Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

FFR, Revolusi Baru dalam Diagnostik Penyakit Jantung Koroner

Nikmah Laila • Minggu, 5 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Photo
Photo

BLITAR KAWENTAR - Perkembangan teknologi medis membawa terobosan besar dalam mendiagnosis penyakit jantung koroner (PJK). Salah satu metode terbaru yang kini dianggap revolusioner adalah Fractional Flow Reserve (FFR), sebuah teknik yang melengkapi pemeriksaan kateterisasi jantung atau angiografi koroner.Penyakit jantung koroner selama ini didiagnosis melalui serangkaian tahapan. Pertama, dokter melakukan anamnesis untuk menggali keluhan pasien, termasuk waktu munculnya gejala dan faktor risiko seperti diabetes, kolesterol tinggi, hingga riwayat keluarga. Selanjutnya, pemeriksaan dasar dilakukan menggunakan elektrokardiografi (EKG), yang dapat mendeteksi dini adanya gangguan jantung.

Jika hasilnya mengarah pada risiko PJK, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti treadmill test (uji latih beban), ekokardiografi (USG jantung), atau CT cardiac scan untuk melihat ada tidaknya penyempitan pembuluh darah. Apabila indikasi semakin kuat, tahap selanjutnya adalah angiografi koroner atau kateterisasi jantung, yang selama ini dikenal sebagai “gold standard” karena tingkat akurasinya yang sangat tinggi.

Namun, angiografi hanya dapat menunjukkan seberapa besar penyumbatan pembuluh darah dalam bentuk persentase. Di sinilah FFR hadir sebagai penyempurna. FFR digunakan ketika ditemukan penyempitan dengan tingkat sedang (intermediate stenosis), yakni sekitar 40–70 persen. Dengan alat ini, dokter dapat menilai apakah penyempitan tersebut berdampak signifikan pada aliran darah ke otot jantung.

Jika hasil FFR menunjukkan adanya gangguan aliran darah yang berarti, pasien akan disarankan menjalani terapi lanjutan. Salah satunya adalah intervensi koroner perkutan, berupa pelebaran pembuluh darah dengan balon (ballooning) dan pemasangan stent. Sebaliknya, jika stenosis tidak terbukti mengganggu aliran darah, pasien dapat dihindarkan dari prosedur invasif yang sebenarnya tidak diperlukan.

Metode ini bukan hanya meningkatkan akurasi diagnosis, tetapi juga membantu dokter mengambil keputusan terapi yang lebih tepat, aman, dan personal untuk setiap pasien. Tak heran, FFR disebut sebagai revolusi baru dalam diagnostik penyakit jantung koroner.Dengan prevalensi penyakit jantung koroner yang masih tinggi di Indonesia, hadirnya teknologi seperti FFR menjadi harapan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus mengurangi risiko tindakan medis yang tidak perlu.

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#penyakit jantung bawaan #penyakit jantung tanpa gejala #jantung #Deteksi Penyakit Jantung Hanya 15 Detik #Penanganan Penyakit Jantung #obat Ozempic untuk penyakit jantung #penanganan penyakit jantung bawaan #alat deteksi dini penyakit jantung