BLITAR – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan terus digencarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN). Salah satunya dilakukan oleh Kantor Wilayah BPN Jawa Timur melalui evaluasi khusus pada Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran (PHP), Kamis (11/9/2025).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Timur, Asep Heri, digelar di Ruang Rapat Kakanwil BPN Jatim. Turut hadir jajaran pejabat Bidang PHP yang membahas strategi percepatan penyelesaian berkas pelayanan pertanahan. Evaluasi ini difokuskan untuk memastikan layanan lebih cepat, tepat, akurat, dan akuntabel, sekaligus menekan potensi tunggakan yang masih terjadi.
Profesional dan Akuntabel Jadi Kunci
Dalam arahannya, Asep Heri menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan data pertanahan. Ia menyebut bahwa penyelesaian berkas harus dilakukan dengan standar profesional agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Cepat, tepat, akurat, akuntabel itu tentunya hanya orang yang profesional yang bisa melaksanakannya,” tegasnya.
Kakanwil juga meminta seluruh jajaran Bidang PHP untuk segera mengidentifikasi dan mengklasifikasi berkas yang masih dalam status tunggakan. Menurutnya, berkas yang lama menumpuk bahkan berpotensi menjadi masalah hukum harus diprioritaskan penyelesaiannya.
Target Zero Tunggakan
Lebih lanjut, Asep Heri menegaskan komitmen Kantor Wilayah BPN Jawa Timur untuk mencapai target zero tunggakan. Ia menekankan agar Bidang PHP mampu memberikan contoh sebelum meminta Kantor Pertanahan (Kantah) melakukan hal serupa.
“Kita ingin sekali zero tunggakan. Jangan kita meminta ke Kantah untuk zero tunggakan, tetapi kita sendiri masih ada tunggakan,” imbuhnya.
Komitmen tersebut menunjukkan keseriusan BPN Jatim dalam meningkatkan kinerja layanan pertanahan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
Identifikasi Kendala di Lapangan
Rapat evaluasi juga menyoroti beberapa faktor penyebab keterlambatan penyelesaian berkas, mulai dari kelengkapan dokumen pemohon, kendala teknis di lapangan, hingga kurangnya koordinasi antar instansi. Menurut Asep Heri, kendala-kendala tersebut harus segera didiagnosa agar tidak menimbulkan tunggakan baru di kemudian hari.
“Kita harus mampu mendiagnosa kekurangan-kekurangan yang nantinya menjadi tunggakan,” katanya.
Dorong Inovasi di Bidang PHP
Selain percepatan, Asep Heri juga mendorong Bidang PHP untuk berinovasi dan berkreasi dalam merancang strategi pelayanan. Dengan begitu, pelayanan publik tidak hanya cepat, tetapi juga memberikan kepastian hukum yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk berinovasi. Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas dan akuntabilitas,” jelasnya.
Optimistis Target Tercapai
Dengan komitmen kuat dari seluruh jajaran, Kakanwil BPN Jatim optimistis target penyelesaian tunggakan dapat tercapai dalam waktu dekat. Ia berharap evaluasi ini bisa menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang profesional, akuntabel, sekaligus memberi kepastian hukum bagi masyarakat Jawa Timur.
“Pelayanan publik adalah wajah Kementerian ATR/BPN di mata masyarakat. Mari kita buktikan bahwa BPN Jatim mampu memberikan yang terbaik,” pungkasnya.
Editor : Anggi Septian A.P.