BLITAR-Kabar baik bagi masyarakat penerima bantuan sosial. Pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) beras Oktober 2025 akan kembali dilakukan bagi 18,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Setiap keluarga akan mendapatkan beras 10 kilogram per bulan, untuk periode Oktober dan November 2025. Dengan demikian, total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram per KPM selama dua bulan.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7 triliun untuk mendukung program ini. Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui Perum Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait.
Bagian dari Paket Ekonomi Nasional 2025
Program Bansos Beras Oktober 2025 merupakan bagian dari paket ekonomi nasional 2025, yang juga berkaitan dengan program penyerapan tenaga kerja. Paket kebijakan ini terdiri dari 8 program akselerasi yang dijalankan sepanjang 2025, 4 program lanjutan pada 2026, serta 5 program unggulan yang berfokus pada perluasan lapangan kerja baru.
Menurut pemerintah, paket ini mencakup beberapa sektor strategis, antara lain dukungan ketahanan pangan, akses pembiayaan usaha kecil, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja.
“Bantuan beras ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tapi juga bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja baru,” ungkap pejabat Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (17/10).
Evaluasi Efektivitas Program pada Desember
Pemerintah berencana melakukan evaluasi program Bansos beras pada Desember 2025 untuk menilai sejauh mana efektivitas program tersebut dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Evaluasi ini akan menjadi dasar apakah program Bansos beras akan diperpanjang pada 2026, terutama jika inflasi bahan pangan masih tinggi. Pemerintah ingin memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain bantuan beras, pemerintah juga tengah memantau pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar tidak terjadi tumpang tindih penerima.
Baca Juga: Enam Bansos Cair Mulai 15 Oktober 2025: KIP Kuliah, PIP, hingga PKH Siap Masuk Rekening
Cara Cek Penerima Bansos Beras Oktober 2025
Masyarakat bisa dengan mudah mengecek apakah namanya terdaftar sebagai penerima Bansos beras Oktober–November 2025 melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id
melalui ponsel atau komputer. - Pilih wilayah sesuai KTP mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
- Masukkan nama lengkap penerima manfaat (PM) sesuai KTP.
- Ketik kode captcha yang muncul di layar untuk verifikasi.
- Klik tombol “Cari Data” dan tunggu hasil pencarian.
Apabila nama Anda tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, sistem akan menampilkan keterangan “tidak terdapat peserta PM pada hasil pencarian.”
Sebaliknya, jika nama Anda terdaftar sebagai penerima, maka akan muncul informasi detail seperti nama, usia, jenis bantuan, status pencairan, dan periode penyaluran.
Langkah ini dinilai efektif karena masyarakat kini bisa memantau sendiri status bantuan secara online, tanpa harus datang ke kantor kelurahan atau bertanya ke pendamping sosial.
Dorong Efisiensi dan Transparansi Penyaluran
Pemerintah berharap program Bansos beras ini dapat mendorong efisiensi dan transparansi dalam penyaluran bantuan. Dengan data penerima yang terintegrasi melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSE), diharapkan bantuan tepat sasaran dan mengurangi potensi penerima ganda.
“Semua data penerima Bansos kini terhubung dengan NIK dan KK, sehingga bisa dipastikan lebih akurat,” ujar pejabat Kemensos.
Program Bansos beras juga diharapkan membantu menstabilkan harga pangan, terutama beras, yang kerap mengalami kenaikan menjelang akhir tahun.
Dengan pencairan mulai Oktober 2025, pemerintah berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Editor : Anggi Septian A.P.