BLITAR-Isu bansos dipakai untuk judi online membuat ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) terancam dicoret dari daftar. Namun, masyarakat tak perlu panik. Ada mekanisme klarifikasi dan reaktivasi yang bisa ditempuh agar bantuan tetap cair.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan, pencoretan KPM tidak dilakukan sembarangan. Data penerima yang terindikasi menyalahgunakan bantuan akan diverifikasi kembali, termasuk melalui proses klarifikasi langsung.
Klarifikasi Melalui Dinas Sosial
Bagi KPM yang merasa tidak pernah melakukan transaksi judi online, langkah pertama adalah menghubungi pendamping sosial di wilayah masing-masing. Pendamping akan membantu proses klarifikasi di Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
“Reaktivasi hanya bisa dilakukan lewat Dinas Sosial, bukan individu. KPM wajib menandatangani berita acara klarifikasi yang menyatakan mereka tidak pernah menggunakan bansos untuk judi online,” jelas seorang pendamping PKH di Malang.
Peran Aplikasi 6NJ
Proses klarifikasi ini nantinya akan dimasukkan ke dalam sistem melalui aplikasi 6NJ. Saat ini, menu reaktivasi belum tersedia untuk semua pendamping, namun sudah bisa diakses oleh supervisor Dinas Sosial.
Dengan sistem ini, data KPM yang dicoret dapat diajukan ulang untuk diverifikasi oleh pihak Kemensos dan instansi terkait, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Tidak Ada Jaminan Langsung Cair
Meski sudah melakukan klarifikasi, tidak ada jaminan bansos akan otomatis kembali. Proses ini tetap memerlukan verifikasi ulang. Jika terbukti tidak ada indikasi judi online, maka bantuan akan disalurkan lagi. Namun, jika terbukti sebaliknya, bansos akan dihentikan secara permanen.
“Kalau hasil klarifikasi menyatakan bersih, maka bansos bisa aktif kembali. Tapi kalau ada bukti kuat digunakan untuk judi online, bansos langsung dihentikan,” ujar pejabat Kemensos.
Edukasi untuk KPM
Selain mekanisme reaktivasi, pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi kepada penerima bansos. Bantuan harus digunakan sesuai peruntukan: kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan dasar lansia dan disabilitas.
Kasus penyalahgunaan sering terjadi karena bansos dipinjam anggota keluarga lain dan akhirnya dipakai untuk hal yang tidak semestinya. Oleh karena itu, penerima diminta lebih tegas menjaga haknya.
“Bansos itu untuk hidup sehari-hari, bukan untuk main game online. Kalau dipakai judi, ya sama saja memiskinkan diri sendiri,” kata aktivis sosial di Surabaya.
Tips Agar Bansos Tidak Dicoret
Gunakan sesuai peruntukan – belanjakan bansos hanya untuk kebutuhan pokok dan komponen yang sudah ditetapkan.
Jaga buku tabungan dan kartu KKS – jangan dipinjamkan ke orang lain, termasuk anggota keluarga.
Segera lapor jika ada masalah – hubungi pendamping sosial bila menemukan kesalahan data.
Ikuti aturan resmi – pastikan setiap pencairan dilakukan sesuai prosedur di bank penyalur.
Harapan Warga
Bagi warga miskin, bansos bukan sekadar angka, tapi penopang kehidupan. Mereka berharap mekanisme klarifikasi berjalan cepat dan adil, sehingga tidak ada keluarga yang benar-benar membutuhkan justru kehilangan haknya.
“Kalau ada yang salah, silakan dicoret. Tapi jangan sampai orang miskin jadi korban salah data. Kami ini butuh bansos untuk makan sehari-hari,” kata Aminah, KPM asal Blitar.
Dengan adanya jalur klarifikasi, diharapkan masyarakat tidak hanya pasrah, tetapi bisa memperjuangkan haknya secara resmi. Pemerintah pun diingatkan untuk lebih gencar melakukan edukasi agar bansos benar-benar sampai pada tujuan utamanya: membantu rakyat kecil.
Editor : Anggi Septian A.P.