BLITAR KAWENTAR - Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya menerapkan manajemen risiko dalam setiap kebijakan dan pengambilan keputusan di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Hal ini disampaikan dalam Pengarahan dan Motivasi pada Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko Tingkat Lanjut Tahun 2025 di Gedung BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kamis (30/10/2025).
Wamen Ossy menyampaikan bahwa yang terpenting setelah pelatihan adalah bagaimana pengetahuan bisa diimplementasikan, karena pendekatan berbasis risiko harus tertanam dalam setiap proses pengambilan keputusan. Menurutnya, keterbukaan terhadap potensi masalah merupakan langkah awal dalam mencegah risiko yang lebih besar di masa mendatang.
Penerapan manajemen risiko juga sejalan dengan tuntutan global terhadap transparansi pelayanan publik untuk menciptakan tata kelola yang baik. Pelatihan ini diikuti oleh 66 Pejabat Administrator, terdiri dari 63 Kepala Kantah dari lokasi prioritas dan 3 Kepala Bagian Manajemen Risiko, berlangsung sejak Senin (27/10/2025) hingga Jumat (31/10/2025).
Di akhir arahannya, Wamen Ossy berpesan agar peserta terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelatihan akan ditutup dengan Uji Kompetensi sebagai syarat penerimaan sertifikasi. (*)
Editor : Rahma Nur Anisa