Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Menteri Nusron Wahid Dorong Santri Ambil Peran di Panggung Nasional pada Hari Santri 2025

Findika Pratama • Jumat, 24 Oktober 2025 | 06:40 WIB
Menteri Nusron Wahid Dorong Santri Ambil Peran di Panggung Nasional pada Hari Santri 2025
Menteri Nusron Wahid Dorong Santri Ambil Peran di Panggung Nasional pada Hari Santri 2025

BLITAR — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Menteri Nusron Wahid menyerukan agar para santri tidak hanya aktif di lingkungan pesantren, tetapi juga berani mengambil peran penting di panggung nasional. Hal itu disampaikan usai Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, Kota Bekasi, Rabu (22/10/2025).

Menurut Menteri Nusron Wahid, sejarah telah mencatat peran besar santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, tantangan masa kini menuntut peran santri tidak berhenti pada sektor keagamaan saja.

“Hari Santri ini menandakan bahwa eksistensi dan kontribusi santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sangat nyata. Ke depan, yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana para santri bisa masuk ke dalam panggung nasional dalam mengisi ruang-ruang ke-Indonesiaan,” ujar Nusron.

Santri Harus Masuk Semua Jalur Kehidupan Bangsa

Lebih lanjut, Menteri Nusron Wahid menilai bahwa santri memiliki potensi besar untuk berkiprah di berbagai bidang, baik dalam politik, birokrasi, pendidikan, maupun masyarakat sipil (civil society). Ia menekankan pentingnya generasi santri hadir di ruang-ruang strategis agar nilai-nilai pesantren dapat menjadi fondasi moral dalam setiap pengambilan kebijakan.

“Baik di jalur politik, birokrasi, civil society, pendidikan, dan sebagainya. Santri harus bisa hadir. Ini yang perlu kita pikirkan bersama,” katanya.

Pesan Nusron ini sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional yang dirayakan setiap 22 Oktober. Ia menilai, momentum tersebut harus menjadi refleksi untuk memperluas kiprah santri dalam kehidupan berbangsa.

Pesantren Bentuk SDM yang Kapabel dan Berintegritas

Dalam kesempatan itu, Menteri Nusron Wahid juga menyoroti keunggulan sistem pendidikan pesantren yang memadukan kecakapan intelektual dan pembentukan akhlak. Menurutnya, model pendidikan pesantren menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki integritas.

“Model pendidikan di pesantren itu kombinasi antara peningkatan SDM yang punya kapasitas tinggi sekaligus berakhlak dan kreatif. Banyak pendidikan yang bagus, tapi akhlak dan kreativitasnya diragukan. Sebaliknya, ada yang akhlaknya bagus, tapi kapasitasnya kurang,” tegas Nusron.

Ia menilai, Indonesia sangat membutuhkan SDM yang memiliki dua kualitas utama tersebut: kapabel dan berintegritas. Kolaborasi antara kecerdasan dan moralitas menjadi modal penting dalam membangun bangsa yang berkeadilan dan bermartabat.

Baca Juga: Masalah Ekonomi hingga Perselingkuhan Dominasi Penyebab Keretakan Rumah Tangga ASN Kabupaten Blitar

Santri Sebagai Kekuatan Moral Bangsa

Dalam konteks pembangunan nasional, Menteri Nusron Wahid menilai santri memiliki kekuatan moral yang dapat menjadi penyeimbang di tengah dinamika sosial-politik. Santri diharapkan tidak hanya menjadi pengajar agama, tetapi juga agen perubahan sosial di masyarakat.

“Dengan semangat Hari Santri, saya berharap para santri terus memperkuat peran strategisnya dalam membangun bangsa menuju Indonesia yang maju, berkeadilan, dan bermartabat,” ujarnya.

Pesan ini juga mencerminkan pandangan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, melainkan juga pusat pembentukan karakter bangsa. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, dan tanggung jawab yang ditanamkan di pesantren menjadi bekal penting untuk melahirkan pemimpin masa depan Indonesia.

Kolaborasi dan Dukungan dari Pemerintah

Acara peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits berlangsung khidmat dan penuh makna. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina, Abah Abu Bakar Rahziz; Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Heri Purwanto beserta jajaran.

Melalui momentum ini, Menteri Nusron Wahid juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam mendukung penguatan peran pesantren, baik dari aspek pendidikan, pemberdayaan ekonomi, maupun sertifikasi aset-aset tanah pesantren. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN untuk memastikan pesantren memiliki dasar hukum yang kuat dalam pengelolaan asetnya.

“Pesantren harus menjadi lembaga yang mandiri secara ekonomi dan kuat secara kelembagaan. Negara akan hadir memastikan legalitas dan perlindungan aset-aset pesantren,” tambah Nusron.

Santri, Pilar Masa Depan Indonesia

Menutup sambutannya, Menteri Nusron Wahid kembali menegaskan bahwa santri adalah pilar penting masa depan Indonesia. Dengan semangat perjuangan yang diwariskan para ulama dan pejuang kemerdekaan, santri diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Islam dan kebangsaan.

“Santri bukan hanya masa lalu, tapi juga masa depan Indonesia,” pungkasnya.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#kantah kabupaten blitar #Hari Santri 2025 #Menteri Nusron Wahid #Santri Nasional #pesantren indonesia #Kementerian ATR/BPN