Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Santri Bangkalan Selamat dari Musala Roboh di Sidoarjo: “Saya Lihat Langsung, Masih Syok...”

Findika Pratama • Rabu, 1 Oktober 2025 | 17:00 WIB

 

Santri Bangkalan Selamat dari Musala Roboh di Sidoarjo: “Saya Lihat Langsung, Masih Syok...”
Santri Bangkalan Selamat dari Musala Roboh di Sidoarjo: “Saya Lihat Langsung, Masih Syok...”

BLITAR  Seorang santri asal Bangkalan, Madura, selamat dari peristiwa robohnya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khosini, Sidoarjo, Jawa Timur. Santri bernama Abdul Majid (16) ini menjadi saksi mata saat bangunan musala ambruk dan menimpa sejumlah santri yang tengah bersiap salat Asar berjemaah.

Peristiwa tragis itu terjadi saat para santri hendak melaksanakan salat Asar di dalam musala. Abdul Majid yang kala itu sedang berwudu di tempat terpisah selamat dari runtuhan bangunan. "Posisi putra saya lagi persiapan mau ikut berjemaah, jadi masih di tempat wudu. Jadi ketika di situ ya melihat langsung," ujar orang tua Abdul Majid.

Menurut sang ayah, Abdul Majid baru empat bulan menimba ilmu di Ponpes Al-Khosini. Kini, ia masih mengalami trauma setelah menyaksikan langsung musala tempatnya belajar roboh di depan mata. “Anak saya itu jadi agak syok. Sekarang masih dalam proses pemulihan mental,” tambahnya.

 Baca Juga: Tempe: Superfood Tradisional yang Kembali Trending di Era Hidup Sehat

Robohnya bangunan musala tersebut menyebabkan beberapa santri tertimbun material. Petugas dan relawan langsung mengevakuasi korban dan membawa yang luka ke fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, pihak pesantren langsung mengambil langkah darurat.

“Para santri untuk sementara diliburkan. Selain untuk menenangkan kejiwaan mereka, juga agar kami bisa membereskan hal-hal yang ada di lokasi,” jelas pihak pengurus pondok.

Peristiwa robohnya musala di Ponpes Al-Khosini ini menjadi perhatian publik. Banyak pihak menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban, sekaligus bersyukur atas keselamatan santri-santri yang selamat seperti Abdul Majid.

Baca Juga: Filosofi Hidup dari Sembilan Alam Nordik: Pelajaran Kebijaksanaan untuk Kehidupan Modern

Hingga kini, penyebab pasti runtuhnya bangunan masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, struktur bangunan tidak kuat menahan beban sehingga runtuh secara tiba-tiba. Tim teknis dari pemerintah daerah dan relawan sudah diterjunkan untuk melakukan pengecekan kondisi bangunan lainnya di kompleks pondok.

Ponpes Al-Khosini sendiri dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di kawasan Sidoarjo yang cukup banyak menampung santri dari berbagai daerah, termasuk Madura. Abdul Majid merupakan satu dari puluhan santri asal Bangkalan yang menimba ilmu di pondok tersebut.

Kisah selamatnya Abdul Majid mengundang haru banyak pihak. Meski selamat, ia mengaku masih sering terbayang-bayang suasana mencekam saat musala runtuh. “Saya sempat dengar suara keras, terus debu naik tinggi banget. Waktu lihat, musalanya udah roboh,” ungkapnya lirih.

Baca Juga: Yggdrasil dan Sembilan Alam: Menyelami Kosmologi Mitologi Nordik yang Memukau

Trauma yang dialami para santri kini menjadi perhatian utama pengasuh pondok. Pihak pesantren berjanji akan menyediakan pendampingan psikologis agar para santri bisa kembali tenang dan fokus belajar.

Selain itu, pemerintah daerah Sidoarjo juga berencana memberikan bantuan untuk memperbaiki bangunan musala yang roboh. “Kami akan pastikan pembangunan kembali dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan,” kata pejabat setempat.

Masyarakat di sekitar pondok turut bergotong royong membantu proses pembersihan puing dan penyaluran bantuan bagi korban. Semangat gotong royong ini diharapkan bisa menjadi penguat bagi para santri yang tengah berduka dan trauma.

Baca Juga: Saksi Hidup G30S PKI Beri Peringatan Keras untuk Anak Muda: Jangan Asal Berani, Bisa Kejebak Seperti Kami Dulu!

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya memastikan kelayakan dan keamanan bangunan di lingkungan pendidikan, terutama di pondok pesantren yang menampung banyak santri.

Hingga berita ini ditulis, kondisi Abdul Majid berangsur membaik. Namun ia masih memilih tinggal di rumah sementara waktu, sebelum kembali ke pondok. Pihak keluarga berharap peristiwa serupa tak terjadi lagi.

Kisah selamatnya santri muda asal Bangkalan ini menjadi bukti bahwa keselamatan adalah anugerah besar di tengah musibah. Masyarakat kini menanti kabar lanjutan dari proses pemulihan pondok dan para santri pascakejadian ini.

Editor : Anggi Septian A.P.
#musala roboh #santri selamat