BLITAR-Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, banyak pekerja yang masih menantikan kabar pasti terkait jadwal pencairan tahap kedua dari program bantuan pemerintah tersebut.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan bahwa BSU 2025 akan disalurkan dalam tiga tahap dengan total penerima mencapai 17 juta pekerja yang memenuhi syarat. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Humas Kemenaker, Sunardi Manampiar Sinaga, pada Kamis, 26 Juni 2025.
“Rencana akan ada tiga tahap penyaluran BSU 2025. Prosesnya masih terus berjalan karena membutuhkan tahapan administrasi dari kementerian hingga ke rekening pekerja yang sudah terverifikasi,” ujar Sunardi saat dikonfirmasi Kompas.com.
Total Rp600 Ribu untuk Setiap Penerima
Tahun ini, BSU 2025 diberikan sebesar Rp300.000 per bulan selama dua bulan, yakni periode Juni dan Juli. Artinya, setiap penerima akan mendapatkan total bantuan Rp600.000 yang disalurkan sekaligus.
Penyaluran tahap pertama sendiri telah dimulai sejak Selasa, 24 Juni 2025, dan akan dilanjutkan ke tahap berikutnya setelah seluruh proses verifikasi penerima selesai dilakukan.
Pencairan Melalui Rekening dan PT Pos
Sunardi menjelaskan bahwa proses pencairan BSU 2025 tidak bisa dilakukan secara serentak karena memerlukan koordinasi antarinstansi serta pemeriksaan administratif yang ketat.
“Penyaluran dilakukan melalui rekening pekerja yang sudah terverifikasi di BPJS Ketenagakerjaan. Namun bagi yang tidak memiliki rekening, pencairan akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia,” jelasnya.
Selain pekerja swasta, pemerintah juga menargetkan 3,4 juta guru honorer sebagai penerima BSU 2025. Mereka akan menerima bantuan dengan besaran yang sama, yaitu Rp600.000 per orang.
Penyaluran bagi guru honorer akan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag).
Baca Juga: BSU 2025 Tahap 2 Cair Rp600 Ribu, Ini Ciri Status Terverifikasi di JMO dan Situs BPJS
Masih Dalam Tahap Verifikasi Data
Kemenaker menegaskan bahwa BSU 2025 tahap kedua belum bisa dipastikan waktunya karena masih dalam proses validasi dan verifikasi data penerima. Proses ini penting agar bantuan tidak salah sasaran dan benar-benar diterima oleh pekerja yang memenuhi syarat.
“Masih dalam tahap pemadanan dan validasi data karena hal itu sangat penting supaya tidak salah sasaran,” jelas Sunardi.
Hingga kini, Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan terus memutakhirkan data peserta yang layak menerima BSU. Calon penerima dapat memantau statusnya secara mandiri melalui laman resmi bsu.kemnaker.go.id
atau psu.kemnaker.go.id
Hati-Hati Informasi Hoaks
Di tengah antusiasme masyarakat, Kemenaker juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi palsu yang beredar di media sosial.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai BSU 2025 hanya disampaikan melalui kanal resmi Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan.
Jika ada pesan berantai, link mencurigakan, atau ajakan mengisi formulir online yang mengatasnamakan Kemenaker, masyarakat diminta untuk tidak mengklik dan melaporkan ke pihak berwenang.
Pantau Informasi Resmi
Kemenaker mengimbau pekerja untuk memantau perkembangan BSU 2025 melalui situs dan media sosial resmi pemerintah. Informasi pencairan tahap kedua akan diumumkan setelah proses validasi selesai.
“Kami harap masyarakat bersabar. Semua sedang dalam proses, dan pemerintah memastikan BSU disalurkan tepat sasaran,” tutup Sunardi.