BLITAR-Proyek kereta cepat Indonesia CR400AF Jakarta–Bandung menjadi sorotan publik sejak uji cobanya dilakukan pertengahan Mei lalu. Kereta hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan China ini digadang-gadang mampu memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung dari dua jam lebih menjadi hanya 35 menit.
Menariknya, Indonesia bukan satu-satunya negara Asia yang mengandalkan transportasi supercepat. India juga memiliki Vande Bharat Express, yang lebih dulu beroperasi sejak 2019. Lantas, seperti apa perbandingan antara kereta cepat Indonesia vs India ini?
Dibangun oleh Dua Raksasa Teknologi
Kereta cepat CR400AF dikembangkan oleh CRRC Qingdao Sifang, perusahaan manufaktur kereta tertua di China yang berdiri sejak 1900. Pengerjaan proyek ini dimulai pada 2015, dengan melibatkan konsorsium empat BUMN Indonesia: PT KAI, Wijaya Karya, PN VIII, dan Jasa Marga, yang tergabung dalam PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China).
Sementara itu, Vande Bharat Express merupakan hasil rancangan Research Design and Standards Organisation (RDSO), lembaga riset di bawah Kementerian Perkeretaapian India, dan diproduksi oleh Integral Coach Factory di Chennai. Butuh 18 bulan untuk menyelesaikan pembuatannya, dengan total biaya sekitar 14 juta dolar AS, dan resmi beroperasi pada 2019.
Desain dan Tampilan Eksterior
Secara tampilan, kereta cepat Indonesia CR400AF tampak lebih futuristik. Warna merah dan silver mendominasi, melambangkan keberanian dan kemajuan teknologi. Pola merah di bagian sambungan gerbong terinspirasi dari hewan endemik Indonesia, komodo, yang menambah kesan gagah.
Kereta ini memiliki delapan gerbong dengan panjang kepala 27,2 meter dan tinggi 4,02 meter. Sedangkan Vande Bharat Express memiliki panjang gerbong 24 meter dan dominasi warna putih-biru yang memberi kesan klasik, namun kurang modern. Bagian moncongnya bahkan disebut terkesan “lucu” dibanding CR400AF yang lebih aerodinamis.
Interior dan Kenyamanan Penumpang
Bagian interior CR400AF Jakarta–Bandung menghadirkan suasana mewah dan modern. Warna putih dan emas mendominasi, dilengkapi kursi empuk dengan corak batik awan khas Indonesia. Setiap kelas menampilkan karakter berbeda: kursi abu-abu elegan di kelas naratama, merah tua di kelas 1, dan kombinasi abu-biru di kelas 2.
Sementara Vande Bharat Express India meniru konsep maskapai penerbangan, dengan kursi yang bisa diputar dan tata letak 3-2 di kelas ekonomi. Fasilitas seperti Wi-Fi on board, buku bacaan, dan sistem hiburan juga disediakan. Namun, tampilan interiornya dinilai masih kalah dari CR400AF yang lebih futuristik dan artistik.
Performa dan Teknologi Mesin
Dalam hal performa, kereta cepat Indonesia unggul jauh. CR400AF dilengkapi empat gerbong bermotor dengan total daya 9.750 kW, menghasilkan kecepatan desain 420 km/jam dan operasional 350 km/jam. Teknologi ini memungkinkan kereta tetap beroperasi di medan menanjak dan bahkan mampu menarik kereta lain dalam kondisi darurat.
Sebaliknya, Vande Bharat Express hanya memiliki kecepatan maksimum 183 km/jam, dan kini dibatasi menjadi 160 km/jam karena keterbatasan infrastruktur rel di India. Dari sisi daya tahan dan efisiensi energi, kereta cepat Indonesia terbukti lebih mutakhir.
Rute, Kapasitas, dan Harga Tiket
Kereta cepat CR400AF Jakarta–Bandung dirancang untuk menampung 601 penumpang dan melayani rute dari Stasiun Halim Jakarta Timur menuju Tegal Luar Bandung, dengan pemberhentian di Karawang dan Padalarang.
Harga tiketnya diperkirakan antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu, menurut keterangan Dirut KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Sementara Vande Bharat Express beroperasi di 18 rute utama seperti New Delhi–Varanasi dan Mumbai–Gandhinagar. Dengan kapasitas 1.128 penumpang, harga tiketnya berkisar Rp200 ribu hingga Rp600 ribu (setara USD 12–36), tergantung kelas dan jarak tempuh.
Fitur Canggih dan Keamanan
Selain kecepatan, kereta cepat Indonesia CR400AF unggul dalam fitur keselamatan. Kereta ini dilengkapi sistem peredam getaran (noise cabin) yang membuat perjalanan senyap, dua lightning arrester untuk melindungi dari sambaran petir, serta dua emergency brake system guna mencegah kecelakaan akibat human error atau gangguan sistem.
Di sisi lain, Vande Bharat Express juga terus berinovasi dengan fitur pintu otomatis, toilet biovacuum, CCTV, serta kemampuan beroperasi tanpa masinis. Namun, secara keseluruhan, CR400AF masih memimpin dalam hal teknologi, kenyamanan, dan keamanan.
Menuju Era Baru Transportasi Modern
Meski masih dalam tahap uji coba, kereta cepat Indonesia CR400AF Jakarta–Bandung menjadi tonggak sejarah baru transportasi nasional. Dengan teknologi canggih, desain modern, dan waktu tempuh super singkat, proyek ini diharapkan membuka jalan bagi pengembangan jaringan kereta cepat Indonesia ke berbagai daerah lain.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai sejajar dengan negara maju lain dalam menghadirkan transportasi massal berkecepatan tinggi. Ke depan, tinggal bagaimana pemerintah memastikan layanan, tarif, dan infrastruktur pendukungnya terus ditingkatkan agar kereta cepat Indonesia benar-benar menjadi kebanggaan Asia Tenggara.
Editor : Anggi Septian A.P.