Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

"Formasi 1 Dilamar 190 Orang, Strategi Mas Siba Lolos CPNS 2025"

Anggi Septiani • Kamis, 2 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Photo
Photo

BLITAR-Seleksi CPNS 2025 dikenal dengan persaingan yang sangat ketat. Satu kursi bisa diperebutkan oleh ratusan hingga ribuan orang. Hal itu pula yang dialami Mas Siba, seorang pemuda yang berhasil lolos meski formasi yang ia lamar hanya tersedia satu, dengan jumlah pendaftar mencapai 190 orang.

Kisahnya menjadi inspirasi karena ia mampu mengalahkan ratusan pesaing hanya dengan strategi sederhana: latihan soal setiap hari dan manajemen waktu yang ketat saat ujian.

“Awalnya saya minder melihat jumlah pendaftar. Bayangkan, 1 formasi diperebutkan hampir 200 orang. Tapi saya coba tetap fokus, karena kalau sudah rezeki tidak akan tertukar,” ungkap Mas Siba dalam sebuah tayangan YouTube.

Ia menjelaskan bahwa kunci utama menghadapi persaingan CPNS bukanlah berusaha menguasai semua materi, melainkan fokus pada soal yang dikuasai. Di Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), ia hanya menargetkan 13 soal yang bisa dipastikan benar. Sementara di Tes Intelegensia Umum (TIU), ia mengamankan 16 soal dengan yakin.

“Jangan buang waktu untuk soal yang rumit. Lewati dulu, kerjakan yang pasti bisa. Itu jauh lebih efektif,” katanya.

Bagi Mas Siba, strategi ini terbukti ampuh. Meski soal CPNS jumlahnya banyak, hanya dengan menjawab sebagian soal dengan tepat sudah cukup untuk melewati passing grade.

Selain strategi teknis, ia juga menekankan pentingnya persiapan mental. Menurutnya, banyak peserta yang gagal karena gugup dan tidak bisa mengendalikan stres saat ujian berlangsung. “Saya sempat deg-degan, tapi saya yakinkan diri bahwa yang terpenting adalah fokus dan tenang. Kalau panik, semuanya bisa buyar,” tuturnya.

Mas Siba juga rajin mengikuti try out online menjelang seleksi. Latihan ini membantunya terbiasa dengan format Computer Assisted Test (CAT) sekaligus melatih kecepatan membaca soal. Dengan latihan rutin, ia bisa mengukur kekuatan dan kelemahan dalam mengerjakan TWK, TIU, dan TKP.

“Setiap malam saya coba ikut try out online. Dari situ saya tahu bagian mana yang harus diperbaiki. Jadi pas ujian asli, saya sudah terbiasa dengan ritme waktunya,” jelasnya.

Kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa lolos CPNS bukan hanya soal pintar, melainkan soal strategi. Menghadapi 190 pesaing untuk satu kursi tentu membutuhkan mental baja, namun usaha dan perencanaan yang matang terbukti mampu mengubah peluang yang tampak mustahil.

Bahkan setelah resmi menjadi ASN, Mas Siba berpesan agar para peserta CPNS 2025 tidak mudah menyerah meski persaingan sangat ketat. “Jangan takut kalau saingannya ratusan. Kalau kita punya persiapan, peluang itu tetap ada. Saya buktinya,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan agar peserta tidak sekadar mengejar nilai tinggi, tetapi fokus melewati passing grade. Menurutnya, tujuan utama adalah memenuhi ambang batas nilai yang ditentukan pemerintah.

“Passing grade itu bukan berarti harus sempurna. Yang penting kita bisa menjawab cukup soal untuk lolos, bukan harus menjawab semuanya,” kata Mas Siba.

Cerita keberhasilan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa seleksi CPNS adalah ajang yang penuh persaingan. Namun, dengan latihan konsisten, strategi jitu, dan mental yang kuat, setiap peserta tetap punya kesempatan untuk menang.

Bagi peserta CPNS 2025, pengalaman Mas Siba bisa menjadi motivasi. Tidak peduli berapa banyak lawan yang harus dihadapi, selalu ada peluang untuk lolos jika dibarengi dengan usaha maksimal dan persiapan yang matang.

Editor : Anggi Septian A.P.
#strategi lolos CPNS #CPNS 2025 #formasi cpns