Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pidato Prabowo di PBB Bikin Gempar: Audio Mati, Dapat Standing Ovation, Dipuji Donald Trump!

Findika Pratama • Sabtu, 27 September 2025 | 00:55 WIB

Pidato Prabowo di PBB Bikin Gempar: Audio Mati, Dapat Standing Ovation, Dipuji Donald Trump!
Pidato Prabowo di PBB Bikin Gempar: Audio Mati, Dapat Standing Ovation, Dipuji Donald Trump!

BLITAR  Presiden Prabowo Subianto mencuri perhatian dunia saat menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Dalam momen bersejarah itu, Prabowo menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution) untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan Palestina-Israel.

Prabowo mengatakan Indonesia memahami betul penderitaan rakyat Palestina karena bangsa Indonesia juga pernah merasakan hidup dalam penjajahan dan penindasan. “For centuries, Indonesians lived under colonial domination, oppression, and slavery. We were treated less than dogs in our own homeland,” ucap Prabowo dengan suara bergetar penuh emosi.

Pidato Presiden Prabowo ini langsung mendapat perhatian dunia internasional. Ia menekankan bahwa hanya dengan solusi dua negara, perdamaian sejati di Timur Tengah dapat tercapai. “Only this two-state solution will lead to peace,” tegasnya.

Baca Juga: Waspada, Empat Sapi Milik Warga Wonotirto di Blitar Nyaris Raib Dicuri

Audio Mati di Tengah Pidato

Namun, ada momen tak terduga yang membuat suasana sidang sempat tegang. Audio mikrofon milik Presiden Prabowo tiba-tiba mati di tengah pidato. Meski demikian, Prabowo tetap tenang dan tersenyum, hingga teknisi memperbaikinya. Kejadian ini justru mendapat tepuk tangan dari para delegasi karena sikap tenangnya dianggap mencerminkan kedewasaan diplomatik seorang pemimpin.

Prabowo Cium Kepala Anak Diaspora

Sebelum sidang dimulai, Presiden Prabowo juga disambut hangat oleh diaspora Indonesia di New York. Mereka terdiri dari mahasiswa, perwakilan KJRI, dan staf Kedutaan Besar RI di Washington. Dalam momen haru, Prabowo bahkan mencium kepala seorang anak diaspora yang mendekatinya. Aksi spontan itu viral di media sosial dan menuai pujian warganet karena menunjukkan sisi humanis sang presiden.

Baca Juga: Warning, Makanan Junk Food Bisa Picu Anemia pada Perempuan, Ini Penjelasan Dinkes Kota Blitar

Standing Ovation Usai Macron Akui Palestina

Suasana ruang sidang kembali pecah dengan tepuk tangan ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan dukungan negaranya untuk pengakuan negara Palestina. Presiden Prabowo langsung berdiri memberi standing ovation, disusul para delegasi lain. Gestur ini menjadi simbol kuat solidaritas Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam pidatonya, Prabowo menambahkan, “We must guarantee statehood for Palestine but Indonesia also declares that once Israel recognize the independence and the statehood of Palestine, Indonesia will immediately recognize the state of Israel.” Pernyataan ini menunjukkan sikap tegas namun seimbang, bahwa perdamaian sejati hanya mungkin jika kedua pihak saling menghormati dan dijamin keamanannya.

Baca Juga: Kejari Kabupaten Blitar Tetapkan Seorang Gus Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek Dam Kali Bentak, Ini Perannya

Dipuji Donald Trump

Tak hanya mencuri perhatian lewat pidato, Prabowo juga mendapat momen menarik saat menghadiri pertemuan para pemimpin negara Islam. Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampak memuji gaya kepemimpinan Prabowo. “You did a great job. Thank you very much,” ujar Trump sambil tersenyum.

Menanggapi pujian itu, Prabowo merendah. “Saya sebetulnya enggak terlalu sadar bahwa saya itu ya… mungkin itu gaya saya aja,” kata Prabowo sambil tertawa kecil. Momen akrab ini memperlihatkan hubungan hangat antara Prabowo dan pemimpin dunia lainnya.

Baca Juga: Mau Jadi Dokter Butuh 11 Tahun! Dokter Tirta Bongkar Beratnya Perjalanan Jadi Tenaga Medis

Simbol Kepemimpinan Baru Indonesia

Pidato Prabowo di PBB dianggap sebagai penegasan posisi Indonesia di kancah global: tegas, berdaulat, namun tetap menjunjung perdamaian dunia. Dengan retorika berapi-api, ia menutup pidatonya dengan pesan kuat, “Only then we can have real peace. Real peace. And no longer hate and no longer suspicion.”

Langkah diplomasi Prabowo ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam politik luar negeri Indonesia yang lebih aktif dan berpengaruh di forum internasional. Publik kini menantikan tindak lanjut nyata Indonesia dalam mendorong kemerdekaan Palestina dan menjaga stabilitas kawasan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Sidang Umum PBB 2025 #Prabowo Subianto #Palestina-israel