Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kartu KKS PKH dan BPNT Bisa Rusak Jika Terlalu Sering Dipakai Cek Saldo

Anggi Septiani • Rabu, 10 September 2025 | 23:30 WIB

 

 

 

 

Kartu KKS PKH dan BPNT Bisa Rusak Jika Terlalu Sering Dipakai Cek Saldo
Kartu KKS PKH dan BPNT Bisa Rusak Jika Terlalu Sering Dipakai Cek Saldo

BLITAR-Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) mulai mencairkan bantuan PKH dan BPNT tahap 3 September 2025. Namun, di tengah kabar gembira itu, muncul peringatan penting bagi pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Kartu KKS ternyata bisa rusak bila terlalu sering digunakan untuk mengecek saldo di mesin ATM. Fakta ini diungkapkan dalam siaran kanal YouTube Diari Bansos yang memantau proses pencairan di berbagai daerah.

Kalau sering-sering dipakai gesek di ATM, pita hitam di belakang kartu KKS bisa tergores atau terkelupas. Akibatnya kartu tidak bisa lagi terbaca di mesin,” jelas narasumber kanal tersebut.

Baca Juga: “Beberapa PTN Bisa Tolak Pelamar KIP Kuliah Meski Layak, Ini Alasannya”

Mayoritas KKS yang digunakan KPM saat ini memang masih memakai teknologi pita hitam atau magnetic stripe, bukan chip. Teknologi ini dianggap lebih rentan rusak apabila terkena gesekan berulang.

Peringatan ini penting di tengah antusiasme KPM yang berbondong-bondong ingin memastikan apakah saldonya sudah cair. Banyak penerima bansos yang mengaku tidak sabar sehingga mengecek saldo hingga beberapa kali dalam sehari.

Selain risiko kerusakan, kebiasaan terlalu sering ke ATM juga berpotensi menimbulkan masalah lain. Misalnya kartu tertelan mesin, hilang, atau bahkan rawan disalahgunakan orang lain jika jatuh di tempat umum.

Baca Juga: Viral! Video Masak Soto Ayam Ini Bikin Netizen Ngiler dan Ramai Ditonton di YouTube

Kemensos bersama bank penyalur mengimbau agar KPM lebih bijak. Cukup cek saldo sekali dalam beberapa hari. Bila belum ada perubahan, bisa menunggu instruksi pencairan selanjutnya dari Kemensos.

Selain menggunakan mesin ATM, KPM juga bisa memanfaatkan aplikasi digital. Bagi pemegang KKS Bank Mandiri, saldo bisa dipantau lewat aplikasi Livin’ by Mandiri. Cara ini lebih praktis dan aman karena tidak berisiko merusak kartu.

Namun, bagi KPM yang tidak memiliki smartphone atau kesulitan mengakses internet, pengecekan di ATM tetap bisa dilakukan. Hanya saja, sebaiknya jangan terlalu sering.

Baca Juga: Cuma Modal Murah, Masak Soto Ayam Bisa Jadi Menu Lengkap Seharian!

Kalau ingin lebih aman, gunakan ATM Mandiri atau ATM Link. Di sana tidak dikenakan biaya transaksi. Kalau di ATM bank lain atau agen bank, biasanya ada potongan Rp5.000 sampai Rp10.000,” tambah narasumber.

Kondisi ini membuat sebagian KPM mengeluh. Mereka merasa bingung harus berapa kali mengecek agar tidak ketinggalan informasi pencairan. Apalagi pencairan PKH dan BPNT dilakukan bertahap sehingga tidak semua saldo masuk di hari yang sama.

Di Blitar misalnya, ada penerima yang mengaku sudah tiga kali ke ATM namun saldo tetap nihil. “Saya takut kartunya rusak, tapi kalau tidak dicek ya tidak tahu kapan cairnya,” kata Siti, salah satu KPM asal Kecamatan Wlingi.

Baca Juga: Resep Soto Ayam Ceker Ini Lagi Viral, Kuah Segar Gurih Bikin Ketagihan!

Selain PKH dan BPNT, ada juga bantuan lain yang tengah dicairkan seperti bantuan atensi yatim piatu, penebalan BPNT, hingga BLT Dana Desa. Situasi ini membuat KPM makin sering bolak-balik ke ATM untuk memastikan bantuan mana yang sudah masuk.

Kemensos menegaskan, pencairan dilakukan bertahap untuk memastikan data penerima valid. Bagi KPM yang datanya sudah siap, saldo akan langsung masuk. Sebaliknya, yang masih dalam proses verifikasi harus bersabar.

Jika hingga pertengahan September bantuan belum juga cair, KPM disarankan mengecek ke pendamping sosial desa atau operator bansos. Bisa jadi status bantuan berubah atau penerima sudah tidak lagi masuk daftar karena berbagai alasan.

Baca Juga: Strategi Mitraku Tekan Kerugian dari Rp 5 Juta Jadi Rp 800 Ribu per Bulan

Untuk menjaga KKS tetap awet, para penerima diimbau menyimpan kartu dengan baik, tidak melipat, dan tidak meletakkannya di tempat lembap. Hindari juga meletakkan kartu dekat benda magnetik seperti speaker atau ponsel karena bisa merusak pita hitam.

Meski terdengar sepele, kerusakan KKS bisa berdampak besar. Penerima yang kartunya rusak harus mengurus penggantian kartu ke bank penyalur, prosesnya bisa memakan waktu dan membuat pencairan bansos tertunda.

Peringatan ini diharapkan membuat KPM lebih hati-hati. Alih-alih berulang kali mengecek saldo, lebih baik menunggu informasi resmi dari Kemensos atau pendamping sosial. Dengan begitu, kartu KKS tetap aman, bantuan pun bisa dicairkan tanpa hambatan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#bpnt #kks #pkh