicarakan. Ada yang senang, ada pula yang bingung dengan kondisi ini.
Namun, para admin forum bansos mengingatkan agar masyarakat tetap tenang. Pencairan bansos memang kerap berbeda-beda waktunya di tiap bank.
“Kalau sudah ada yang cair, biasanya tinggal tunggu giliran. Jangan khawatir,” tulis salah satu akun komunitas penerima bansos.
Dalam konteks kebijakan, pencairan lebih awal justru membantu masyarakat. Sebab, kebutuhan hidup tidak bisa menunggu terlalu lama.
Pemerintah juga dianggap semakin sigap dalam menyalurkan bantuan. Meskipun secara administrasi belum lengkap, bansos bisa segera dirasakan manfaatnya.
Dengan begitu, fenomena “belum SI tapi sudah cair” dapat dimaknai sebagai bentuk percepatan. Selama dana masuk ke rekening penerima yang berhak, program ini tetap berjalan sesuai tujuan.
Masyarakat penerima diimbau untuk sabar menunggu giliran. Tidak perlu panik jika saldo belum masuk. Cek secara berkala di ATM atau agen bank.
Yang terpenting, jangan sampai informasi simpang siur membuat penerima salah paham. Pastikan hanya mengikuti informasi resmi dari Kemensos dan bank penyalur.
Ke depan, diharapkan pembaruan sistem bisa lebih sinkron. Sehingga status SI dan pencairan dana bisa lebih seragam.
Untuk saat ini, kabar bansos cair meski belum SI tetap menjadi angin segar bagi masyarakat. Apalagi di tengah beban kebutuhan yang makin meningkat.
Editor : Anggi Septian A.P.