Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Program Magang Nasional Bergaji Resmi Dibuka, 20 Ribu Lulusan Baru Siap Dapat Gaji UMP

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:50 WIB

 

Program Magang Nasional Bergaji Resmi Dibuka, 20 Ribu Lulusan Baru Siap Dapat Gaji UMP
Program Magang Nasional Bergaji Resmi Dibuka, 20 Ribu Lulusan Baru Siap Dapat Gaji UMP

BLITAR – Kabar gembira bagi para lulusan baru perguruan tinggi. Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional Bergaji mulai Oktober 2025. Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam membuka peluang kerja dan meningkatkan kompetensi generasi muda agar lebih siap menghadapi dunia kerja.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Yasir Erly, program magang nasional ini didesain untuk memberi pengalaman langsung kepada lulusan baru atau fresh graduate melalui kegiatan kerja di perusahaan swasta maupun BUMN selama enam bulan. Peserta magang berhak memperoleh gaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP), serta berpeluang direkrut menjadi pegawai tetap setelah program berakhir.

“Tujuan utama program ini adalah memberikan pengalaman kerja, memperluas eksposur terhadap dunia industri, serta meningkatkan kompetensi lulusan baru. Untuk memastikan hal itu tercapai, setiap perusahaan wajib menyiapkan mentor dan mengikuti mekanisme monitoring & evaluation melalui aplikasi Monev Magang,” ujar Yasir Erly dalam peluncuran program di Jakarta.

Antusiasme Tinggi, 26 Ribu Posisi Magang Dibuka

Program Pemagangan Nasional Gelombang Pertama mendapat sambutan luar biasa dari dunia usaha. Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (BPPK), tercatat sebanyak 1.668 perusahaan telah mendaftar dengan total 26.181 posisi magang yang ditawarkan sejak pendaftaran dibuka pada 1 Oktober lalu.
Sementara itu, jumlah pendaftar mencapai 15.876 peserta hingga penutupan pada 19 Oktober 2025.

Kepala BPPK menjelaskan, tingginya minat ini menunjukkan bahwa program magang berbayar menjadi angin segar bagi para pencari kerja muda, terutama di tengah kondisi angka pengangguran yang masih tinggi. Data terbaru menunjukkan, dari 7,28 juta pengangguran di Indonesia, separuhnya berasal dari generasi Z atau lulusan baru.

Dibiayai Rp198 Miliar, Peserta Siap Bekerja di BUMN dan Swasta

Pemerintah menganggarkan Rp198 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan program ini. Nantinya, 20 ribu peserta magang akan ditempatkan di berbagai perusahaan BUMN dan swasta.
Program ini terbuka untuk lulusan D3 dan S1 maksimal satu tahun setelah kelulusan, dengan masa magang selama enam bulan.

Selain mendapat gaji UMP, peserta juga akan menerima fasilitas penunjang seperti uang transportasi, makan, dan asuransi kerja.
Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, sistem pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform “Siap Kerja” yang mulai aktif sejak 15 Oktober 2025.

“Peserta bisa langsung mendaftar melalui situs resmi Kemnaker. Semua proses seleksi dan pelaporan aktivitas magang dilakukan secara transparan dan terpantau melalui sistem,” jelas Yasir.

Respons Positif dari Generasi Muda

Program magang bergaji ini disambut positif oleh para lulusan baru. Banyak di antara mereka menilai program ini sebagai peluang emas untuk belajar sekaligus memperoleh penghasilan.

“Untuk pengalaman pertama, saya lebih tertarik magang dulu. Karena sudah digaji, dapat biaya transportasi, dan bisa belajar langsung di dunia kerja,” ujar salah satu peserta.

Respon positif juga datang dari pihak perusahaan yang menilai keberadaan peserta magang dapat membantu produktivitas. Selain itu, perusahaan juga bisa menjaring calon karyawan potensial tanpa harus melewati proses rekrutmen panjang.

“Dengan adanya peserta magang selama enam bulan, perusahaan bisa mengenal kemampuan mereka lebih baik. Kalau cocok, ya tentu kandidat utama perekrutan pasti dari peserta magang itu sendiri,” tambah Yasir.

Diharapkan Tekan Pengangguran Gen Z

Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan ketenagakerjaan nasional menekankan pentingnya penguasaan multi-skill bagi generasi muda. Lulusan perguruan tinggi kini dituntut memiliki kemampuan lebih dari satu bidang agar mampu bersaing.

“Perusahaan sekarang mencari pekerja yang bisa dua atau tiga skill sekaligus. Misalnya, lulusan matematika tapi juga paham IT. Itulah semangat dari program magang nasional ini — agar anak muda lebih adaptif,” kata Yasir.

Dengan peluncuran Program Magang Nasional Bergaji ini, pemerintah berharap bisa menekan angka pengangguran di kalangan Gen Z dan mencetak generasi muda yang siap kerja, adaptif, serta berdaya saing tinggi di pasar global.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#fresh graduate #Program Magang Bergaji #Prabowo Subianto #kementerian ketenagakerjaan #Magang Nasional