Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Heboh! Patung Ironman Ahmad Sahroni Dikira Dijarah, Ternyata Buatan Eko Tulungagung dari Spons Sandal

Anggi Septian A.P. • Sabtu, 6 September 2025 | 06:15 WIB
Kostum Ironman berbahan sederhana karya Eko Purnomo yang sempat heboh dikira patung koleksi Ahmad Sahroni.
Kostum Ironman berbahan sederhana karya Eko Purnomo yang sempat heboh dikira patung koleksi Ahmad Sahroni.

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM, Tulungagung– Nama Eko Purnomo, pengrajin kostum asal Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, mendadak viral.

Karyanya berupa kostum Ironman dikira sebagai patung Ironman milik anggota DPR RI Ahmad Sahroni yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.

Kisah itu bermula saat Eko, 39, mengunggah foto kostum Ironman buatannya di akun media sosial pada Jumat (29/8).

Kostum tersebut merupakan pesanan pelanggan dari Malaysia dan Eropa. Tak disangka, unggahannya memicu salah paham besar.

Sehari berselang, Sabtu (30/8), muncul kabar kerusuhan di Jakarta yang menyeret isu penjarahan. Warganet lalu mengaitkan foto kostum Eko dengan patung Ironman impor koleksi Ahmad Sahroni.

Dari situlah, Eko menerima banyak pesan dan notifikasi yang membuatnya syok.

“Awalnya saya bingung, kok tiba-tiba ramai. Ada yang bilang saya dapat patung Ironman dari penjarahan. Padahal ini murni hasil karya tangan saya, bahannya dari spons sandal jepit,” kata Eko saat ditemui wartawan, Minggu (31/8).

Eko menegaskan, kostumnya sama sekali berbeda dengan patung Ironman milik Ahmad Sahroni. Jika patung koleksi politisi asal Tanjung Priok itu berbahan premium dan bernilai ratusan juta, maka karyanya justru sederhana.

“Bahannya murah, yang penting bisa dibentuk. Saya lebih menekankan pada kreativitas,” tambahnya.

Fenomena ini justru membawa berkah tersendiri bagi Eko. Banyak orang kini penasaran dengan hasil karyanya.

“Saya menerima banyak pesan dari luar daerah, bahkan ada yang langsung memesan. Jadi, meskipun awalnya salah paham, ternyata membawa rezeki,” ujarnya sambil tersenyum.

Di sisi lain, kabar soal patung Ironman Ahmad Sahroni yang diduga dijarah saat kerusuhan juga ramai diperbincangkan publik.

Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Sahroni terkait dugaan kehilangan koleksi tersebut.

Kisah Eko menjadi bukti bahwa kreativitas anak desa mampu bersaing, bahkan di tengah isu nasional sekalipun. “Saya hanya ingin menunjukkan kalau karya dari bahan sederhana bisa punya nilai. Semoga ke depan bisa lebih dikenal luas,” harap Eko.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Eko Purnomo #tulungagung #ironman #ahmad sahroni