BLITAR - Masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) kini tak perlu repot datang ke bank untuk mengetahui apakah dana PKH atau BPNT sudah cair. Kini, saldo PKH dan BPNT bisa dicek langsung lewat HP menggunakan aplikasi BRImo dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Informasi ini disampaikan melalui video unggahan kanal YouTube Ogo Rahman, yang memberikan panduan lengkap bagi penerima manfaat untuk mengecek saldo bansos secara mandiri dan online. Cara ini dinilai lebih mudah, cepat, dan aman dibandingkan datang ke kantor cabang atau menunggu informasi dari petugas.
“Di video kali ini saya akan memberikan tutorial lengkap bagaimana cara cek saldo PKH maupun BPNT secara online melalui HP masing-masing,” ujar Ogo Rahman dalam video berdurasi hampir 15 menit itu.
Cara Cek Saldo PKH dan BPNT Melalui HP
Untuk bisa mengetahui apakah dana bansos sudah masuk ke rekening, penerima PKH dan BPNT perlu menyiapkan ponsel dengan koneksi internet stabil serta mengunduh aplikasi BRImo melalui Play Store (untuk pengguna Android) atau App Store (untuk pengguna iPhone).
Langkah pertama, buka aplikasi Play Store atau App Store, kemudian ketik “BRImo” di kolom pencarian. Setelah muncul hasilnya, tekan instal dan tunggu proses unduhan hingga selesai.
Setelah aplikasi terpasang, buka BRImo dan pilih menu “Belum Punya Akun BRImo” untuk melakukan registrasi. Di tahap ini, pengguna akan diminta menjawab pertanyaan apakah sudah memiliki rekening BRI atau belum.
“Kalau sudah punya rekening BRI, pilih ‘ya’, pastikan nomor HP dan email yang digunakan masih aktif. Tapi kalau belum punya, bisa langsung pilih ‘belum punya rekening’ untuk membuka tabungan baru,” jelas Ogo Rahman.
Panduan Membuka Akun BRImo untuk Penerima Bansos
Bagi penerima bansos PKH atau BPNT yang belum memiliki akun BRImo, langkah pendaftarannya cukup mudah. Pengguna cukup menyiapkan KTP, nomor HP aktif, email aktif, dan koneksi internet yang stabil.
Kemudian, pilih menu “Buka Rekening” di pojok bawah aplikasi BRImo. Setelah muncul pilihan tabungan, pengguna bisa memilih jenis Tabungan Simpedes.
Baca Juga: Mulai 1 Juli 2025, Skema Pembayaran Pensiunan PNS Berubah: Taspen Diganti Lembaga Baru LKPD-P
Tahapan berikutnya adalah memilih kantor cabang BRI terdekat, yang nantinya digunakan untuk mencetak buku tabungan dan mengambil kartu ATM bila diperlukan. Setelah itu, pengguna diminta melakukan foto KTP sesuai panduan di layar, dan mengisi data pribadi seperti NIK, nama lengkap, tanggal lahir, nama ibu kandung, nomor HP, dan alamat email.
“Pastikan semua data sudah benar karena kode OTP akan dikirim ke nomor HP yang didaftarkan. Jadi jangan sampai salah input,” ujar Ogo menegaskan.
Proses Verifikasi dan Aktivasi BRImo
Setelah data diisi dan kode OTP diverifikasi, pengguna akan menerima email konfirmasi dari BRI. Langkah selanjutnya adalah verifikasi wajah, yang dilakukan langsung lewat kamera HP.
Dalam proses ini, wajah harus terlihat jelas, tidak tertutup benda apa pun, dan berada di ruangan yang cukup terang. Pengguna cukup mengikuti instruksi di layar, seperti menggerakkan kepala perlahan ke arah tertentu.
Setelah video wajah diunggah, sistem BRI akan memproses verifikasi otomatis. Bila sesuai, maka pengguna bisa melanjutkan ke tahap pembuatan akun BRImo, dengan membuat username, password, dan PIN transaksi.
Begitu akun aktif, pengguna resmi menjadi nasabah BRImo dan bisa langsung masuk ke menu “Semua Rekening” untuk melihat saldo. Di bagian inilah pengguna dapat mengecek apakah dana PKH atau BPNT sudah masuk ke rekening bantuan masing-masing.
“Kalau muncul saldo misalnya Rp4.000, artinya belum ada dana masuk. Tapi kalau nominalnya bertambah, berarti bansos sudah cair,” jelasnya.
Lebih Mudah, Aman, dan Tanpa Antre
Dengan adanya cara cek saldo PKH dan BPNT lewat HP, masyarakat kini tak perlu lagi mengantre di kantor BRI atau menunggu pemberitahuan dari pihak desa. Prosesnya bisa dilakukan kapan saja selama ponsel terhubung ke internet.
Selain untuk melihat saldo bansos, aplikasi BRImo juga bisa digunakan untuk transaksi lain seperti transfer, pembelian pulsa, pembayaran tagihan, hingga pengecekan histori transaksi.
Ogo Rahman menutup videonya dengan imbauan agar masyarakat selalu berhati-hati terhadap informasi palsu atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan BRI. “Pastikan hanya menggunakan aplikasi resmi BRImo dari Play Store atau App Store. Jangan pernah membagikan username, password, atau PIN ke siapa pun,” katanya.
Dengan kemudahan ini, penerima bansos PKH dan BPNT kini bisa lebih mandiri dalam memantau pencairan dana bantuan tanpa harus keluar rumah.
Editor : Anggi Septian A.P.