Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bijak Kelola Sampah Rumah Tangga: Kunci Lingkungan Bersih dan Sehat

Sarulloh Adi Prayoga • Rabu, 8 Oktober 2025 | 22:00 WIB

Bijak Kelola Sampah Rumah Tangga: Kunci Lingkungan Bersih dan Sehat
Bijak Kelola Sampah Rumah Tangga: Kunci Lingkungan Bersih dan Sehat

BLITAR - Setiap rumah menghasilkan limbah setiap hari, mulai dari sisa makanan hingga plastik sekali pakai. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah rumah tangga bisa menimbulkan pencemaran lingkungan, penyakit, hingga memperparah perubahan iklim.


Limbah rumah tangga umumnya terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, limbah organik seperti sisa makanan dan daun kering yang mudah membusuk. Kedua, limbah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng yang sulit terurai. Ketiga, limbah berbahaya (B3) seperti baterai, lampu neon, obat-obatan kadaluarsa, dan cat, yang bisa mencemari tanah serta air jika dibuang sembarangan.

Dampaknya nyata: limbah organik yang menumpuk menghasilkan gas metana, salah satu penyebab pemanasan global. Sampah plastik bisa mencemari laut dan berakhir sebagai mikroplastik dalam tubuh manusia. Tumpukan sampah juga menjadi sarang nyamuk, tikus, dan lalat penyebar penyakit. Selain itu, biaya pengelolaan sampah membebani anggaran daerah.

Ada berbagai cara sederhana untuk mengurangi masalah ini. Pertama, memilah sampah sejak di rumah dengan menyediakan wadah berbeda untuk organik, anorganik, dan B3. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos sederhana untuk pupuk tanaman. Sampah plastik bisa diolah menjadi ecobrick, sementara anorganik layak pakai bisa dikirim ke bank sampah. Untuk B3, simpan dalam wadah tertutup lalu serahkan ke pusat pengelolaan khusus.

Prinsip 3R—reduce, reuse, recycle—tetap menjadi kunci. Kurangi plastik sekali pakai, gunakan kembali wadah, dan serahkan barang bekas ke pengumpul daur ulang. Sejumlah daerah juga mendorong bank sampah sebagai solusi ekonomi warga sekaligus mengurangi beban TPA.

Meski begitu, tantangan masih ada: rendahnya kesadaran masyarakat, terbatasnya fasilitas di daerah, hingga kebiasaan membakar sampah. Pemerintah dituntut menyediakan sarana memadai, menegakkan aturan, sekaligus memberi edukasi berkelanjutan.

Editor : M. Subchan Abdullah
#mengolah sampah menjadi kerajinan #limbah sampah #kreatif