BLITAR-Pembangunan jalan tol identik dengan Kementerian PUPR. Namun, tak banyak yang tahu bahwa ada peran besar Badan Pertanahan Nasional (BPN) di balik suksesnya proyek infrastruktur tersebut.
Kepala Bagian Pemberitaan Hubungan Antar Lembaga Kementerian ATR/BPN, Harrison Mokodompis, menyebut bahwa pengadaan tanah adalah pekerjaan besar yang selama ini ditangani BPN. “Kalau tidak ada pengadaan tanah, mustahil jalan tol bisa terwujud. BPN hadir memastikan proses itu berjalan adil,” ujarnya dalam sebuah podcast resmi.
Bukan Sekadar Birokrasi
Menurut Harrison, BPN kerap dipersepsikan hanya sebagai lembaga pengurus sertifikat. Padahal, peran instansi ini jauh lebih luas, terutama dalam pembangunan nasional.
“Di balik jalan tol yang membentang dari Jawa hingga Sumatera, ada kerja keras ASN BPN di lapangan. Mereka yang mengurus pengadaan lahan, negosiasi dengan pemilik tanah, hingga memastikan masyarakat mendapat ganti untung,” jelasnya.
Ia menekankan, istilah “ganti rugi” sudah ditinggalkan. BPN menggunakan konsep ganti untung agar masyarakat tidak merasa dirugikan ketika tanahnya digunakan untuk kepentingan publik.
Tantangan di Lapangan
Pengadaan tanah untuk proyek tol bukan perkara mudah. BPN harus berhadapan dengan beragam persoalan, mulai dari status tanah yang belum bersertifikat hingga munculnya klaim ganda.
Bahkan, dalam beberapa kasus, mafia tanah ikut bermain dengan menerbitkan sertifikat bodong. Kondisi itu bisa memperlambat jalannya proyek.
“Di sinilah integritas ASN BPN diuji. Mereka harus bekerja dengan hati, karena setiap bidang tanah yang disentuh menyangkut kehidupan masyarakat,” kata Harrison.
Skala Besar, Tantangan Besar
Indonesia memiliki 126 juta bidang tanah, jumlah yang sangat besar dibandingkan negara-negara Eropa. Skala ini membuat pekerjaan BPN menjadi lebih kompleks.
Namun, dengan dukungan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), BPN mampu memetakan lahan secara lebih rapi. “Kalau semua tanah terdaftar, sengketa berkurang, mafia tanah tidak punya ruang, dan pembangunan bisa lebih lancar,” ujarnya.
Jalan Tol dan Manfaat Nyata
Harrison menegaskan bahwa peran BPN dalam pengadaan tanah bukan hanya administratif. Hasil nyata bisa dirasakan masyarakat ketika jalan tol selesai dibangun.
“Bayangkan perjalanan Jakarta–Surabaya sekarang bisa ditempuh jauh lebih cepat. Itu bukan hanya karya beton dan aspal, tapi juga hasil keringat ASN BPN yang memastikan setiap meter tanah bisa dipakai secara sah,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa tanpa BPN, pembangunan tol bisa terhambat bertahun-tahun. Transparansi dan kecepatan kerja menjadi kunci keberhasilan.
Transformasi Digital
Untuk mempercepat layanan, BPN kini juga memanfaatkan teknologi digital. Masyarakat bisa mengakses informasi tanah lewat aplikasi Sentuh Tanahku. Dengan begitu, pengadaan lahan ke depan bisa dilakukan lebih efisien.
“Digitalisasi ini bukan hanya untuk sertifikat pribadi, tapi juga mendukung proyek strategis nasional. Semakin cepat data tersedia, semakin cepat pembangunan berjalan,” ujar Harrison.
Bekerja dengan Hati
Meski beban kerja berat, Harrison menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan adalah bekerja dengan hati. “Ukuran keberhasilan bukan jabatan, tapi seberapa besar hati kita dalam melayani. Jalan tol yang berdiri kokoh hari ini adalah bukti nyata pengabdian itu,” tuturnya.
Ia berharap ke depan, publik bisa lebih memahami peran BPN bukan sekadar pengurus sertifikat. “Kami ingin masyarakat melihat BPN sebagai bagian dari solusi pembangunan, bukan masalah. Karena setiap jalan tol yang kalian lalui, ada jejak keringat ASN BPN di dalamnya,” pungkas Harrison.
Editor : Anggi Septian A.P.