BLITAR - Kabar baik datang bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Pemerintah kembali menyalurkan berbagai jenis bantuan sosial (bansos) pada Oktober 2025, mulai dari PKH, BPNT, penebalan sembako, hingga bantuan Rp600 ribu untuk penerima program Atensi YAPI (Yatim Piatu) yang disalurkan lewat KKS Bank Mandiri.
Informasi ini disampaikan melalui kanal YouTube Cek Bansos, yang mengumumkan empat poin penting terkait pencairan bansos tahap keempat tahun 2025, termasuk update aplikasi Siks-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) dan status terbaru KPM peralihan dari kantor pos ke kartu KKS.
Update PKH dan BPNT Tahap Keempat
Menurut laporan per 15 Oktober 2025, update Siks-NG menunjukkan bahwa data penyaluran PKH dan BPNT untuk alokasi Oktober, November, dan Desember belum mengalami perubahan signifikan. Menu view data send belum memperlihatkan status terbaru, namun proses pencairan diperkirakan segera dilakukan karena sudah memasuki periode salur tahap keempat.
“Semoga beberapa hari ke depan sudah muncul update terbaru di sistem, karena Oktober ini memang sudah masuk periode salur,” ujar narator dalam video tersebut.
Diketahui, tahap keempat ini juga mencakup penebalan bantuan sembako untuk bulan November dan Desember 2025. Penebalan ini merupakan tambahan dana bantuan yang diberikan pemerintah sebagai bentuk perlindungan sosial menjelang akhir tahun.
Bansos Rp600 Ribu Cair di KKS Bank Mandiri
Selain PKH dan BPNT, bantuan lain yang sudah cair per 15 Oktober 2025 adalah bansos Atensi YAPI (Yatim Piatu) dengan nominal Rp600 ribu. Dana ini disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Mandiri.
“Bantuan sosial Rp600.000 yang cair di KKS Bank Mandiri adalah program Atensi YAPI untuk alokasi Juli, Agustus, dan September,” jelas narator.
Bantuan tersebut diberikan kepada anak yatim piatu terdaftar dalam data Kementerian Sosial. Berdasarkan laporan dari berbagai daerah seperti Bandung dan Purbalingga, Jawa Tengah, pencairan sudah mulai dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2025.
“Alhamdulillah akhirnya cair juga periode Juli–September. Semoga segera merata untuk semua penerima,” tulis salah satu KPM dalam tangkapan layar yang ditampilkan di video.
KPM yang sudah memiliki kartu ATM Atensi YAPI dari Bank Mandiri disarankan untuk segera melakukan pengecekan saldo di mesin ATM atau melalui mobile banking untuk memastikan pencairan dana telah masuk.
Bantuan Rp450 Ribu hingga Rp1,8 Juta di Bank BRI dan BNI
Kabar baik juga datang bagi pelajar penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan pendidikan ini dilaporkan sudah cair di KKS Bank BRI dan BNI dengan nominal bervariasi antara Rp450 ribu hingga Rp1,8 juta, tergantung jenjang pendidikan.
Bantuan Rp450 ribu diperuntukkan bagi siswa SD, sementara Rp1,8 juta diberikan kepada siswa SMK. “Bagi yang sudah aktivasi di bulan Agustus, hari ini banyak laporan saldo sudah masuk,” kata narator dalam video.
Sejumlah orang tua penerima PIP mengaku langsung menarik dana tersebut untuk keperluan perlengkapan sekolah anak-anak mereka. “Langsung saya ambil semua takut lupa nanti hilang,” ungkap salah satu penerima sambil menunjukkan bukti transaksi.
Program PIP ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan sekolah tanpa kendala biaya.
KPM Peralihan via Pos ke KKS Sudah Masuk Tahap Penyaluran
Selain itu, ada juga update penting bagi KPM yang baru beralih dari penyaluran via pos ke KKS bank. Berdasarkan hasil pengecekan terbaru Siks-NG, bantuan BPNT dan penebalan tahap kedua sudah menunjukkan status “SI” (Standing Instruction), artinya dana siap ditransfer ke rekening penerima.
“Jika status sudah SI, maka tinggal menunggu 3–7 hari kerja. Insyaallah segera cair Rp1 juta,” jelas narator.
Namun, status pencairan bisa berbeda-beda antarwilayah dan antarbank. Karena itu, penerima diimbau untuk rutin memeriksa status di Siks-NG atau menghubungi pendamping sosial PKH/BPNT di wilayah masing-masing.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh KPM yang masih aktif dan tidak tereksklusi dari data penerima akan tetap mendapatkan hak bantuannya, meski ada keterlambatan distribusi kartu atau transfer dana.
Pemerintah Pastikan Proses Berlanjut Hingga Akhir Tahun
Dengan semakin banyaknya update pencairan bansos, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi palsu. Semua update resmi hanya diumumkan melalui kanal Kemensos atau aplikasi Siks-NG.
“Selama nama masih terdaftar dan tidak tereksklusi, insyaallah bantuan tetap cair, meski waktunya bisa berbeda antar daerah,” kata narator dalam video tersebut.
Menjelang akhir tahun, proses distribusi bansos dipercepat agar seluruh dana tersalurkan sebelum penutupan anggaran. Hal ini menjadi angin segar bagi jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Editor : Anggi Septian A.P.