QRIS: Revolusi Sistem Pembayaran Digital yang Mengubah Gaya Hidup Masyarakat Indonesia
Rahma Nur Anisa• Sabtu, 20 September 2025 | 18:00 WIB
Dari Dompet Tebal ke Kode QR: Transformasi Kebiasaan Belanja Masyarakat Indonesia
BLITAR KAWENTAR - Kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mengubah cara masyarakat Indonesia bertransaksi.
Teknologi pembayaran digital ini memungkinkan konsumen melakukan pembayaran hanya dengan memindai kode batang dua dimensi menggunakan telepon pintar, tanpa perlu membawa uang tunai.
QRIS bekerja berdasarkan teknologi kode QR yang menggunakan sistem biner, yaitu kombinasi angka 0 dan 1 yang direpresentasikan melalui warna putih dan hitam.
Dalam setiap kode QRIS terdapat informasi lengkap meliputi kode bank, nominal pembayaran, deskripsi transaksi, hingga nama toko.
Struktur kode QRIS dirancang dengan tiga kotak besar di sudut yang berfungsi sebagai penanda posisi, memungkinkan kode dapat dibaca dari berbagai arah.
Terdapat pula elemen koreksi yang membantu perangkat membaca kode meskipun gambar sedikit melengkung atau terdistorsi.
Proses pembayaran QRIS melibatkan beberapa tahapan. Setelah konsumen memindai kode, data transaksi dikirim ke server pusat penyedia layanan pembayaran untuk dilakukan verifikasi.
Sistem akan memeriksa keabsahan kode QR dan memastikan saldo mencukupi. Jika menggunakan penyedia layanan berbeda, sistem dapat melakukan transfer antar platform secara otomatis.
Bank Indonesia menciptakan QRIS pada tahun 2019 untuk menyatukan berbagai sistem pembayaran digital yang sebelumnya terpisah.
Sebelum QRIS, setiap penyedia layanan memiliki kode QR sendiri yang hanya kompatibel dengan pengguna sesama platform, menciptakan ketidakefisienan bagi pedagang dan konsumen.
Meskipun QRIS memberikan kemudahan, pengguna perlu waspada terhadap potensi penipuan. Verifikasi data transaksi dengan penjual sebelum melakukan pembayaran menjadi langkah penting untuk menghindari kerugian. (*)