Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

“Mati Itu Mudah, Hidup Itu Sulit”: Refleksi Kehidupan dari Balik Kontroversi

Rahma Nur Anisa • Selasa, 16 September 2025 | 01:00 WIB

Feri mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan kehidupan, apa pun kesulitannya.
Feri mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan kehidupan, apa pun kesulitannya.

BLITAR KAWENTAR - Pernyataan publik Ferry Irwandi tentang kematian dan kehidupan memicu perhatian warganet. Lewat kanal YouTube-nya, ia menegaskan bahwa mati bukanlah ketakutan terbesar, melainkan bagaimana mempertahankan hidup yang penuh tantangan.

Feri Irwandi kembali menjadi sorotan setelah namanya terseret dugaan kasus pencemaran nama baik terhadap TNI.

Meski demikian, Polda Metro Jaya menegaskan laporan tersebut tidak bisa diproses, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi yang menyebut lembaga tidak berhak melaporkan pencemaran nama baik.

Baca Juga: Ganti Sertifikat Hijau Jadi E-Certificate? Ternyata Bisa Ditunggu, Begini Caranya!

Dalam unggahan videonya, Ferry menyampaikan filosofi tentang hidup dan mati. Menurutnya, kematian adalah sesuatu yang pasti dan bisa datang kapan saja, baik karena penyakit, kecelakaan, maupun sebab lain. Justru hidup, kata Ferry, yang jauh lebih sulit karena dipenuhi beban, tanggungan, dan tuntutan sosial.

Ia menegaskan, mempertahankan kehidupan berarti mempertahankan makna. Dari sudut pandang evolusi, manusia dibekali naluri bertahan hidup.

Dari sisi sosial, manusia punya tanggung jawab untuk tidak menjadi beban, melainkan memberi manfaat bagi orang lain. Sementara dari sisi filosofis, hidup memberi ruang bagi pencarian makna, entah lewat cinta, karya, perjuangan, maupun iman.

Baca Juga: Bahaya di Balik Layar Roblox: Mengapa Pemerintah Berencana Memblokir?

Lebih lanjut, ia menguraikan hidup dari tiga perspektif. Secara biologis, manusia ditakdirkan untuk bertahan hidup.

Secara sosial, hidup adalah tentang menciptakan nilai, baik melalui pekerjaan, karya, maupun relasi. Secara filosofis, hidup membuka ruang bagi pencarian makna yang beragam.

Feri juga menyinggung peran generasi muda. Ia menilai generasi Z dan Alpha sebagai generasi terbaik, berani, praktis, serta mudah terkoneksi. Tugas generasi sebelumnya, menurutnya, adalah menjadi jembatan, bukan beban.

Baca Juga: Heboh! Sertifikat Elektronik Bisa Di-hack? BPN Jawab Tegas soal Keamanan Data

Lewat refleksinya, Ferry mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan kehidupan, apa pun kesulitannya. Baginya, mati hanyalah kepastian, sementara hidup adalah kesempatan untuk memberi arti. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#filosofi #mati itu mudah #ferry irwandi #Kehidupan #hidup itu sulit #refleksi