BLITAR - BLTS Kesra Rp900.000 kembali ramai diperbincangkan di kalangan KPM PKH dan BPNT jelang penyaluran bantuan akhir tahun 2025. Banyak penerima manfaat mulai bertanya, apakah mereka masuk kategori desil 1 sampai desil 4 yang menjadi prioritas BLTS Kesra Rp900.000, atau justru berada di desil atas yang tidak diutamakan. Situasi ini memunculkan kebutuhan informasi yang lebih jelas mengenai cara pengecekan desil secara mandiri. Video yang dibahas ini secara gamblang menunjukkan bahwa sebenarnya masyarakat bisa mengecek sendiri status desil dan status peluang penerimaan bantuan sosial hanya menggunakan handphone dan aplikasi resmi pemerintah.
Dalam penjelasan di video, narasi menegaskan bahwa BLTS Kesra Rp900.000 bukan sekadar isu viral yang beredar di grup Facebook atau pesan WhatsApp saja, tetapi memang terhubung dengan data peringkat kesejahteraan keluarga (desil) dalam basis data Kementerian Sosial Republik Indonesia. Karena itu, masyarakat harus memahami bahwa data akses untuk mengetahui desil — termasuk apakah seseorang berada di ranking kesejahteraan 1–4 atau tidak — tidak harus menunggu undangan datang dulu, tidak harus menunggu informasi dari pendamping PKH, dan tidak harus tunggu kabar dari operator desa. Semuanya bisa dicek langsung oleh warga melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store.
Cara Cek Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos
Langkah pertama sebelum mengecek status penerima bantuan adalah memastikan bahwa aplikasi Cek Bansos sudah terpasang. Aplikasi ini resmi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan aman digunakan untuk pengecekan data, menyanggah data, hingga mengusulkan penerima baru. Video juga menegaskan bahwa banyak orang sering masih takut memasukkan data kependudukan di aplikasi, padahal aplikasi ini bukan dari pihak ketiga. Status aplikasi resmi ini menjadi poin penting agar masyarakat tidak ragu; sebab banyak orang yang cenderung trauma dengan aplikasi bodong atau penipuan online yang meminta NIK.
Sebelum memulai pendaftaran akun untuk bisa menampilkan desil keluarga, pengguna harus mempersiapkan dua dokumen dasar yaitu KTP asli dan Kartu Keluarga asli. Setelah itu, pengguna tinggal mengetik kata “Cek Bansos” di Play Store dan memastikan aplikasi yang diinstal adalah aplikasi yang terbit atas nama Kemensos RI. Setelah aplikasi terpasang, proses pembuatan akun dimulai dengan mengisi NIK, nomor KK, nama lengkap sesuai KTP, nomor HP aktif yang digunakan sehari-hari, dan email. Email ini penting, karena link verifikasi aktivasi akun akan dikirim melalui email.
Akun Diaktifkan Baru Bisa Lihat Desil
Setelah akun aktif dan login selesai, barulah pengguna bisa melihat menu desil di aplikasi. Menu ini tidak akan muncul jika pengguna tidak login atau belum membuat akun. Di dalam menu profil akan muncul keterangan peringkat kesejahteraan keluarga. Apabila statusnya berada di desil 1–4, maka keluarga masuk prioritas utama dan peluang masuk daftar penerima bansos — termasuk BLTS Kesra — semakin besar. Sementara itu, desil 6 sampai 10 biasanya tidak diutamakan. Penjelasan ini juga menegaskan bahwa desil bukan “angka random”, melainkan peringkat objektif berdasarkan data sosial ekonomi nasional.
Dalam aplikasi yang sama terdapat juga menu sanggahan, di mana masyarakat bisa mengajukan keberatan apabila ada orang mampu tetapi masih menerima bansos. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya agar penyaluran bantuan tetap tepat sasaran.
Dengan demikian, inti dari penjelasan video ini sebenarnya bukan sekadar tutorial download aplikasi, tetapi edukasi bahwa status eligibility bantuan tidak perlu lagi ditanyakan ke orang lain; cukup dicek mandiri, karena sistemnya sudah digital.
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi