BLITAR – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga tahun 2025 mulai cair sejak akhir Agustus. Sejumlah penerima manfaat melaporkan dana Rp600 ribu masuk ke rekening.
Namun, tidak semua KPM langsung mendapat bansos bersamaan. Ada yang sudah cair, ada yang masih menunggu giliran. Kondisi ini kerap membuat masyarakat bingung.
Agar tidak gagal paham, penerima disarankan mengetahui cara tepat mengecek saldo bansos. Dengan begitu, informasi pencairan bisa dipastikan langsung dari rekening.
Pertama, penerima bisa mengecek saldo melalui ATM bank penyalur. Caranya mudah, cukup masukkan kartu KKS lalu cek saldo rekening. Jika dana sudah masuk, saldo otomatis bertambah.
Kedua, cek melalui agen bank atau e-warung yang bekerja sama. Penerima bisa meminta bantuan agen untuk melihat apakah saldo bansos sudah masuk atau belum.
Ketiga, gunakan layanan mobile banking atau internet banking bagi yang sudah terdaftar. Meski tidak semua penerima menggunakan fitur ini, bagi yang bisa, cara ini lebih praktis.
Cara-cara tersebut dianggap lebih akurat dibanding hanya menunggu update di aplikasi cek bansos. Sebab, sering kali status di aplikasi masih “belum SI” meski dana sudah cair.
Fenomena ini terbukti di tahap ketiga kali ini. Banyak penerima KKS Bank BSI mengaku sudah menerima Rp600 ribu sejak 30 Agustus, padahal status di aplikasi belum berubah.
Jika hanya mengandalkan status di aplikasi, penerima bisa salah paham. Padahal, dana sudah masuk lebih dulu di rekening.
Selain itu, penting juga memahami bahwa pencairan bansos dilakukan bertahap. Tidak semua penerima mendapat pada hari yang sama.
Bank penyalur seperti BSI, Mandiri, dan BRI menyalurkan dana sesuai kesiapan sistem. Karena itu, ada yang lebih cepat, ada yang sedikit lebih lambat.
Kemensos menegaskan, dana bansos tidak akan hilang. Jadi, penerima tidak perlu panik jika belum menerima di awal pencairan.
Penerima juga diimbau untuk tidak mudah percaya dengan kabar simpang siur di media sosial. Lebih baik cek langsung saldo rekening sendiri.
“Banyak yang panik karena lihat postingan orang lain sudah cair. Padahal, pencairan memang bertahap. Jadi, sabar saja,” ujar seorang agen bank di Blitar.
Tips lain yang perlu diperhatikan adalah mencatat tanggal penting pencairan. Untuk tahap ketiga, periode mencakup bulan Juli, Agustus, dan September. Nominal yang masuk Rp600 ribu.
Dengan memahami jadwal, penerima bisa lebih tenang menunggu giliran pencairan.
Selain itu, hindari menarik dana dalam jumlah besar sekaligus jika tidak terlalu mendesak. Gunakan bansos sesuai kebutuhan agar manfaatnya lebih terasa.
BPNT tahap ketiga ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi keluarga penerima. Terutama untuk belanja kebutuhan pokok dan biaya sekolah anak.
Meski begitu, program PKH tahap 3 belum terlihat cair. Sejauh ini, laporan yang masuk masih sebatas BPNT.
Penerima PKH disarankan tetap menunggu. Biasanya pencairan PKH menyusul beberapa hari hingga seminggu setelah BPNT cair.
Masyarakat juga diminta bijak menggunakan bansos. Jangan sampai dana yang seharusnya untuk kebutuhan pokok justru terpakai untuk hal lain.
Untuk meminimalisir salah paham, berikut ringkasan tips cek saldo bansos:
Selalu cek saldo lewat ATM KKS.
Manfaatkan agen bank resmi.
Gunakan mobile banking jika tersedia.
Jangan hanya percaya status di aplikasi.
Cek saldo secara berkala, minimal seminggu sekali saat periode pencairan.
Dengan langkah ini, penerima tidak akan bingung ketika mendengar kabar pencairan.
Pemerintah berharap masyarakat lebih aktif mengecek saldo sendiri. Sosialisasi terus dilakukan agar penerima tidak terjebak informasi simpang siur.
Kabar baiknya, meski belum semua cair, bansos tahap ketiga sudah berjalan. Bukti struk dari BSI, Mandiri, dan BRI menjadi tanda positif.
Bagi yang belum menerima, cukup bersabar dan rutin mengecek saldo. Dana pasti akan masuk sesuai hak penerima.
Dengan memahami cara cek saldo, masyarakat bisa lebih tenang dan tidak mudah panik. Apalagi, bansos tahap ini cukup besar nilainya, Rp600 ribu.
Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa program bansos masih terus berjalan. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui BPNT dan PKH.
Masyarakat hanya perlu lebih sabar, cermat, dan disiplin dalam mengecek saldo. Dengan begitu, manfaat bansos bisa dirasakan lebih maksimal.
Editor : Anggi Septian A.P.