BLITAR — Pemerintah terus mempercepat proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Mutia Hafid, turun langsung memantau distribusi bantuan di Kantor Pos Cabang Belah Ku, Desa Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (2/11).
Dalam kunjungannya, Mutia Hafid memastikan proses penyaluran BLT Kesra berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran. Program ini menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mempercepat penyaluran bantuan kepada 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Tanah Air.
“Tahun ini total penerima manfaat ditingkatkan oleh Pak Presiden menjadi 35 juta keluarga, atau sekitar 140 juta jiwa. Karena itu, kami memastikan infrastruktur dan sistem digitalnya siap agar bantuan tersalurkan cepat dan akurat,” ujar Mutia Hafid.
Target Penyaluran Selesai 20 November 2025
Mutia menjelaskan, Presiden Prabowo menargetkan seluruh proses penyaluran BLT Kesra Rp900 ribu dapat selesai pada 20 November 2025. Penyaluran ini telah dimulai sejak 17 Oktober 2025 dan kini memasuki tahap percepatan di berbagai wilayah.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdig) bekerja sama dengan PT Pos Indonesia melalui jaringan Layanan Pos Universal (LPU) yang tersebar di seluruh daerah. Saat ini, terdapat 2.400 kantor pos LPU aktif yang dikerahkan untuk menyalurkan bantuan langsung kepada penerima manfaat.
Dari total 35 juta keluarga penerima manfaat, sebanyak 17 juta keluarga mendapatkan penyaluran melalui layanan PT Pos Indonesia, sementara sisanya melalui bank-bank Himbara.
“Penambahan jumlah penerima manfaat tentu membutuhkan sistem yang lebih efisien. Karena itu, kami juga menyiapkan transformasi digital agar layanan PT Pos bisa lebih cepat dan akurat di lapangan,” tambah Mutia Hafid.
Digitalisasi Penyaluran Lewat Aplikasi Pos GoCash
Sebagai bagian dari modernisasi layanan, PT Pos Indonesia kini menggunakan sistem digital dalam penyaluran BLT Kesra. Melalui aplikasi Pos GoCash, proses verifikasi dan pencairan dana dilakukan secara real-time untuk memastikan penerima yang sah.
Manajemen PT Pos Indonesia menjelaskan, setiap penerima bantuan memiliki rekening biro khusus. Ketika dana BLT Kesra masuk, sistem akan menyalurkan sementara ke rekening tersebut hingga proses verifikasi selesai.
Baca Juga: BSU 2025 Cair Lagi! Pemerintah Siapkan Rp8,8 Triliun untuk 8,3 Juta Pekerja BPJS Ketenagakerjaan
“Setiap KPM akan menerima surat pemberitahuan berisi barcode unik. Saat barcode tersebut dipindai lewat aplikasi Pos GoCash, data penerima akan diverifikasi secara otomatis. Jika sesuai, dana langsung ditransfer dan bisa diterima tunai di kantor pos,” jelas perwakilan PT Pos Indonesia dalam kegiatan tersebut.
Metode digital ini tidak hanya mempercepat penyaluran, tetapi juga mengurangi potensi kesalahan data dan praktik pungutan liar di lapangan. PT Pos juga menyiapkan layanan jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah penerima di wilayah terpencil atau sulit dijangkau.
Dukungan Program Tanggung Jawab Sosial PT Pos
Dalam kesempatan yang sama, PT Pos Indonesia melalui dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital juga menyalurkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) kepada pelaku usaha mikro dan kecil.
Sebanyak Rp50 juta disalurkan kepada lima mitra binaan di Kabupaten Badung untuk membantu pengembangan produksi dan pemasaran hasil usaha. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal di tengah gempuran ekonomi digital.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Pos Indonesia untuk berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat inklusi keuangan digital di kalangan pelaku usaha kecil.
“Kami berharap penerima BLT Kesra dan pelaku UMKM dapat memanfaatkan bantuan ini secara produktif. Tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal,” ujar Mutia Hafid menutup kunjungan kerja tersebut.
Editor : Anggi Septian A.P.