Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Subsidi 20 Persen, Pertama Kali dalam Sejarah Indonesia

Rahma Nur Anisa • Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:00 WIB

HET pupuk urea turun dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram.
HET pupuk urea turun dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram.

BLITAR – Pemerintah resmi menetapkan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang mulai berlaku efektif pada Rabu, 22 Oktober 2025. Kebijakan penurunan harga pupuk subsidi ini diklaim sebagai langkah pertama dalam sejarah program subsidi pupuk nasional dan bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Yang menarik, penurunan harga pupuk subsidi ini dilakukan tanpa menambah alokasi dana subsidi pupuk sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan ini mencakup seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, yakni urea, NPK, ZA, dan pupuk organik.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau bagi petani Indonesia.

Baca Juga: Akhirnya Tersenyum Lebar, Gaji PPPK Kabupaten Blitar Tahap I yang Ditunggu-Tunggu Cair, Segini Besarannya

Rincian Penurunan Harga Semua Jenis Pupuk

Adapun rincian penurunan HET untuk berbagai jenis pupuk bersubsidi adalah sebagai berikut:

HET pupuk urea turun dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram. Pupuk urea merupakan jenis pupuk yang paling banyak digunakan petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan.

HET pupuk NPK turun dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram. Sementara HET pupuk NPK khusus untuk tanaman kakao turun dari Rp3.300 per kilogram menjadi Rp2.640 per kilogram.

HET pupuk ZA khusus untuk tanaman tebu mengalami penurunan dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram. Adapun HET pupuk organik turun dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram.

Baca Juga: Pemerintah Umumkan Skema Baru Subsidi BBM Awal 2025, Kombinasi Subsidi Harga dan BLT

Gebrakan Bersejarah Era Prabowo-Gibran

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebijakan ini sebagai milestone bersejarah dalam revitalisasi sektor pupuk dan sarana produksi pertanian.

"Ini adalah milestone sejarah revitalisasi sektor pupuk sarana produksi yang sangat penting. Hari ini diumumkan atas arahan Bapak Presiden, atas perintah Bapak Presiden, tolong hari Rabu diumumkan harga pupuk turun 20 persen berlaku mulai hari ini," ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa ini merupakan berita gembira di tahun kedua pemerintahan Prabowo-Gibran yang tidak pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia.

Efisiensi Anggaran Hingga Rp10 Triliun

Melalui pembenahan sistem kelola pupuk bersubsidi, pemerintah berhasil menghemat anggaran hingga Rp10 triliun dan menurunkan biaya produksi pupuk sebesar 26 persen. Pencapaian ini menunjukkan efektivitas reformasi tata kelola pupuk nasional.

Baca Juga: Emak-emak di Blitar Dijambret, Pilih Tak Lapor Polisi karena Alasan Ini

Selain itu, laba PT Pupuk Indonesia pada 2026 juga diperkirakan bakal meningkat dari Rp2,5 triliun menjadi Rp4,5 triliun. Peningkatan laba ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program subsidi pupuk ke depannya.

Revitalisasi Pabrik Pupuk Senilai Rp54 Triliun

Dalam rangka meningkatkan efisiensi biaya produksi dan menjaga harga pupuk tetap terjangkau, PT Pupuk Indonesia akan merevitalisasi sejumlah pabrik pupuk dengan total dana yang dibutuhkan senilai Rp54 triliun.

Revitalisasi diperlukan lantaran delapan pabrik dari 15 pabrik milik Pupuk Indonesia sudah tidak efisien karena telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Modernisasi pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menurunkan biaya operasional.

Baca Juga: Pemkab Blitar Janji Percepat Reforma Agraria, AMPERA: Kami juga Minta Tindak Mafia Tanah

Pengawasan Ketat dan Sanksi Tegas

Selain menurunkan HET pupuk bersubsidi, pemerintah juga akan memperketat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi. Distributor dan pengecer yang menjual pupuk subsidi di atas HET akan ditindak tegas.

"Seluruh distributor pengecer kami imbau jangan coba-coba menaikkan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kalau ini dinaikkan, izinnya akan dicabut. Minggu lalu kita cabut 2.039 kios pengecer di seluruh Indonesia. Tapi kalau masih ada yang ingin mencoba, pasti kita tindak, pasti kita cabut," tegas Amran.

Sanksi tegas ini dimaksudkan agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke tangan petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Stok Pupuk Berlimpah untuk Musim Tanam

Sementara itu, dalam rangka menopang musim tanam satu padi pada Oktober 2025 hingga Maret 2026, PT Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 1.200.679 ton.

Baca Juga: Terungkap! Begini Alur Pembayaran Pensiunan PNS dari APBN hingga Rekening Pensiunan, Komisi XI DPR Bongkar Peran Taspen

Total volume stok tersebut hampir tiga kali lipat atau 259 persen dari ketentuan minimum yang diatur pemerintah. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi menuturkan pupuk bersubsidi tersebut sudah tersedia di gudang produsen hingga gudang penyangga di kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Dengan demikian, petani bisa segera menebus pupuk bersubsidi dengan harga baru yang lebih murah. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. (*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#presiden prabowo subianto #menteri pertanian amran sulaiman #Pupuk Bersubsidi 2025 #Harga Pupuk Subsidi #Penurunan HET