BLITAR - Peralihan penyaluran bantuan sosial dari POS ke KKS membuat banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kebingungan. Sejumlah warga sudah menerima kartu KKS baru dari bank penyalur, tetapi saldo masih kosong. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah bansos tahap 3 periode Juli–September 2025 tetap bisa cair?
Fakta di lapangan menunjukkan, sebagian KPM yang beralih dari POS ke KKS memang belum bisa langsung mencairkan bantuan. Meski sudah memegang kartu baru, saldo belum masuk. Namun, pemerintah menegaskan bahwa dana akan tetap disalurkan, hanya waktunya menyesuaikan tahapan pencairan.
Masyarakat penerima diimbau bersabar. Bagi KPM yang baru menerima KKS, bantuan akan mulai masuk pada tahap 2. Artinya, tidak semua otomatis mendapat pencairan di tahap 3. Meski demikian, hak penerima tetap terjaga sesuai aturan.
Kenapa Harus Beralih ke KKS?
Pemerintah sejak beberapa tahun terakhir mendorong digitalisasi penyaluran bansos. Salah satunya dengan mengganti sistem penyaluran lewat POS menjadi melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Tujuannya agar penyaluran lebih transparan, cepat, dan mudah diawasi. Selain itu, dengan KKS, KPM bisa mencairkan bantuan lewat ATM, agen bank, maupun e-warong.
Meski begitu, transisi ini tidak selalu berjalan mulus. Banyak KPM yang belum terbiasa menggunakan kartu perbankan. Akibatnya, muncul kebingungan ketika saldo belum langsung masuk.
Saldo Kosong, Kapan Dana Masuk?
Salah satu kendala yang sering dialami penerima baru adalah saldo kosong. Padahal kartu KKS sudah diterima.
Menurut informasi resmi, kondisi ini wajar. Dana bansos tidak langsung masuk ketika kartu dibagikan. Pencairan baru dilakukan setelah proses verifikasi selesai dan sesuai jadwal tahap yang berlaku.
Untuk bansos PKH maupun BPNT, penerima baru biasanya mulai menerima bantuan di tahap 2. Jadi, jika tahap 3 belum terisi, masyarakat diminta tidak panik. Hak mereka tetap akan diberikan sesuai mekanisme.
Baca Juga: Gedung DPRD Kabupaten Blitar Dibakar Perusuh, Bupati Rijanto: Perbaikan Gunakan Anggaran PAK
Kasus di Lapangan
Di berbagai daerah, banyak laporan KPM yang sudah memegang KKS tetapi belum bisa menarik dana. Beberapa bahkan mengaku kecewa karena harus bolak-balik ke bank untuk mengecek saldo.
“Sudah dikasih kartu, tapi waktu dicek isinya masih kosong,” keluh salah satu penerima di Blitar.
Pendamping PKH menegaskan agar masyarakat tidak resah. Pencairan tetap dilakukan, hanya saja waktunya berbeda. Saldo yang belum masuk akan disalurkan di tahap selanjutnya.
Penebalan Bansos Rp400 Ribu
Bagi KPM yang beralih dari POS ke KKS, ada kabar baik. Mereka berhak menerima penebalan bansos sebesar Rp400 ribu.
Namun, bantuan tambahan ini hanya berlaku untuk alokasi tahap 2. Sementara di tahap 3, penebalan tidak lagi diberikan. Artinya, KPM tetap akan menerima bansos reguler sesuai haknya.
Dengan adanya tambahan dana ini, pemerintah berharap penerima bisa lebih leluasa memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Final Closing Jadi Penentu
Meski sudah memegang KKS, tidak semua penerima otomatis dapat bansos tahap 3. Hal ini karena pemerintah menerapkan sistem final closing.
Proses ini dilakukan untuk menentukan daftar penerima yang berhak. Jika nama seorang KPM tidak tercantum dalam final closing, maka bantuan tidak akan cair, meski kartunya sudah ada.
Final closing didasarkan pada hasil survei sosial ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Jadi, faktor kelayakan tetap menjadi syarat utama pencairan.
Baca Juga: Tokoh Lintas Agama di Blitar Serukan Tolak Kekerasan dan Provokasi, Apa Langkah Pencegahannya?
Pentingnya Pendamping PKH
Dalam masa transisi ini, peran pendamping PKH sangat penting. Mereka menjadi penghubung antara pemerintah dan penerima manfaat.
Pendamping biasanya memberikan informasi terkini tentang jadwal pencairan, cara penggunaan KKS, hingga solusi jika terjadi kendala.
Masyarakat diimbau untuk aktif berkomunikasi dengan pendamping, agar tidak mudah percaya pada informasi simpang siur di media sosial.
Tantangan Digitalisasi Bansos
Pengalihan ke KKS sebenarnya sejalan dengan program digitalisasi keuangan. Namun, di lapangan masih banyak tantangan.
Sebagian besar KPM tinggal di pedesaan dengan akses terbatas ke ATM atau agen bank. Tidak semua penerima paham cara menggunakan kartu perbankan.
Inilah sebabnya pemerintah perlu memberikan pendampingan lebih intensif. Edukasi tentang cara cek saldo, tarik tunai, hingga penggunaan di e-warong harus terus digencarkan.
Harapan KPM
Meski banyak kendala, mayoritas KPM tetap berharap program bansos bisa berjalan lancar. Mereka hanya meminta agar pencairan dilakukan tepat waktu, terutama bagi yang baru mendapat KKS.
“Kalau bisa, jangan lama-lama kosongnya. Kami butuh segera,” kata seorang ibu rumah tangga penerima BPNT di Tulungagung.
Dengan pencairan tepat waktu, masyarakat bisa lebih tenang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Peralihan dari POS ke KKS dalam penyaluran bansos tahap 3 Juli–September 2025 memang menimbulkan sejumlah kendala. Banyak KPM sudah memegang kartu baru, tetapi saldo masih kosong.
Pemerintah memastikan kondisi ini normal. Dana akan tetap masuk sesuai jadwal pencairan. Penerima baru biasanya mulai mendapat bantuan di tahap 2.
Meski begitu, tidak semua otomatis cair. Final closing tetap menjadi penentu. Karena itu, masyarakat diimbau bersabar dan menunggu informasi resmi dari pendamping. Dengan begitu, penyaluran bansos bisa lebih transparan, adil, dan tepat sasaran.
Editor : Anggi Septian A.P.