BLITAR – Kabar gembira bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial. Pemerintah mulai menyalurkan PKH BPNT tahap 4 cair Oktober 2025 di sejumlah daerah. Sejumlah penerima di Aceh dan Sulawesi Tengah sudah melaporkan dana bantuan masuk ke rekening masing-masing melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Penyaluran kali ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), termasuk tambahan bantuan yang diberikan untuk memperkuat daya beli masyarakat jelang akhir tahun. Berdasarkan laporan lapangan, pencairan berlangsung secara bertahap melalui sejumlah bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
KPM Aceh Sudah Terima PKH Tahap 4
Informasi dari lapangan menyebutkan, PKH tahap 4 Bank BSI di Aceh sudah cair hari ini. Banyak KPM mengonfirmasi bahwa saldo bantuan sudah masuk ke rekening mereka. “Alhamdulillah, KKS Bank BSI daerah Aceh sudah cair,” ujar salah satu penerima melalui unggahan di media sosial.
Selain PKH, bantuan BPNT tahap 4 di wilayah yang sama juga mulai disalurkan. Total dana yang diterima bervariasi sesuai dengan kategori penerima. Misalnya, keluarga dengan anak sekolah dan lansia biasanya mendapat nominal lebih besar dibanding kategori lainnya.
Penyaluran ini merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk memastikan bantuan sosial menjangkau seluruh penerima sebelum akhir tahun 2025. Melalui program ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan angka kemiskinan dapat terus ditekan.
Penebalan KKS dan PKH Susulan Ikut Cair
Selain pencairan reguler, pemerintah juga menyalurkan bantuan penebalan dan susulan bagi KPM yang baru menerima KKS. Bantuan penebalan sebesar Rp400.000 dilaporkan sudah cair di daerah Sulawesi Tengah melalui Bank BRI.
Tidak hanya itu, PKH tahap 3 susulan juga ikut cair dengan nominal hingga Rp1.500.000. Bantuan ini diberikan kepada penerima yang sebelumnya belum sempat menerima dana di tahap sebelumnya akibat peralihan data atau pergantian rekening baru.
“Alhamdulillah, KKS baru Bank BRI di Sulawesi Tengah sudah cair Rp1,5 juta,” ujar sumber di lapangan. Kondisi ini sekaligus menjadi kabar baik bagi KPM lain yang masih menunggu giliran pencairan.
Bank Mandiri dan BNI Masih Menunggu Saldo Masuk
Sementara itu, KPM yang menggunakan KKS Bank Mandiri dan BNI diminta untuk bersabar. Berdasarkan update terakhir, saldo bantuan PKH BPNT tahap 4 di kedua bank tersebut masih kosong.
Pihak penyalur menjelaskan bahwa proses transfer dilakukan secara bertahap dan tidak serentak di seluruh wilayah. Penerima disarankan untuk mengecek saldo KKS secara berkala melalui ATM, agen bank, maupun e-warong terdekat.
Kementerian Sosial juga terus memantau penyaluran agar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih data penerima. Pemerintah memastikan bahwa seluruh KPM yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan mendapatkan haknya sesuai jadwal.
Imbauan untuk Penerima yang Belum Cair
Bagi KPM yang belum menerima bantuan, diimbau untuk tidak panik. Pencairan PKH BPNT tahap 4 Oktober 2025 masih berlangsung hingga awal November. Prosesnya bergantung pada kesiapan masing-masing bank penyalur dan validasi data penerima.
“Selamat bagi yang sudah cair, bagi yang belum sabar dulu, karena pencairan dilakukan bertahap,” demikian pesan yang disampaikan dalam video informasi tersebut.
Warga diharapkan tetap waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas bantuan sosial. Pemerintah tidak pernah meminta biaya atau potongan apapun dari dana PKH maupun BPNT. Segala bentuk pemotongan tidak resmi dapat dilaporkan ke dinas sosial setempat.
Tujuan Program dan Harapan Pemerintah
Program PKH dan BPNT merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Selain untuk memperkuat daya beli, bantuan juga diharapkan mendorong perbaikan kualitas hidup keluarga miskin di sektor pendidikan, kesehatan, dan pangan.
Dengan pencairan PKH BPNT tahap 4 Oktober 2025, pemerintah menargetkan seluruh dana tersalurkan sepenuhnya sebelum memasuki musim liburan akhir tahun. Penyaluran ini menjadi bentuk perhatian negara kepada masyarakat kecil agar tetap bertahan menghadapi tekanan ekonomi global dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan pokok keluarga,” tutup keterangan dari video tersebut.
Editor : Anggi Septian A.P.