Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Benarkah Perokok Pasif Lebih Berbahaya dari Perokok Aktif? Ini Penjelasan Ahli

Nikmah Laila • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 15:00 WIB
Benarkah Perokok Pasif Lebih Berbahaya dari Perokok Aktif? Ini Penjelasan Ahli
Benarkah Perokok Pasif Lebih Berbahaya dari Perokok Aktif? Ini Penjelasan Ahli

BLITAR KAWENTAR - Dalam diskusi kesehatan yang viral di media sosial, seorang dokter menjelaskan secara ilmiah perbandingan risiko antara perokok aktif dan perokok pasif terhadap kanker paru-paru. Ia menekankan bahwa meskipun perokok pasif memiliki risiko tinggi, narasi yang mengatakan "perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif" tidak sepenuhnya akurat.

Menurut penjelasannya, risiko kanker paru-paru pada perokok pasif meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan orang yang tidak terpapar asap rokok sama sekali. Namun, ini tidak berarti risikonya lebih tinggi daripada perokok aktif. "Faktanya, risiko perokok pasif empat kali lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok sama sekali, bukan empat kali lipat risiko perokok aktif," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap orang, bahkan mereka yang tidak pernah merokok, memiliki risiko alami atau *risiko seumur hidup* terkena kanker paru-paru seiring bertambahnya usia. Paparan asap rokok dari lingkungan, baik di rumah, di tempat kerja, maupun di ruang publik, meningkatkan risiko tersebut karena kandungan bahan kimia berbahaya seperti tar, karbon monoksida, dan nikotin masih masuk ke saluran pernapasan.

Baca Juga: Bendungan Ngusri Blitar: Pesona Alam Lereng Gunung Kelud yang Jadi Destinasi Wisata Hits

Narasi bahwa perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif muncul karena perokok pasif menghirup "asap sampingan", yaitu asap yang keluar langsung dari ujung rokok yang menyala. Asap ini memang mengandung konsentrasi zat beracun yang lebih tinggi daripada asap yang dihirup perokok aktif. Namun, intensitas dan durasi paparan asap merupakan faktor pembeda utama. "Perokok aktif menghirup asap lebih sering dan lebih dalam, sehingga akumulasi racun jauh lebih besar," ujar dokter tersebut.

Penjelasan ini menekankan pentingnya memahami konteks ilmiah di balik data kesehatan. Risiko bagi perokok pasif tetap serius dan tidak boleh diremehkan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang terpapar asap rokok dalam jangka panjang. Namun, klaim bahwa perokok pasif lebih berisiko daripada perokok aktif perlu diluruskan agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang akurat dan tidak menyesatkan.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, kedua jenis paparan asap rokok sama-sama berbahaya. Oleh karena itu, upaya pencegahan seperti penerapan kawasan tanpa asap rokok, edukasi tentang bahaya merokok, dan kebijakan pengendalian tembakau menjadi sangat penting untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit serius, termasuk kanker paru-paru.

Baca Juga: Pantai Banteng Mati Blitar, Surga Tersembunyi di Koridor Lintas Selatan yang Cocok untuk Penyembuhan

DISKUSI: Sekda Bondowoso, Fathur Rozi, Inspektur Bondowoso, Ahmad dan Kadiskominfo Bondowoso, Ghozal Rawan dalam sebuah diskusi terkait aplikasi KANDA, kemarin.
DISKUSI: Sekda Bondowoso, Fathur Rozi, Inspektur Bondowoso, Ahmad dan Kadiskominfo Bondowoso, Ghozal Rawan dalam sebuah diskusi terkait aplikasi KANDA, kemarin.
Editor : M. Subchan Abdullah
#Perokok pasif #Perokok Pasif Bisa Hirup 8 Senyawa Kimia Berikut #Ini 4 Kiat Mencegah Kanker Paru Untuk Perokok Pasif #Perlukah Perokok Pasif Rutin Cek Kesehatan Paru? #Perokok Pasif Lebih Rentan Terserang Penyakit Sistemis #Perokok pasif lebih berbahaya dibanding perokok aktif #Menghirup Uap Vape pada Perokok Pasif #risiko perokok pasif