BLITAR-Seleksi CPNS 2025 menjadi sorotan banyak pencari kerja, terutama soal pilihan formasi: mendaftar di Kementerian atau di Pemerintah Daerah (Pemda). Seorang ASN yang pernah lolos CPNS membagikan pengalamannya, termasuk plus minus yang jarang diketahui publik.
Menurutnya, kedua pilihan memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. Di satu sisi, formasi Kementerian menawarkan tunjangan yang lebih tinggi. Namun, persaingan lebih ketat dan soal ujian cenderung lebih sulit.
“Kalau formasi Kementerian, tunjangannya jelas lebih besar. Tapi jangan kaget, tingkat kesulitannya juga lebih tinggi dibanding Pemda,” ujarnya dalam sebuah tayangan YouTube.
Ia menuturkan, formasi Kementerian biasanya diminati banyak peserta karena dianggap lebih bergengsi dan memberikan peluang karier yang lebih luas. Namun, konsekuensinya adalah rasio saingan yang lebih besar.
“Saya dulu pilih Kementerian Agama. Formasinya satu, pendaftarnya hampir dua ratus. Jadi jelas lebih berat. Sedangkan di Pemda, biasanya pendaftarnya lebih sedikit,” katanya.
Selain soal jumlah pendaftar, tingkat kesulitan soal juga menjadi pertimbangan penting. Ia menyebut bahwa soal-soal CPNS Kementerian sering dirancang lebih kompleks, terutama pada bagian Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
“Di Kementerian, soal TWK lebih detail dan butuh hafalan lebih luas. Kalau di Pemda, materinya cenderung lebih umum,” tambahnya.
Namun, bukan berarti formasi Pemda lebih mudah. Menurutnya, tantangan di Pemda justru ada pada penempatan kerja. Banyak peserta yang tidak siap ditempatkan di daerah terpencil atau jauh dari kota.
“Kalau di Pemda, jangan kaget kalau ditempatkan di pelosok. Itu sudah konsekuensi. Jadi kalau niatnya cari aman, pikirkan matang-matang,” jelasnya.
Dari sisi tunjangan, ASN Kementerian diakui lebih unggul. Namun, di Pemda juga ada keuntungan, terutama bagi mereka yang ingin dekat dengan keluarga dan tidak ingin merantau jauh.
“Kalau kamu anak daerah dan ingin tetap dekat orang tua, Pemda lebih pas. Tapi kalau cari tunjangan besar, Kementerian jawabannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa banyak peserta CPNS yang salah kaprah hanya mengejar tunjangan tanpa mempertimbangkan konsekuensi penempatan. Padahal, menjadi ASN berarti siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan instansi.
“ASN itu abdi negara. Jadi jangan hanya mikir gaji. Pikirkan juga kesiapan mental untuk ditempatkan di mana pun,” katanya.
Tips CPNS 2025 yang ia bagikan adalah menyesuaikan pilihan formasi dengan prioritas pribadi. Jika ingin tantangan lebih besar dengan peluang finansial lebih baik, Kementerian bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika ingin lebih dekat dengan kampung halaman, Pemda bisa menjadi opsi realistis.
“Semua ada plus minusnya. Tidak ada yang lebih baik mutlak. Yang penting sesuai kebutuhan kita,” tuturnya.
Pengalaman ini sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa seleksi CPNS bukan sekadar soal lolos ujian, tetapi juga kesiapan menjalani kehidupan sebagai abdi negara.
Dengan pemahaman tentang plus minus formasi Kementerian dan Pemda, peserta CPNS 2025 bisa lebih bijak dalam menentukan pilihan. Apapun pilihannya, persiapan matang tetap menjadi kunci utama untuk menembus persaingan yang ketat.
Editor : Anggi Septian A.P.